The Indonesian Institute: Waspada Mahar Politik Jelang Pilkada 2020

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 26 Juni 2020 | 20:12 WIB
The Indonesian Institute: Waspada Mahar Politik Jelang Pilkada 2020
Ilustrasi Pilkada. (Antara)

Suara.com - Pilkada serentak 2020 akan digelar pada Desember 2020 mendatang. Memperhatikan setiap tahapannya, The Indonesian Institute (TII) meminta semua pihak untuk mewaspadai munculnya mahar politik jelang pendaftaran calon kepala daerah.

Manajer Riset dan Program TII Arfianto Purbolaksono mengatakan praktik mahar politik jelang Pilkada sangat penting untuk diawasi. Pasalnya, praktik tersebut sudah biasa dilakukan pada pilkada-pilkada sebelumnya.

Padahal, pemberian mahar politik itu dilarang oleh Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota. Dalam pasal 187B dan 187C disebutkan larangan bagi partai politik atau gabungan partai politik menerima imbalan dalam bentuk apapun selama proses pencalonan kepala daerah.

"Peraturan itu juga melarang setiap orang memberikan imbalan kepada partai dalam proses pencalonan pilkada," kata Anto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/6/2020).

Anto menjelaskan praktik mahar politik itu bisa muncul karena lemahnya institusionalisasi partai politik di Indonesia.

Persoalan institusionalisasi partai disebabkan karena pertama, masih kuatnya pengaruh figur di internal parpol, di mana ciri dari belum kuatnya institusionalisasi parpol adalah dominasi personal dari seorang elit politik.

"Konsekuensi dari kuatnya pengaruh elit dalam tubuh partai politik di Indonesia menyebabkan rekuitmen politik hanya dikuasai oleh sekelompok orang. Kuatnya pengaruh elit dalam rekrutmen politik menyebabkan biaya politik untuk menempati jabatan politik menjadi mahal," ujarnya.

"Hal ini dikarenakan para kandidat harus menyerahkan mahar politik kepada partai politik. Padahal rekrutmen politik merupakan salah satu fungsi yang penting dari partai politik," tambahnya.

Menurutnya, ada cara untuk menghilangkan mahar politik dalam penyelenggaraan Pilkada 2020, yakni penguatan kelembagaan partai politik agar menjadi instutusi demokrasi yang kuat dan berjalan dengan optimal.

baca juga

Kemudian juga upaya untuk memperbaiki rekrutmen politik di mana rekrutmen politik harus dilakukan dengan menerapkan asas kesetaraan, merit sistem dan representasi gender.

"Proses rekrutmen politik juga harus dijalankan dengan asas terbuka, transparan, dan akuntabel," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahfud MD Sebut Anggaran Pilkada Sudah Cair, Tapi Ada Miskomunikasi

Mahfud MD Sebut Anggaran Pilkada Sudah Cair, Tapi Ada Miskomunikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2020 | 15:53 WIB

Cegah Korupsi di Pilkada 2020, Mahfud Minta KPK Ikut Awasi

Cegah Korupsi di Pilkada 2020, Mahfud Minta KPK Ikut Awasi

News | Kamis, 25 Juni 2020 | 13:29 WIB

Kasus Covid di RI Masih Tinggi, Peneliti TII Minta Pilkada 2020 Ditunda

Kasus Covid di RI Masih Tinggi, Peneliti TII Minta Pilkada 2020 Ditunda

News | Rabu, 24 Juni 2020 | 14:52 WIB

Anggaran APD Pilkada 2020 Belum Pasti, Ketua KPU Khawatir Petugas Dipidana

Anggaran APD Pilkada 2020 Belum Pasti, Ketua KPU Khawatir Petugas Dipidana

News | Selasa, 23 Juni 2020 | 20:56 WIB

Polri Siapkan Dua Pertiga Kekuatan untuk Amankan Pilkada Serentak 2020

Polri Siapkan Dua Pertiga Kekuatan untuk Amankan Pilkada Serentak 2020

News | Selasa, 23 Juni 2020 | 16:40 WIB

Terkini

Dihapus dari Masa Lalu, Diburu oleh Teka-Teki: Kisah Kyla dalam Slated

Dihapus dari Masa Lalu, Diburu oleh Teka-Teki: Kisah Kyla dalam Slated

Your Say | Jum'at, 04 September 2026 | 12:30 WIB

Karhutla Terus Berulang, Bagaimana Nasib Target FOLU Net Sink 2030?

Karhutla Terus Berulang, Bagaimana Nasib Target FOLU Net Sink 2030?

News | Jum'at, 04 September 2026 | 12:26 WIB

Sudah Jadi Mahasiswa, Kenapa Tiga Anak Ini Masih Gugat Ayah soal Nafkah Rp700 Juta?

Sudah Jadi Mahasiswa, Kenapa Tiga Anak Ini Masih Gugat Ayah soal Nafkah Rp700 Juta?

Sumsel | Jum'at, 04 September 2026 | 12:17 WIB

Imigrasi Belawan Hadirkan Pasporia di Car Free Day, Warga Kini Bisa Urus Paspor di Akhir Pekan

Imigrasi Belawan Hadirkan Pasporia di Car Free Day, Warga Kini Bisa Urus Paspor di Akhir Pekan

Sumut | Jum'at, 04 September 2026 | 12:15 WIB

Catat Tanggalnya! Kim Ji-won Jadi Dokter di Doctor X Mulai Oktober 2026

Catat Tanggalnya! Kim Ji-won Jadi Dokter di Doctor X Mulai Oktober 2026

Your Say | Jum'at, 04 September 2026 | 12:15 WIB

Anak Hobi Main di Luar? Ini 6 Cara Biar Tetap Segar dan Wangi Seharian

Anak Hobi Main di Luar? Ini 6 Cara Biar Tetap Segar dan Wangi Seharian

Health | Jum'at, 04 September 2026 | 12:13 WIB

Kapan Rice Cooker Harus Diganti? Kenali Tanda-Tanda yang Perlu Diperhatikan

Kapan Rice Cooker Harus Diganti? Kenali Tanda-Tanda yang Perlu Diperhatikan

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 12:10 WIB

Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan

Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan

News | Jum'at, 04 September 2026 | 12:09 WIB

Aktivitas Tambang Disebut Racuni Udara Palu

Aktivitas Tambang Disebut Racuni Udara Palu

Sulsel | Jum'at, 04 September 2026 | 12:06 WIB

Mengapa Sabun Cuci Muka Berbusa Melimpah Justru Bisa Membuat Kulit Semakin Berminyak?

Mengapa Sabun Cuci Muka Berbusa Melimpah Justru Bisa Membuat Kulit Semakin Berminyak?

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 12:05 WIB

×