Kunjungi Bandara Ahmad Yani Semarang, Ganjar Pranowo Serukan Jaga Jarak

Fabiola Febrinastri

Selasa, 02 Juni 2020 | 18:06 WIB
Kunjungi Bandara Ahmad Yani Semarang, Ganjar Pranowo Serukan Jaga Jarak
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat mendadak mengunjungi Bandara Ahmad Yani Semarang, Jateng, Selasa (2/6/2020). (Dok : Pemprov Jateng)

Suara.com - "Ayo duduk jangan berdekatan, semuanya jaga jarak! Ayo semua ditaati, mas-mas bisa jaga jarak tidak!"

Begitu teriak Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, saat mendadak mengunjungi Bandara Ahmad Yani Semarang, Jateng, Selasa (2/6/2020). Kunjungan yang tidak dijadwalkan itu membuat para petugas di bandara terkejut dan kelabakan.

Saat Ganjar tiba di bandara, puluhan calon penumpang terlihat memadai terminal keberangkatan. Mereka berdesakan untuk antre pengecekan berkas dan persyaratan lainnya. Beberapa calon penumpang mengabaikan protokol kesehatan karena duduk berdekatan tanpa jarak.

Penumpang yang duduk lesehan di bandara karena keterbatasan kursi langsung berdiri. Sambil belum sadar bahwa yang datang adalah Ganjar, mereka terlihat belum mau bergeser untuk jaga jarak.

"Petugas keamanan mana? Pak polisi dan pak tentara sini, itu tolong diatur sekarang. Kalau yang tidak mau jaga jarak dan tetap berkerumun, disuruh pulang saja. Sekarang saya minta tegas, jangan biarkan persiapan protokol kesehatan yang lama kita susun di bandara ini, tidak bisa dijalankan dengan baik," ucap Ganjar kepada petugas keamanan bandara, polisi dan tentara yang berjaga.

Ganjar juga melihat tempat duduk yang disiapkan petugas di lokasi itu masih kurang. Hal itu membuat calon penumpang duduk di lantai dengan berkerumun. Padahal, mereka membutuhkan waktu minimal dua jam untuk antre proses pengecekan tersebut sebelum terbang.

"Tolong tambah kursinya, ambil saja dari tempat tunggu yang ada di dalam. Atau kalau tidak, itu lantainya digaris-garis supaya penumpang tertib," perintah Ganjar, dan langsung dilaksanakan petugas dengan menggotong kursi.

Tak hanya melihat terminal keberangkatan, Ganjar juga sidak ke ruang tunggu pesawat dan tempat-tempat lain di bandara. Ia sebenarnya ingin sidak ke dalam pesawat untuk melihat standar protokol kesehatan saat penerbangan, tapi sayang tidak ada pesawat yang siap untuk berangkat pagi itu.

"Sore nanti pak, baru ada penerbangan. Sekarang belum ada persiapan," kata salah satu petugas.

baca juga

Ganjar meminta petugas bandara untuk ketat menerapkan protokol kesehatan. 

"Pokoknya Ahmad Yani harus beres. Penumpangnya diatur biar tidak berjubel. Saya sengaja ke sini karena dapat kiriman video dari salah satu calon penumpang yang memperlihatkan kerumunan itu. Saya lihat ini bahaya ini, makanya langsung saya sidak hari ini," tegasnya.

Pengelola Bandara Ahmad Yani, lanjut Ganjar, harus melakukan evaluasi. Agar tidak terjadi kerumunan di terminal keberangkatan saat pengecekan, pembatasan calon penumpang harus dilakukan. Mereka yang tidak berkepentingan tidak boleh ikut masuk ke bandara.

"Penambahan kursi juga wajib, biar semua duduk dan tidak berkerumun. Kalau bisa ditegasi saja, semua harus duduk tidak boleh berlalulalang biar rapi dan tidak berdesakan," tegasnya.

Salah satu petugas yang mendampingi Ganjar, Agus Sima mengatakan, pihak bandara siap untuk melakukan evaluasi. Ke depan, penerapan protokol kesehatan akan dilakukan lebih ketat.

"Akan kami evaluasi agar lebih rapi dan sesuai protokol kesehatan yang ketat. Sebenarnya kami sudah membagi tiga zona antrean untuk mengakomodir maksimal tiga penerbangan, tapi masih saja calon penumpang berkerumun," kata Agus.

Kesadaran penumpang itu lanjut dia dikarenakan banyak calon penumpang yang sebenarnya jadwal penerbangan sore, namun sudah datang ke bandara pada pagi hari, sehingga saat pemeriksaan menjadi menumpuk.

"Nanti akan kami atur lagi lebih ketat, termasuk penambahan kursi di pintu masuk pengecekan calon penumpang," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gubernur Jateng : Persiapan Normal Baru Terus Kami Lakukan

Gubernur Jateng : Persiapan Normal Baru Terus Kami Lakukan

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 14:55 WIB

Gubernur Jateng Minta Bupati Jepara Perbaiki Data Masyarakat

Gubernur Jateng Minta Bupati Jepara Perbaiki Data Masyarakat

News | Kamis, 01 Januari 1970 | 07:00 WIB

Ganjar Pranowo Minta Jepara Siapkan Normal Baru di Bidang Ekonomi

Ganjar Pranowo Minta Jepara Siapkan Normal Baru di Bidang Ekonomi

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2020 | 14:02 WIB

Ganjar Pranowo Ajak Masyarakat Terapkan Pancasila sebagai Senjata Pamungkas

Ganjar Pranowo Ajak Masyarakat Terapkan Pancasila sebagai Senjata Pamungkas

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 13:45 WIB

Di Tengah Pandemi, Jateng Rayakan Hari Lahir Pancasila secara Sederhana

Di Tengah Pandemi, Jateng Rayakan Hari Lahir Pancasila secara Sederhana

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 13:43 WIB

Pembatasan Terbang di Bandara Semarang Diperpanjang Sampai 7 Juni

Pembatasan Terbang di Bandara Semarang Diperpanjang Sampai 7 Juni

Jawa Tengah | Selasa, 02 Juni 2020 | 10:15 WIB

Terkini

KPK Ungkap Modus Bupati Sukoharjo, Gunakan SK Paksa ASN Setor Insentif hingga Rp2,93 Miliar

KPK Ungkap Modus Bupati Sukoharjo, Gunakan SK Paksa ASN Setor Insentif hingga Rp2,93 Miliar

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:34 WIB

Klarifikasi Kejati Jateng: Tak Ada Pemeriksaan Personel Polri Terkait SPPG

Klarifikasi Kejati Jateng: Tak Ada Pemeriksaan Personel Polri Terkait SPPG

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:59 WIB

KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo dan Dua Pejabat Pemkab Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan

KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo dan Dua Pejabat Pemkab Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:31 WIB

Drama Perceraian Bupati Gowa Berbuntut Laporan Polisi: Mantan Suami Cium Aroma Kesaksian Palsu

Drama Perceraian Bupati Gowa Berbuntut Laporan Polisi: Mantan Suami Cium Aroma Kesaksian Palsu

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:58 WIB

Habiburokhman Tegaskan Mundurnya Jampidsus Febrie Tak Boleh Hentikan Pengusutan Kasus Korupsi

Habiburokhman Tegaskan Mundurnya Jampidsus Febrie Tak Boleh Hentikan Pengusutan Kasus Korupsi

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:32 WIB

The 2nd IBOS Expo 2026 Siap Digelar, Hadirkan Lebih dari 100 Peluang Bisnis dari Berbagai Industri

The 2nd IBOS Expo 2026 Siap Digelar, Hadirkan Lebih dari 100 Peluang Bisnis dari Berbagai Industri

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 09:18 WIB

Jaksa Agung Resmi Terima Pengunduran Diri Febrie Adriansyah dari Jampidsus

Jaksa Agung Resmi Terima Pengunduran Diri Febrie Adriansyah dari Jampidsus

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:13 WIB

Intelijen Israel Bongkar Dugaan Skenario Iran Bunuh Trump, Washington Respon Santai

Intelijen Israel Bongkar Dugaan Skenario Iran Bunuh Trump, Washington Respon Santai

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:00 WIB

Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur

Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:05 WIB

Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam

Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:04 WIB

×