Data Gugus Tugas Covid-19 di BLC: Ada 245 Ribu Pasien Covid di Rumah Sakit

Bimo Aria Fundrika, Ummi Hadyah Saleh

Rabu, 24 Juni 2020 | 21:03 WIB
Data Gugus Tugas Covid-19 di BLC: Ada 245 Ribu Pasien Covid di Rumah Sakit
Sosok Dewi Nur Aisyah (Foto: BNPB).

Suara.com - Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Dewi Nur Aisyah mengatakan bahwa hingga kini ada 245 ribu data pasien Covid-19 yang terdapat di rumah sakit (RS) dan 380 ribu data pemeriksaan spesimen di laboratorium.

Selain itu juga ada lebih dari 76 ribu data penyelidikan data epidemiologi. Semua data tersebut berasal dari sistem Bersatu Lawan Covid (BLC) yang mengintegrasikan semua data untuk penanganan Covid-19.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Ditemui di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (24/6/2020), Dewi menuturkan sistem BLC ini merupakan sebuah hasil dari kolaborasi dan koordinasi yang sangat baik antara seluruh komponen di Gugus Tugas.

Pihaknya juga menggunakan basis teknologi sebagai pendukung utama. Selain itu, BLC juga mencakup data logistik, data mobilitas penduduk yang juga bisa dilihat.

"Kita menggunakan teknologi sebagai pendukung utama. Dimulai dari integrasi big data, penggunaan otomasi machine learning, advance analysis, dan dapat informasi untuk sama-sama melihat Indonesia tengah berada di mana dan sejauh mana kita sudah bergerak," ucap dia.

Dewi juga menjelaskan, dashboard yang dimiliki BLC, menunjukkan pergerakan kasus Covid-19 di Indonesia secara kumulatif baik data pasien positif berdasarkan gejala dan kondisi penyerta, status riwayat perjalanan, hingga tempat pasien dirawat.

"Kemudian kita juga melihat insiden kumulatif per 1 juta penduduk. Dan provinsi mana dengan angka kematian tertinggi dibanding kesembuhannya," kata Dewi.

Lebih lanjut, Dewi menyebut selain data survailans, pihaknya juga memiliki data RS yang terkumpul di lebih dari 1.687 RS di seluruh Indonesia.

Kata dia, dengan angka yang sama untuk melihat perkembangan OTG, PDP ODP, pasien positif, kontak perjalanan dan kontak erat.

baca juga

"Kita juga memiliki mobile aplikasi Bersatu Lawan Covid untuk memantau pergerakan penduduk dari satu daerah ke daerah yang lain," katanya.

Dewi menuturkan sejak dikembangkan pada pertengahan April 2020, semua data harus terintegrasi. Pasalnya BLC dikembangkan untuk mempercepat alur pelaporan data dari daerah sampai pusat.

"Seluruh data dan info terkait Covid-19 harus masuk ke dalam Gugus Tugas. Seluruh data kesehatan dikumpulkan melalui puskesmas, RS, Dinas Kesehatan dan Laboratorium, masuk ke dalam sebuah sistem dan data ini kita olah, cleaning dan analisis," kata dia.

Adapun hasil analisis data dari BLC akan dikeluarkan dalam bentuk grafik dan informasi. Nantinya Pemerintah provinsi atau daerah dapat melihat data tersebut dalam satu dashboard yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Apresiasi Gugus Tugas di Daerah Berhasil Tekan Kasus Corona

Jokowi Apresiasi Gugus Tugas di Daerah Berhasil Tekan Kasus Corona

News | Rabu, 24 Juni 2020 | 13:25 WIB

Komisi X Minta Gugus Tugas Covid-19 Harus Sosialisasi Protokol Normal Baru

Komisi X Minta Gugus Tugas Covid-19 Harus Sosialisasi Protokol Normal Baru

DPR | Selasa, 23 Juni 2020 | 14:15 WIB

Tim Pakar Gugus Tugas: Kenaikan Kasus Corona Jauh dari Proyeksi Pihak Luar

Tim Pakar Gugus Tugas: Kenaikan Kasus Corona Jauh dari Proyeksi Pihak Luar

News | Jum'at, 19 Juni 2020 | 16:27 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×