Kisah Tragis Fatimah Tewas di Perut Buaya Raksasa Jadi Sorotan Media Asing

Rendy Adrikni Sadikin

Rabu, 17 Juni 2020 | 15:43 WIB
Kisah Tragis Fatimah Tewas di Perut Buaya Raksasa Jadi Sorotan Media Asing
Foto penyembelihan perut buaya.(Padangkita.com)

Suara.com - Nasib tragis Fatimah, 45 tahun, petambak ikat di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, memantik sorotan media asing. Jenazah Fatimah ditemukan di perut buaya raksasa setelah sebelumnya dilaporkan menghilang saat menambak ikan.

Terpantau, ada dua media asing yang menyoroti kematian tragis Fatimah. Keduanya media daring Inggris: The Sun dan Daily Mail. Mereka mengangkat rekaman ketika potongan tubuh Fatimah dikeluarkan dari perut buaya.

Dalam pemberitaan tersebut, disebutkan sejumlah teman sempat mendengar teriakan Fatimah. Disebutkan pula mereka melihat tubuh Fatimah diterkam dan diseret buaya berukuran panjang 6 meter itu ke sungai.

Keesokan harinya, seperti dikutip dari kedua media asing tersebut, buaya yang memangsa Fatimah ditangkap oleh penduduk lokal. Mereka mengamuk dan memotong perut buaya untuk mengeluarkan tubuh Fatimah.

Di rekaman tersebut, terlihat jenazah Fatimah yang berupa potongan dikeluarkan satu persatu dari perut buaya yang terbujur kaku. Sementara, bagian kepala dan beberapa bagian tubuh Fatimah ditemukan di dekat lokasi.

Menyadur The Sun, Kepala Badan SAR Nasional Tarakan, Amiruddin mengatakan polisi kali pertama menembak buaya raksasa itu. "Kemudian, perut buaya dipotong dan beberapa bagian tubuh korban dikeluarkan," ujar dia.

Saksi mata mengatakan Fatimah diserang buaya raksasa ketika tengah memberi makan di tambaknya di Pulau Tibi, Bulungan. Pencarian dilakukan penduduk lokal dan polisi setelah ada laporan mengenai serangan buaya.

Setelah beberapa jam mencari, tim SAR mendapati bagian tubuh dan kepala Fatimah. Pencarian dilakukan hingga mereka menemukan buaya pemangsa itu tengah berada di sekitar sungai.

Bagian tubuh Fatimah dibawa ke Tarakan untuk diserahkan ke pihak keluarganya. "Kami telah memperingatkan penduduk untuk menghindari sungai karena ada kemungkinan buaya di sana," ujar Amirrudin.

baca juga

Melansir Padangkita.com--jaringan Suara.com--, Selasa (16/6/2020), Fatimah ditemukan meninggal dalam kondisi mengenaskan di areal tambak, di pulau Tibi, Bulungan, usai diterkam buaya.

Sebelumnya Fatimah dilaporkan hilang , sekira pukul 09.00 WITA. Menurut laporan yang diterima Kepala Basarnas Tarakan Amiruddin, seorang saksi mata yang melihat korban sedang mengisi bibit ikan di tambaknya. Sehingga timbul dugaan kuat korban menghilang diduga usai diterkam buaya.

Setelahnya Basarnas Tarakan dan tim SAR gabungan lainnya, bergegas ke lokasi kejadian. Upaya berbuah petunjuk, setelah berhasil menemukan beberapa potongan tubuh Fatimah. Di antaranya, kepala korban.

Sektar jam 13.30, tim menemukan buaya yang memangsa korban. Panjang buaya itu sekitar 6 meter. Kemudian buaya itu ditembak personil Polda Kaltara dan Polair Polres Tarakan.

Setelah sang buaya mati perutnya dibelah, dan ditemukan lagi potongan lain dari tubuh korban.

Jenazah korban dibawa ke pelabuhan perikanan di kota Tarakan, dan diserahkan ke keluarga di rumah duka. Operasi SAR dinyatakan selesai, dan ditutup setelah korban telah ditemukan pada jam 3.15 sore.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Detik-detik Potongan Tubuh Fatimah Dikeluarkan dari Perut Buaya Raksasa

Detik-detik Potongan Tubuh Fatimah Dikeluarkan dari Perut Buaya Raksasa

Jogja | Selasa, 16 Juni 2020 | 08:53 WIB

Hilang saat Bekerja, Jenazah Fatimah Ditemukan Terpotong dalam Perut Buaya

Hilang saat Bekerja, Jenazah Fatimah Ditemukan Terpotong dalam Perut Buaya

News | Selasa, 16 Juni 2020 | 08:20 WIB

Terkini

Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon

Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon

Bekaci | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Denny Indrayana Ungkap 3 Alasan Cabut Gugatan Suket Gibran

Denny Indrayana Ungkap 3 Alasan Cabut Gugatan Suket Gibran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:37 WIB

Nova Arianto Ungkap Alasan Pilih Yordania dan USA Jadi Lawan Uji Coba Timnas Indonesia U-20

Nova Arianto Ungkap Alasan Pilih Yordania dan USA Jadi Lawan Uji Coba Timnas Indonesia U-20

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:36 WIB

KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab

KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:31 WIB

Shayne Pattynama Bingung Tak Kunjung Dimainkan Shin Tae-yong di Persija Jakarta

Shayne Pattynama Bingung Tak Kunjung Dimainkan Shin Tae-yong di Persija Jakarta

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Kemudahan Mengontrol Fitur Mobil Listrik Changan Nevo Q05 Lewat Smartphone

Kemudahan Mengontrol Fitur Mobil Listrik Changan Nevo Q05 Lewat Smartphone

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Bulog Perkuat Pengawasan Mitra RPK, Pastikan Penjualan Beras SPHP Sesuai Ketentuan

Bulog Perkuat Pengawasan Mitra RPK, Pastikan Penjualan Beras SPHP Sesuai Ketentuan

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:29 WIB

Perum Bulog Perkuat Pengawasan Mitra RPK, Pastikan Penjualan Beras SPHP Sesuai Ketentuan

Perum Bulog Perkuat Pengawasan Mitra RPK, Pastikan Penjualan Beras SPHP Sesuai Ketentuan

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Kekurangan Gula Rafinasi, Industri Mamin RI Terancam Stop Produksi

Kekurangan Gula Rafinasi, Industri Mamin RI Terancam Stop Produksi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Menginap dan Nikmati Lebih Banyak: ibis Jakarta Raden Saleh Hadirkan Stay Longer, Enjoy More"

Menginap dan Nikmati Lebih Banyak: ibis Jakarta Raden Saleh Hadirkan Stay Longer, Enjoy More"

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:25 WIB

×