Di Tengah Pandemi Corona, Menteri Kesehatan Zimbabwe Malah Terlibat Korupsi

Reza Gunadha | Arief Apriadi | Suara.com

Minggu, 21 Juni 2020 | 20:23 WIB
Di Tengah Pandemi Corona, Menteri Kesehatan Zimbabwe Malah Terlibat Korupsi
Ilustrasi - korupsi. ANTARA/Shutterstock/am.

Suara.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Zimbabwe, Obadiah Moyo ditangkap otoritas berwenang setelah terbukti melakukan tindak korupsi. Kekinian, dia telah dilepaskan pengadilan dengan jaminan 2.000 dolar AS.

Menyadur Aljazeera, Obadiah Moyo ditangkap menyusul tuduhan korupsi terkait penyelewengan dalam kesepakatan sebesar 60 juta dolar AS untuk pengadaan tes kit dan peralatan medis Covi-19.

Keputusan merilis Moyo dengan jaminan tidak ditentang pengadilan. Jaksa kekinian sedang menyelidiki tiga dakwaan lainnya, termasuk dakwaan penyalahgunaan jabatan yang bisa dijatuhi hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Dalam kasus terbaru, Obadiah Moyo dituduh coba memaksa departemen keuangan untuk membayar 15.000 alat uji virus Corona yang tertahan di bandara.

Moyo ditangkap karena berurusan dengan Drax International LLC dan Drax Consult SAGL. Perusahaan penuntut mengklaim kontrak diberikan secara ilegal oleh kementerian kesehatan tanpa proses tender yang kompetitif.

Anak-anak di Zimbabwe makan sadza (WFP)
Anak-anak di Zimbabwe makan sadza (WFP)

"Terdakwa bertindak bertentangan atau tidak konsisten dengan kewajiban fidusia," kata hakim Munamato Mutevedzi dikutip Aljazeera, Minggu (21/6/2020).

"Tindakan terdakwa menunjukkan kebaikan pada perusahaan Drax," tambahnya.

Pekan lalu Delish Nguwaya, perwakilan lokal Drax International, telah ditangkap sebagai bagian dari penyelidikan yang sama.

Moyo, yang harus hadir di pengadilan lagi pada tanggal 31 Juli mendatang, adalah menteri kedua dalam kabinet Presiden Mnangagwa yang ditangkap atas tuduhan korupsi tingkat tinggi.

Sebelumnya pada Juli tahun lalu, mantan Menteri Pariwisata Prisca Mupfumira didakwa atas tuduhan korupsi yang menurut jaksa terkait dengan perannya sebelumnya sebagai menteri tenaga kerja yang mengawasi dana pensiun negara sebesar 1 miliar dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dugaan Penggelapan Dana Bansos di Bantul, Eko: Penjarakan Malingnya!

Dugaan Penggelapan Dana Bansos di Bantul, Eko: Penjarakan Malingnya!

Jogja | Jum'at, 19 Juni 2020 | 13:56 WIB

Menkes: Sekolah Bisa Ditutup Kalau Ada Kasus Positif Covid-19

Menkes: Sekolah Bisa Ditutup Kalau Ada Kasus Positif Covid-19

News | Selasa, 16 Juni 2020 | 06:05 WIB

Kematian Akibat Covid-19 Tembus 3.000 Orang, Menkes Chile Dipecat

Kematian Akibat Covid-19 Tembus 3.000 Orang, Menkes Chile Dipecat

News | Minggu, 14 Juni 2020 | 11:57 WIB

Potret Ngenes Zimbabwe, Hadapi Pandemi Dalam Kelaparan dan Kekeringan

Potret Ngenes Zimbabwe, Hadapi Pandemi Dalam Kelaparan dan Kekeringan

Health | Selasa, 09 Juni 2020 | 15:03 WIB

Terkini

Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja

Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:39 WIB

Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1

Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:35 WIB

Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari

Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:16 WIB

PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif

PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:11 WIB

Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran

Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran

News | Kamis, 16 April 2026 | 07:26 WIB

Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai

Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai

News | Kamis, 16 April 2026 | 07:21 WIB

Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian

Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian

News | Kamis, 16 April 2026 | 07:17 WIB

ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru

ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru

News | Rabu, 15 April 2026 | 23:00 WIB

H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen

H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen

News | Rabu, 15 April 2026 | 22:30 WIB

Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

News | Rabu, 15 April 2026 | 22:23 WIB