Khawatir Serang Warga, Ratusan Monyet di Thailand Disterilisasi

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Rabu, 24 Juni 2020 | 18:35 WIB
Khawatir Serang Warga, Ratusan Monyet di Thailand Disterilisasi
Ilustrasi monyet - (Pixabay/da-holledauer)

Suara.com - Pemerintah Thailand melakukan sterilisasi pada ratusan monyet di sebuah kota yang terkenal dengan populasi monyetnya yang banyak.

Menyadur Channel News Asia, kawanan monyet tersebut disterilisasi karena kelaparan dan mulai mencari makan ke rumah-rumah penduduk selama pandemi Covid-19 dan ditakutkan akan menyerang warga sekitar.

Provinsi Lopburi dan 2.000 monyetnya telah lama menjadi daya tarik bagi wisatawan dari seluruh dunia, yang biasanya memberi makan mereka dan berpose bersama mereka.

Namun, sejak Thailand menutup perbatasannya pada 4 April untuk mengendalikan penyebaran virus corona, monyet tidak beradaptasi dengan baik dengan new normal mereka.

"Mereka begitu bergantung pada turis yang memberi mereka makan dan kota tidak menyediakan ruang bagi mereka untuk berjuang sendiri," kata Supakarn Kaewchot, seorang dokter hewan pemerintah.

"Dengan hilangnya para wisatawan, mereka menjadi lebih agresif, menyerang manusia demi makanan untuk bertahan hidup," katanya kepada Reuters.

"Mereka menyerang bangunan dan memaksa penduduk setempat meninggalkan rumah mereka." tambahnya.

Supakarn menjelaskan bahwa tidak seperti monyet di alam liar, monyet kota tidak perlu berburu makanan, memberi mereka lebih banyak waktu dan energi untuk reproduksi itu dapat menyebabkan masalah.

Untuk mencoba mengendalikan populasi mereka yang cepat berkembang, pihak berwenang telah menempatkan kandang besar di sekitar kota yang berisi buah-buahan sebagai umpan agar mereka mau masuk ke kandang. Pemerintah Thailand berharap dapat menangkap sekitar 300 monyet untuk sterilisasi.

Dari kandang, monyet dipindahkan ke meja operasi, untuk dibius, dicukur dan ditato dengan nomor referensi unik di bawah lengan mereka.

Mereka berbaring telentang di bawah kain hijau saat dokter hewan melakukan vasektomi atau operasi ligasi tuba. Setelah dioperasi, monyet-monyet tersebut akan pulih dalam satu malam sebelum dikembalikan ke kawanan masing-masing.

Pemerintah Thailand berencana mensterilkan 500 monyet selama dua bulan ke depan.

Supakarn mengatakan bahwa operasi sterilisasi ini tidak akan menimbulkan ancaman bagi populasi monyet dan tujuannya hanya untuk memperlambat laju pertumbuhannya. "Kami tidak melakukan ini di alam liar, hanya di daerah kota," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keluar Pelatnas PBSI Tanpa Izin Saat Karantina, Tania Diskors Tiga Bulan

Keluar Pelatnas PBSI Tanpa Izin Saat Karantina, Tania Diskors Tiga Bulan

Sport | Selasa, 23 Juni 2020 | 21:18 WIB

Tiga Pegawai Positif Covid-19, Kantor Camat Bukit Raya Ditutup Sementara

Tiga Pegawai Positif Covid-19, Kantor Camat Bukit Raya Ditutup Sementara

News | Selasa, 23 Juni 2020 | 20:41 WIB

Permintaan Tinggi, WHO Ingin Produksi Deksametason Ditingkatkan

Permintaan Tinggi, WHO Ingin Produksi Deksametason Ditingkatkan

News | Selasa, 23 Juni 2020 | 21:05 WIB

Terkini

Satgas PKH Buka Suara Soal Pertemuan Letjen Richard Tampubolon dengan Gubernur Sherly

Satgas PKH Buka Suara Soal Pertemuan Letjen Richard Tampubolon dengan Gubernur Sherly

News | Sabtu, 18 April 2026 | 08:10 WIB

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

News | Sabtu, 18 April 2026 | 00:03 WIB

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 23:21 WIB

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:55 WIB

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:38 WIB

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:30 WIB

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:27 WIB

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:13 WIB

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB