Melahirkan saat Pakai Ventilator, Ibu Ini Meninggal Dunia

Rendy Adrikni Sadikin | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Rabu, 22 Juli 2020 | 16:02 WIB
Melahirkan saat Pakai Ventilator, Ibu Ini Meninggal Dunia
Ilustrasi bayi yang baru dilahirkan (Shutterstock).

Suara.com - Seorang ibu di Minnesota meninggal dunia tanpa pernah bertemu dengan anaknya yang baru lahir. Saat melahirkan, ia tengah dirawat di rumah sakit akibat positif virus corona.

Menyadur New York Post, Aurora Chacon Esparza melahirkan bayinya saat sedang koma dan menggunakan ventilator.

Kondisinya si ibu tak kunjung membaik, pihak rumah sakit pun terpaksa memakai metode caesar untuk mengeluarkan si jabang bayi.

Suami Aurora, Juan Duran mengatakan istrinya yang tengah hamil tujuh bulan menunjukkan gejala Covid-19. Keduanya pun segera ke rumah sakit untuk melakukan pengujian.

Hasil tes menunjukkan negatif. Tapi dokter saat itu menyarankan agar ibu berusia 35 tahun ini menjalani karantina di rumah karena hasil tes acapkali tak akurat.

Lantaran gejalanya semakin memburuk, Aurora dilarikan ke rumah sakit dan langsung menjalani perawatan pada 14 Juni.

Hingga pada 23 Juni, kondisinya semakin memburuk. Kadar oksigen di dalam tubuhnya turun drastis, membuat operasi caesar perlu diambil untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayi.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Aurora yang menggunakan ventilator, berhasil melahirkan seorang bayi perempuan yang kemudian diberi nama Andrea.

"Untungnya tidak ada komplikasi. Putriku lahir pada usia kehamilan 30 minggu, tetapi untungnya dia baik-baik saja," ujar Duran.

Ibu ini mulanya menunjukkan tanda-tanda membaik, tapi kondisi berbalik dan semakin memburuk pada 7 Juli lalu.

Dokter mengatakan upaya terakhir yang dibisa dilakukan untuk menyelamatkan nyawa perempuan ini adalah penggunaan mesin ECMO (oksigenasi membran esktraorporeal), yang menggantikan fungsi jantung dan paru-paru.

Masalah lain muncul, rumah sakit tempat Aurora dirawat tidak menyediakan fasilitas ECMO, sementara permintaan transfer ke rumah sakit lain juga ditolak.

Ilustrasi Bayi Prematur. (Shutterstock)
Ilustrasi Bayi Baru Lahir. (Shutterstock)

"Karena Aurora telah menggunakan ventilator selama lebih dari tujuh hari, mesin ECMO akan memberikan lebih banyak kerusakan dari pada bantuan, menurut tenaga medis," kata Duran.

Ibu ini akhrinya meninggal dunia dua minggu kemudian. Sebelum bisa bermain dengan putrinya yang baru lahir.

Duran menyebut anaknya dalam kondisi baik dan terus mengalami kemajuan di rumah sakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Haru Anak Rawat Kedua Orangtuanya yang Jadi PDP Berat

Kisah Haru Anak Rawat Kedua Orangtuanya yang Jadi PDP Berat

Jogja | Rabu, 22 Juli 2020 | 12:50 WIB

Fakta Wanita di Tasikmalaya yang Hamil Hanya 1 Jam Langsung Melahirkan

Fakta Wanita di Tasikmalaya yang Hamil Hanya 1 Jam Langsung Melahirkan

Video | Senin, 20 Juli 2020 | 17:26 WIB

Ditolak Rumah Sakit, Wanita Ini Terpaksa Melahirkan di Pinggir Jalan

Ditolak Rumah Sakit, Wanita Ini Terpaksa Melahirkan di Pinggir Jalan

News | Senin, 20 Juli 2020 | 09:57 WIB

Terkini

Ukir Prestasi, Gus Ipul Apresiasi Siswa Sekolah Rakyat Surakarta

Ukir Prestasi, Gus Ipul Apresiasi Siswa Sekolah Rakyat Surakarta

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:01 WIB

Viral Manusia Silver Todong Pisau di Kuta, Polisi Tangkap Pria Asal Bandung

Viral Manusia Silver Todong Pisau di Kuta, Polisi Tangkap Pria Asal Bandung

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:01 WIB

Amnesty Desak DPR Segera Sahkan UU Anti Bahan Korosif Usai Kasus Andrie Yunus

Amnesty Desak DPR Segera Sahkan UU Anti Bahan Korosif Usai Kasus Andrie Yunus

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:38 WIB

Usman Hamid Kritik Peradilan Militer yang Abaikan Korban: Kehilangan Legitimasi Hukum

Usman Hamid Kritik Peradilan Militer yang Abaikan Korban: Kehilangan Legitimasi Hukum

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17 WIB

Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah

Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:10 WIB

Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar

Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:18 WIB

Usman Hamid: Keadilan bagi Andrie Yunus Mustahil Tercapai di Peradilan Militer

Usman Hamid: Keadilan bagi Andrie Yunus Mustahil Tercapai di Peradilan Militer

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:07 WIB

Aktivis Sebut Jokowi Idap Megalomania dan Waham Kebesaran soal IKN: Ada Gangguan Kejiwaan

Aktivis Sebut Jokowi Idap Megalomania dan Waham Kebesaran soal IKN: Ada Gangguan Kejiwaan

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 12:34 WIB

Tragedi Berdarah di Stadion Kridosono, Dugaan Klitih Tewaskan Pemuda 18 Tahun

Tragedi Berdarah di Stadion Kridosono, Dugaan Klitih Tewaskan Pemuda 18 Tahun

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 12:26 WIB

Thailand Tetapkan Virus Hanta sebagai Penyakit Menular Berbahaya, Indonesia Kapan?

Thailand Tetapkan Virus Hanta sebagai Penyakit Menular Berbahaya, Indonesia Kapan?

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:24 WIB