Permintaan Tinggi, WHO Ingin Produksi Deksametason Ditingkatkan

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Selasa, 23 Juni 2020 | 21:05 WIB
Permintaan Tinggi, WHO Ingin Produksi Deksametason Ditingkatkan
Dexamethasone alias deksametason disebut bermanfaat bagi pasien Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - WHO menyerukan peningkatan produksi deksametason dalam waktu singkat karena obat ini telah terbukti mengurangi kematian pada pasien kritis virus corona.

Menyadur CNA pada Selasa (23/06/2020), Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan permintaan terus melonjak setelah Inggris mengumumkan hasil uji coba mereka terbukti efektif.

"Meskipun data masih awal, temuan baru-baru ini tentang steroid deksametason memiliki potensi penyelamatan jiwa bagi pasien Covid-19 yang sakit kritis memberi kami alasan yang sangat dibutuhkan untuk merayakannya," ujar Tedros pada konferensi pers virtual di Jenewa.

Pekan lalu, sekitar 2.000 pasien diberi deksametason oleh para peneliti yang dipimpin oleh tim dari Oxford Unversity. Hasilnya obat ini terbukti mengurangi kematian hingga 35 % pada pasien kritis.

"Tantangan selanjutnya adalah meningkatkan produksi dan mendistribusikan deksametason secara cepat dan merata ke seluruh dunia, dengan fokus pada tempat yang paling dibutuhkan," lanjut Tedros.

WHO menekankan bahwa deksametason hanya boleh digunakan untuk pasien dengan penyakit parah atau kritis di bawah pengawasan klinis yang ketat.

Dexamethasone, obat yang terbukti manjur lawan Covid-19. [Shutterstock]
Dexamethasone, obat yang terbukti manjur lawan Covid-19. [Shutterstock]

"Tidak ada bukti bahwa obat itu bekerja untuk pasien dengan penyakit ringan atau sebagai tindakan pencegahan dan itu dapat menyebabkan bahaya," Tedros memperingatkan.

Tedros bersikeras bahwa negara-negara dengan pasien kritis adalah prioritas dalam penyebaran obat ini. Ia juga memperingatkan pemasok tentang kualitas karena ada risiko tinggi produk palsu masuk ke pasar.

Jumlah kasus virus corona yang dikonfirmasi di seluruh dunia kini mencapai 9juta dan menewaskan lebih dari 468.500 orang sejak wabah dimulai di China pada Desember lalu.

baca juga

Setelah wabah awal di China, pusat virus pindah dari Asia Timur ke Eropa dan sekarang di Amerika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belajar dari Hidroksiklorokuin, Ahli Tegaskan Hati-Hati Soal Deksametason

Belajar dari Hidroksiklorokuin, Ahli Tegaskan Hati-Hati Soal Deksametason

Health | Kamis, 18 Juni 2020 | 14:48 WIB

Disebut Ampuh pada Covid-19 Parah, Bagaimana Cara Kerja Obat Deksametason?

Disebut Ampuh pada Covid-19 Parah, Bagaimana Cara Kerja Obat Deksametason?

Health | Kamis, 18 Juni 2020 | 12:11 WIB

5 Fakta Deksametason, Obat Covid-19 Pertama yang Sembuhkan Pasien Kritis

5 Fakta Deksametason, Obat Covid-19 Pertama yang Sembuhkan Pasien Kritis

Health | Rabu, 17 Juni 2020 | 19:10 WIB

Terkini

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:40 WIB

Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya

Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya

Kaltim | Minggu, 27 September 2026 | 09:40 WIB

BEI Hapus Kriteria Papan Pemantauan Khusus, Besok Harga Minimum Saham Jadi Rp1

BEI Hapus Kriteria Papan Pemantauan Khusus, Besok Harga Minimum Saham Jadi Rp1

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 09:35 WIB

Jalan Aroepala Dibuka Penuh, Gubernur Sulsel: Akses Gowa-Makassar Makin Lancar

Jalan Aroepala Dibuka Penuh, Gubernur Sulsel: Akses Gowa-Makassar Makin Lancar

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:26 WIB

Komunitas Otomotif Jajal Pengecekan Spooring Instan di Automechanika Jakarta 2026

Komunitas Otomotif Jajal Pengecekan Spooring Instan di Automechanika Jakarta 2026

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 09:20 WIB

Review The Love Hypothesis: Fake Dating yang Manis, Romantis, dan Humoris

Review The Love Hypothesis: Fake Dating yang Manis, Romantis, dan Humoris

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:20 WIB

Rekor Dunia Pecah! Begini Reaksi Presiden Prabowo ke Lifter Rahmat Erwin

Rekor Dunia Pecah! Begini Reaksi Presiden Prabowo ke Lifter Rahmat Erwin

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:15 WIB

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:00 WIB

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:50 WIB

Belasan Wanita dan 2 Pria Terjaring Razia Satpol PP di Jondul Pekanbaru

Belasan Wanita dan 2 Pria Terjaring Razia Satpol PP di Jondul Pekanbaru

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 08:48 WIB

×