154 Gajah Mati Secara Misterius di Botswana, Apa Sebab?

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 16 Juni 2020 | 13:05 WIB
154 Gajah Mati Secara Misterius di Botswana, Apa Sebab?
Ilustrasi gajah. (Shutterstock)

Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari Botswana, Afrika Selatan. Sebanyak 154 gajah dinyatakan mati secara misterius selama dua bulan terakhir.

Kini pihak pejabat terkait tengah menyelidiki penyebab kematian tersebut. Namun, mereka mengaskan bahwa mamalia itu tidak tewas karena diburu atau diracun oleh pemburu hewan liar.

"Kami masih menunggu hasil forensik (yang) menunjukkan sebab kematian," kata Koordinator Satwa Liar Regional, Dimakatso Ntshebe, demikian seperti dikutip dari Antara.

Ilustrasi gajah. (Unsplash/Jager)
Ilustrasi gajah. (Unsplash/Jager)

Anggapan bahwa mamalia itu tidak tewas dibunuh oleh pemburu diambil dari bukti bahwa bangkai ratusan gajah tersebut masih ditemukan utuh. Hingga kini, otoritas terkait masih menyelidiki lebih lanjut insiden itu.

Tetapi mereka menyatakan gajah itu tidak mati karena racun atau anthrax, penyakit menular yang disebabkan bakteri Bacillus anthracis dan kerap menyerang satwa liar di Botswana.

Menariknya, meski populasi gajah secara keseluruhan di Afrika menurun karena perburuan liar, tidak demikian di Botswana,.

Negara yang menjadi rumah dari sepertiga gajah di Afrika, mencatat jumlah gajah di negara itu meningkat dari 80.000 ekor pada akhir 1990an jadi 130.000.

Cagar alam yang terkelola baik jadi salah satu faktor peningkatan tersebut.

Namun, tumbuhnya populasi gajah membawa masalah baru bagi para petani, yang lahan garapannya kerap dirusak oleh gajah saat mereka berkeliaran di wilayah selatan Botswana.

baca juga

Sebagai informasi, Presiden Mokgweetsi Masisi pada tahun lalu mencabut larangan berburu satwa liar yang sempat berlaku selama lima tahun. Larangan itu ditetapkan oleh presiden sebelumnya, Ian Khama.

Namun, musim berburu pada tahun ini tetap tidak dapat mengundang banyak wisatawan, karena pandemi Covid-19 membatasi perjalanan di banyak negara dunia. Alhasil, pemburu dari negara-negara yang terdampak Covid-19 tidak dapat masuk Botswana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gajah Bunting Mati Karena Makan Nanas Berisi Petasan

Gajah Bunting Mati Karena Makan Nanas Berisi Petasan

Tekno | Kamis, 04 Juni 2020 | 04:05 WIB

Seekor Gajah Hamil di India Mati setelah Makan Nanas Isi Petasan

Seekor Gajah Hamil di India Mati setelah Makan Nanas Isi Petasan

News | Rabu, 03 Juni 2020 | 17:13 WIB

Imbas Covid-19, Ribuan Gajah Thailand Pulang Kampung Ratusan Kilometer

Imbas Covid-19, Ribuan Gajah Thailand Pulang Kampung Ratusan Kilometer

Video | Sabtu, 30 Mei 2020 | 09:00 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×