Lockdown Kembali Diberlakukan di Jerman, Berasal dari Pabrik Daging

Deutsche Welle

Rabu, 24 Juni 2020 | 09:55 WIB
Lockdown Kembali Diberlakukan di Jerman, Berasal dari Pabrik Daging
[DW Indonesia].

Suara.com - Pemerintah negara bagian Nordrhein Westfalen (NRW) hari Selasa (23/6) kembali menerapkan lockdown di Distrik Gütersloh, setelah infeksi dari pabrik pengolahan daging meluas.

"Kami kembali menerapkan pembatasan kontak seperti (yang berlaku) bulan Maret lalu“, kata Perdana Menteri NRW Armin Laschet hari Selasa (23/6). Dia menambahkan, penerapan lockdown akan diawasi dengan ketat.

Ratusan polisi dikerahkan untuk mengawasi penerapan lockdown dan karantina ketat terhadap pekerja hampir 7000 pekerja pabrik pengolahan daging, yang menjadi sumber infeksi baru di distrik Gütersloh.

Namun Armin Laschet menekankan, bantuan kemanusiaan akan diberikan kepada mereka yang terkena dampak lockdown.

Penerapan lockdown itu berlaku terbatas untuk distrik Gütersloh, setelah angka infeksi melonjak menjadi lebih 1500 kasus. Selain pada pekerja pabrik pengolahan daging, kasus infeksi juga ditemukan pada beberapa keluarga.

Polisi juga sekarang mengawal tim khusus yang dikerahkan untuk melakukan tes Covid-19. Infeksi meluas dari pabrik pengolahan daging.

Penerapan lockdown diberlakukan kembali setelah angka infeksi dari pabrik pengolahan daging milik perusahaan keluarga Tönnies meluas di kalangan pekerja akhir minggu lalu.

Gerak cepat aparat kesehatan berhasil membatasi infeksi yang sebagian besar terbatas di kalangan pekerja pabrik.

Sejak hari Jumat (19/6), pabrik yang berada di distrik Gütersloh itu sudah dilarang beroperasi dan karantina ketat diberlakukan kepada sekitar 7000 pekerja. Untuk melakukan penelusuran ketat dan mengawasi penerapan karantina, otoritas setempat meminta bantuan militer Jerman, Bundeswehr.

baca juga

Polisi dan militer menutup beberapa kompleks perumahan dengan menggelar pagar kawat berduri. Ada 32 satuan tugas yang dibentuk untuk melakukan tes dan penelusuran kontak secara proaktif dengan mendatangi para pekerja di tempat mereka tinggal.

Tim itu terdiri dari anggota kantor pemerintahan distrik, anggota dinas kesehatan, Palang Merah Jerman, anggota Bundeswehr dan tim penerjemah.

Kritik tajam kepada pemilik pabrik

Pabrik pengolahan daging yang jadi sorotan itu milik keluarga Tönnies, pengusaha pengolahan daging terbesar Jerman. Kepala Distrik Gütersloh,Sven-Georg-Adenauer melontarkan kritik keras kepada pengelola pabrik yang "tidak bekerja sama" dengan baik.

"Pihak pabrik tidak mampu, atau tidak mau, menyerahkan daftar alamat dari 1300 pekerja," katanya, sehingga aparat berwenang melakukan penggeledahan langsung dan "setelah bekerja keras selama beberapa jam" akhirnya berhasil memiliki semua alamat dari semua pekerja pabrik.

Anggota Bundeswehr lalu dikerahkan menjaga areal pabrik dan mengawasi pekerja yang keluar-masuk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cara Reset HP Oppo ke Setelan Pabrik untuk Semua Tipe, Amankan Data

Cara Reset HP Oppo ke Setelan Pabrik untuk Semua Tipe, Amankan Data

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 12:24 WIB

Pabrik di Subang Beroperasi, BYD Batal Bangun Pabrik di Malaysia

Pabrik di Subang Beroperasi, BYD Batal Bangun Pabrik di Malaysia

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 18:58 WIB

Midea Perkuat Basis Manufaktur di Indonesia, Produksi Capai 3 Juta Unit dan Ekspansi Pabrik

Midea Perkuat Basis Manufaktur di Indonesia, Produksi Capai 3 Juta Unit dan Ekspansi Pabrik

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 11:18 WIB

ANTAM Bangun Pabrik Logam Mulia 30 Ton di Gresik

ANTAM Bangun Pabrik Logam Mulia 30 Ton di Gresik

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 19:23 WIB

Krisis Otomotif Paksa Volkswagen Sulap Pabrik Mobil Jadi Fasilitas Militer

Krisis Otomotif Paksa Volkswagen Sulap Pabrik Mobil Jadi Fasilitas Militer

Otomotif | Rabu, 09 September 2026 | 17:15 WIB

Mobil Listrik BYD DIproduksi di Subang, Jangan Harap Harga Jadi Lebih Murah...

Mobil Listrik BYD DIproduksi di Subang, Jangan Harap Harga Jadi Lebih Murah...

Otomotif | Senin, 07 September 2026 | 09:45 WIB

Pabrik Subang Beroperasi BYD Pastikan Tidak Ada Lagi Mobil Impor CBU

Pabrik Subang Beroperasi BYD Pastikan Tidak Ada Lagi Mobil Impor CBU

Otomotif | Jum'at, 04 September 2026 | 14:22 WIB

Sempat Molor dari Waktu yang Dijanjikan, Pabrik BYD Akhirnya Diresmikan

Sempat Molor dari Waktu yang Dijanjikan, Pabrik BYD Akhirnya Diresmikan

Otomotif | Kamis, 03 September 2026 | 19:45 WIB

Presiden Prabowo Batal Resmikan Pabrik BYD dengan Investasi Rp 11,7 Triliun

Presiden Prabowo Batal Resmikan Pabrik BYD dengan Investasi Rp 11,7 Triliun

Otomotif | Kamis, 03 September 2026 | 15:51 WIB

Menperin: Mulai 2030 TKDN Mobil Listrik Capai 80 Persen

Menperin: Mulai 2030 TKDN Mobil Listrik Capai 80 Persen

Otomotif | Kamis, 03 September 2026 | 13:07 WIB

Terkini

Mengukur Kecocokan Jodoh Andre Taulany dan Amanda Rigby dari Weton: Banyak Rezeki Tapi Waspada Ujian

Mengukur Kecocokan Jodoh Andre Taulany dan Amanda Rigby dari Weton: Banyak Rezeki Tapi Waspada Ujian

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 12:39 WIB

Keberangkatan Skuad Bangladesh Jelang Hadapi Timnas Indonesia Diwarnai Aksi Bakar-bakaran Suporter

Keberangkatan Skuad Bangladesh Jelang Hadapi Timnas Indonesia Diwarnai Aksi Bakar-bakaran Suporter

Bola | Senin, 21 September 2026 | 12:36 WIB

Kekeringan Parah Melanda Sri Lanka, Angkatan Udara Terbangkan Biksu untuk Berdoa Minta Hujan

Kekeringan Parah Melanda Sri Lanka, Angkatan Udara Terbangkan Biksu untuk Berdoa Minta Hujan

News | Senin, 21 September 2026 | 12:35 WIB

Review Film The Last Sunrise: Nikmatnya Jatuh Cinta di Detik-Detik Terakhir

Review Film The Last Sunrise: Nikmatnya Jatuh Cinta di Detik-Detik Terakhir

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 12:34 WIB

Novel Melodi Senin: Di Balik Kebiasaan Bolos, Ada Mimpi yang Dikejar

Novel Melodi Senin: Di Balik Kebiasaan Bolos, Ada Mimpi yang Dikejar

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 12:30 WIB

Mengapa Suara Nelayan Penting dalam Pembangunan Giant Sea Wall di Teluk Jakarta?

Mengapa Suara Nelayan Penting dalam Pembangunan Giant Sea Wall di Teluk Jakarta?

News | Senin, 21 September 2026 | 12:30 WIB

Pajak Toko Online Harus Terintegrasi untuk Cegah Pemungutan Berganda

Pajak Toko Online Harus Terintegrasi untuk Cegah Pemungutan Berganda

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 12:24 WIB

Ada BRIZZI ARKIV di Blok M Hub, Saatnya Jelajahi Karya Lokal

Ada BRIZZI ARKIV di Blok M Hub, Saatnya Jelajahi Karya Lokal

Bali | Senin, 21 September 2026 | 12:24 WIB

Rano Karno: Jakarta Boleh Makin Modern, Tapi Akar Sejarah Harus Makin Dalam

Rano Karno: Jakarta Boleh Makin Modern, Tapi Akar Sejarah Harus Makin Dalam

News | Senin, 21 September 2026 | 12:23 WIB

Viral Kopdes Bakal Dibangun di Lokasi Taman Poltek Rumbai Pekanbaru

Viral Kopdes Bakal Dibangun di Lokasi Taman Poltek Rumbai Pekanbaru

Riau | Senin, 21 September 2026 | 12:22 WIB

×