Ilmuwan Temukan Virus Corona di Italia Menyebar sejak Bulan Desember

Dany Garjito | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Jum'at, 19 Juni 2020 | 22:49 WIB
Ilmuwan Temukan Virus Corona di Italia Menyebar sejak Bulan Desember
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Ilmuwan Italia menemukan bahwa virus corona sudah ada sejak Desember, jauh sebelum kasus pertama diumumkan.

Menyadur BBC News pada Jumat (19/6/2020), Institut Kesehatan Nasional (ISS) mengatakan air limbah dari Milan dan Turin menunjukkan jejak virus genetika pada 18 Desember.

Dengan adanya temuan ini menambah bukti dari negara lain bahwa virus kemungkinan telah menyebar jauh lebih awal dari yang diperkirakan. Bahkan bisa menjadi salah bukti awal Covid-19 muncul di daratan Eropa.

Pada bulan Mei para ilmuwan Perancis mengatakan seorang pasien yang dirawat karena dugaan pneumonia pada tanggal 27 Desember sebenarnya sudah terinveksi virus corona.

Di Spanyol sebuah penelitian menemukan jejak virus corona di air limbah sudah ada pada pertengahan Januari di Barcelona, sekitar 40 hari sebelum kasus lokal pertama ditemukan.

Dalam studi mereka, para ilmuwan ISS memeriksa 40 sampel yang dikumpulkan dari pabrik pengolahan air limbah di Italia antara Oktober dan Februari lalu.

Pakar kualitas air ISS, Giuseppina La Rosa mengungkapkan bahwa sampel dari Oktober dan November dinyatakan negatif, menunjukkan bahwa virus corona belum ada. Air limbah dari Bologna mulai menunjukkan jejak virus pada Januari.

Giuseppina La Rosa juga menambahkan temuan ini dapat membantu para ilmuwan memahami bagaimana virus mulai menyebar di Italia.

Kasus Covid-19 non-impor pertama yang diketahui di Italia adalah seorang pasien di kota Codogno di wilayah Lombardy. Kota itu ditutup dan dinyatakan sebagai "zona merah" pada 21 Februari.

Disusul sembilan kota lain di yang bertetangga dengan Lombardy dan Veneto dan seluruh wilayah negara diberlakukan lockdown pada awal Maret.

ISS mengatakan hasil ini dapat menunjukkan bahwa air limbah dapat menjadi alat deteksi dini yang strategis karena dapat memberi sinyal keberadaan virus sebelum kasus dikonfirmasi secara klinis. Banyak negara sekarang menggunakan teknik ini, termasuk Jepang.

Lembaga itu mengatakan akan memulai proyek percontohan yang memantau air limbah di resor wisata pada bulan Juli dengan maksud untuk membangun jaringan pemantauan air limbah nasional akhir tahun ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hits: Indonesia Tetap Pakai Hidroksiklorokuin, Ini Kebutuhan Cairan Sehari

Hits: Indonesia Tetap Pakai Hidroksiklorokuin, Ini Kebutuhan Cairan Sehari

Health | Jum'at, 19 Juni 2020 | 20:54 WIB

Jokowi Bandingkan Kasus Covid di Indonesia dengan AS hingga India

Jokowi Bandingkan Kasus Covid di Indonesia dengan AS hingga India

News | Jum'at, 19 Juni 2020 | 20:12 WIB

Ancol Dibuka Besok, Hanya Warga KTP DKI yang Boleh Masuk

Ancol Dibuka Besok, Hanya Warga KTP DKI yang Boleh Masuk

News | Jum'at, 19 Juni 2020 | 19:11 WIB

Terkini

Identitas Pelaku Penembakan di Gedung Putih, Pernah Mengaku Anak Tuhan

Identitas Pelaku Penembakan di Gedung Putih, Pernah Mengaku Anak Tuhan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:07 WIB

Catat! Ini 10 Negara yang Berisiko Terkena Wabah Ebola Setelah Lonjakan Kasus di Kongo

Catat! Ini 10 Negara yang Berisiko Terkena Wabah Ebola Setelah Lonjakan Kasus di Kongo

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:59 WIB

Amerika Ingin Damai tapi Trump Konsisten Ledek Iran: Cuitannya Bikin Heran

Amerika Ingin Damai tapi Trump Konsisten Ledek Iran: Cuitannya Bikin Heran

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:40 WIB

Antisipasi El Nino, BMKG Pasang Alat Pancing Hujan di Sejumlah Gedung Tinggi Jakarta

Antisipasi El Nino, BMKG Pasang Alat Pancing Hujan di Sejumlah Gedung Tinggi Jakarta

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:00 WIB

Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun

Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:26 WIB

Tak Ada Ampun! UPN Yogyakarta Sanksi 5 Dosen Terbukti Pelecehan, Satu Orang Terancam Pecat

Tak Ada Ampun! UPN Yogyakarta Sanksi 5 Dosen Terbukti Pelecehan, Satu Orang Terancam Pecat

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:10 WIB

Detik-Detik Mencekam Saat Jurnalis ABC Terjebak Penembakan Gedung Putih

Detik-Detik Mencekam Saat Jurnalis ABC Terjebak Penembakan Gedung Putih

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 09:22 WIB

Dilaporkan Kasus Dugaan Penyekapan Putri Ahmad Bahar, Hercules Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara!

Dilaporkan Kasus Dugaan Penyekapan Putri Ahmad Bahar, Hercules Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara!

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 09:19 WIB

Lawan Kejati Lampung, Arinal Djunaidi Hadirkan Pakar HTN di Sidang Praperadilan

Lawan Kejati Lampung, Arinal Djunaidi Hadirkan Pakar HTN di Sidang Praperadilan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 09:10 WIB

Rentetan Tembakan Mencekam Paksa Gedung Putih Lockdown Total

Rentetan Tembakan Mencekam Paksa Gedung Putih Lockdown Total

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 08:02 WIB