Wanita India Tempuh Perjalanan 1.000 Km untuk Beli Obat Covid-19

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Sabtu, 13 Juni 2020 | 18:16 WIB
Wanita India Tempuh Perjalanan 1.000 Km untuk Beli Obat Covid-19
Ilustrasi obat antivirus Covid-19. (Pixabay)

Suara.com - Seorang wanita menempuh jarak hingga 1.000 km demi mendapatkan obat untuk sang ayah yang terpapar virus corona covid-19.

Menyadur India Times Sabtu (13/6/2020), Joel Pinto diberi tahu bahwa ayahnya bisa mengalahkan covid-19 jika diobati dengan obat Tocilizumab.

Wanita asal Chennai itu segera mencari obat tersebut, yang memang sedang langka di India.

Sebelum dinyatakan positif covid-19, ayah Joel sudah mengidap penyakit infeksi paru-paru sejak dua tahun lalu. Tocilizumab adalah obat yang dipatenkan yang dibuat untuk menekan peradangan.

"Dokter awalnya mengatakan kepada saya bahwa mereka akan mengatur pengirimannya dalam dua hari. Kemudian, mereka meminta saya untuk mencoba mencari karena mereka tidak yakin obat tersebut akan datang," ujar Joel dikutip dari India Times.

Joel menghubungi ratusan apotek di kota tersebut dan mencarinya secara online, namun tetap tidak menemukannya.

"Saya tidak bisa mendapatkan obat tersebut, saya sadar banyak orang lain yang berebut untuk mendapatkan tocilizumab. Para dokter terus memperingatkan saya untuk mendapat obat tersebut," ujarnya.

Akhirnya setelah menghubungi banyak apotek, Joel diberi tahu bahwa ia bisa mendapatkan obat itu di apotek di Hyderabad tetapi perlu waktu setidaknya tiga hari untuk mengirim obat tersebut melalui pos ke Chennai.

Tanpa buang waktu lagi Joel membayar 92.000 Rupee atau sekitar Rp 17,2 juta ke apotek dan mendapatkan e-pass. Karena ia memiliki surat rumah sakit, ia berhasil mendapatkan e-pass dalam 45 menit.

"Saya langsung mengambil mobil saya dan pergi ke Hyderabad pada hari Senin. Saya sampai sekitar pukul 1 pagi hari Selasa dan mendapatkan obat. Saya sangat lega. Saya pergi ke Chennai segera dan pulang ke rumah pada hari Selasa siang," kata Joel.

Dokter segera memberikan obat Tocilizumab kepada sang ayah, dan keluarganya berharap bahwa ia akan segera pulih.

Joel menekankan bahwa pemerintah dan rumah sakit harus memiliki persediaan obat-obatan yang memadai sehingga pengobatan masyarakat terjamin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sabtu Tambah 1.014 Pasien, Kini 37.420 Orang Indonesia Positif Corona

Sabtu Tambah 1.014 Pasien, Kini 37.420 Orang Indonesia Positif Corona

News | Sabtu, 13 Juni 2020 | 16:16 WIB

Latihan Menari dengan Menerapkan Protokol Kesehatan

Latihan Menari dengan Menerapkan Protokol Kesehatan

Foto | Sabtu, 13 Juni 2020 | 15:35 WIB

Studi: Pasien Covid-19 dengan Kadar Enzim Rendah Lebih Berisiko Meninggal

Studi: Pasien Covid-19 dengan Kadar Enzim Rendah Lebih Berisiko Meninggal

Health | Sabtu, 13 Juni 2020 | 15:42 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB