Terpapar Paham Ekstrimis, Satu Kompi Pasukan Elite KSK Jerman Dibubarkan

Syaiful Rachman

Rabu, 01 Juli 2020 | 21:47 WIB
Terpapar Paham Ekstrimis, Satu Kompi Pasukan Elite KSK Jerman Dibubarkan
Ilustrasi aksi coret pendukung Nazi di Jerman. [BBC]

Suara.com - Menteri pertahanan Jerman mengatakan dirinya telah memerintahkan pembubaran sebagian pasukan elite komando, KSK, yang terus dikecam atas pengaruh ekstremisme sayap kanan di jajarannya.

Annegret Kramp-Karrenbauer mengatakan kepada sebuah surat kabar bahwa sebagian pasukan KSK bertindak sendiri, lepas dari rantai komando militer Jerman.

Pada Mei lalu, polisi Jerman menyita bahan peledak dan senjata di rumah seorang prajurit KSK.

Kemudian pada Januari silam, intelijen militer mengatakan ada hampir 600 tersangka pendukung sayap kanan di angkatan darat tahun lalu.

Mereka juga mengatakan KSK (Pasukan Komando Khusus) merupakan masalah khusus, lantaran ada 20 anggotanya dicurigai sebagai ekstremis sayap kanan.

KSK telah "menjadi sebagian independen" dari rantai komando, dengan "budaya kepemimpinan yang beracun", kata Kramp-Karrenbauer kepada surat kabar Sueddeutsche Zeitung.

Kramp-Karrenbauer telah membentuk kelompok kerja pada Mei lalu untuk memeriksa persoalan ini, dan tim tersebut mempresentasikan laporan temuannya pada Selasa (01/07).

Keberadaan KSK "tidak dapat dilanjutkan dengan bentuk saat ini" dan harus "diintegrasikan lebih baik ke Bundeswehr [angkatan bersenjata Jerman]", kata laporan itu, seperti dikutip kantor berita AFP.

Salah satu dari empat kompi dalam pasukan elite tersebut, yang wujud ekstremismenya disebut paling marak, akan dibubarkan dan tidak akan diganti, ujar menteri.

baca juga

"Siapa pun yang berubah menjadi ekstremis sayap kanan tidak memiliki tempat di Bundeswehr dan harus meninggalkannya," katanya kepada radio Jerman.

Berbagai operasi KSK akan dipindahkan ke unit lain, dan mereka tidak akan ambil bagian dalam latihan dan misi internasional sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Lebih lanjut Kramp-Karrenbauer mengatakan, temuan terbaru - termasuk hilangnya 48.000 amunisi dan 62 kilogram bahan peledak - "mengganggu" dan "mengkhawatirkan".

Investigasi internal akan dilakukan untuk menentukan apakah barang-barang itu dicuri atau hilang lantaran sistem pembukuan yang ceroboh, katanya.

Pasukan Komando Khusus (KSK) Jerman didirikan pada 1996, dan memiliki sekitar 1.000 tentara terlatih untuk menangani situasi krisis, misalnya membebaskan sandera di luar negeri, yang saat itu tidak mungkin dilakukan tanpa bantuan pasukan dari negara lain.

Persoalan di tubuh militer yang ditandai maraknya dukungan kepada kelompok sayap kanan, muncul pada 2017.

Inspeksi diperintahkan di semua barak militer ketika ditemukan memorabilia era Nazi di dua barak.

Banyak di antara para serdadu dicurigai memiliki hubungan dengan kelompok sayap kanan dan dianggap bersimpati dengan partai oposisi utama Jerman, AfD.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

TB Hasanuddin: Kritik Pemerintah Bukan Ekstremisme, Perpres 8/2026 Rawan Multitafsir

TB Hasanuddin: Kritik Pemerintah Bukan Ekstremisme, Perpres 8/2026 Rawan Multitafsir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:33 WIB

Kusala Sastra Khatulistiwa Hadir Kembali, Tiga Karya Terbaik Raih Penghargaan 2025

Kusala Sastra Khatulistiwa Hadir Kembali, Tiga Karya Terbaik Raih Penghargaan 2025

Lifestyle | Senin, 30 Juni 2025 | 13:54 WIB

Daftar Panjang Kusala Sastra Khatulistiwa 2025

Daftar Panjang Kusala Sastra Khatulistiwa 2025

Lifestyle | Senin, 19 Mei 2025 | 13:18 WIB

Menkominfo Akui Platform Meta Jadi Sarang Konten Radikalisme dan Terorisme

Menkominfo Akui Platform Meta Jadi Sarang Konten Radikalisme dan Terorisme

Tekno | Minggu, 24 Maret 2024 | 14:45 WIB

Sempat Terkendala Izin, KPU Klaim PSU di Kuala Lumpur Berjalan Lancar

Sempat Terkendala Izin, KPU Klaim PSU di Kuala Lumpur Berjalan Lancar

Kotak Suara | Senin, 11 Maret 2024 | 14:43 WIB

Perubahan Jadwal PSU Kuala Lumpur, Metode KSK dan TPS Digelar di Hari yang Sama

Perubahan Jadwal PSU Kuala Lumpur, Metode KSK dan TPS Digelar di Hari yang Sama

Kotak Suara | Jum'at, 08 Maret 2024 | 06:00 WIB

KPU akan Menggelar Pemungutan Suara Ulang di Malaysia, Tapi...

KPU akan Menggelar Pemungutan Suara Ulang di Malaysia, Tapi...

Kotak Suara | Kamis, 15 Februari 2024 | 18:42 WIB

Terkini

Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Ekspor Tanah Jarang PT PMM, Termasuk Pejabat Sucofindo hingga JK

Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Ekspor Tanah Jarang PT PMM, Termasuk Pejabat Sucofindo hingga JK

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:09 WIB

Penelitian UI: Program Makan Bergizi Gratis Berpotensi Picu Food Waste, Apa Dampaknya?

Penelitian UI: Program Makan Bergizi Gratis Berpotensi Picu Food Waste, Apa Dampaknya?

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:05 WIB

Wamensos Tekankan Peran Strategis Kepala Sekolah Rakyat dalam Mendorong Perubahan

Wamensos Tekankan Peran Strategis Kepala Sekolah Rakyat dalam Mendorong Perubahan

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 12:51 WIB

Perjalanan Menuju Candi Prambanan, Prabowo dan PM Narendra Modi Satu Helikopter

Perjalanan Menuju Candi Prambanan, Prabowo dan PM Narendra Modi Satu Helikopter

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 12:09 WIB

Asal-usul Isi Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut Raja Juli, Ternyata Hasil 'Peras' 914 Petani KUD

Asal-usul Isi Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut Raja Juli, Ternyata Hasil 'Peras' 914 Petani KUD

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 12:02 WIB

3 Pekerja Daycare Little Aresha Masih Jadi Saksi, Akankah Menyusul Jadi Tersangka?

3 Pekerja Daycare Little Aresha Masih Jadi Saksi, Akankah Menyusul Jadi Tersangka?

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:59 WIB

Kenaikan Tarif Transjakarta Hanya Sasar Warga Mampu, 15 Golongan Tetap Gratis

Kenaikan Tarif Transjakarta Hanya Sasar Warga Mampu, 15 Golongan Tetap Gratis

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:49 WIB

Alarm Jelang MPLS, Mayoritas Kepala Sekolah Rakyat Belum Siap Jalankan Tahun Ajaran Baru

Alarm Jelang MPLS, Mayoritas Kepala Sekolah Rakyat Belum Siap Jalankan Tahun Ajaran Baru

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:19 WIB

Tugasnya Hanya Melambaikan Bendera, 1.000 Siswa Dikerahkan Sambut Prabowo-Modi di Yogyakarta

Tugasnya Hanya Melambaikan Bendera, 1.000 Siswa Dikerahkan Sambut Prabowo-Modi di Yogyakarta

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:18 WIB

Istri Menteri PU Ikut ke NY Pakai Paspor Diplomatik, Ini Bedanya dengan Paspor Dinas dan Biasa

Istri Menteri PU Ikut ke NY Pakai Paspor Diplomatik, Ini Bedanya dengan Paspor Dinas dan Biasa

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:16 WIB

×