Akibat Banjir di Taman Kaziranga India, 11 Badak Langka Mati

Rendy Adrikni Sadikin | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Rabu, 22 Juli 2020 | 17:59 WIB
Akibat Banjir di Taman Kaziranga India, 11 Badak Langka Mati
Ilustrasi spesies badak langka bercula satu di India. (AFP/Biju Boro)

Suara.com - Akibat banjir yang menerjang daerah timur laut India, 11 badak langka mati di taman Kaziranga di negara bagian Assam dan ratusan hewan lainnya ikut terdampak.

"Saat ini 80 persen taman teremdam air. Airnya surut tetapi hari, namun ketinggian air meningkat lagi pada pagi hari," kata Shri P. Sivakumar, direktur taman nasional disadur dari Anadolu Agency.

"Sejauh ini, 113 hewan mati pada musim hujan tahun ini karena tenggelam. Termasuk 11 badak bercula satu," kata Sivakumar.

Dia mengatakan badak dan kerbau saat ini menggunakan pulau-pulau tinggi yang berada di daerah tersebut, sementara rusa dan gajah sudah bermigrasi ke bukit-bukit terdekat untuk menyelamatkan diri. "Kami telah menyelamatkan 146 orang ... kami telah memindahkan hewan ke daerah yang lebih aman," kata Sivakumar.

Daerah di timur laut India saat ini mengalami banjir karena hujan musiman, dengan banjir dan tanah longsor merupakan kejadian umum saat musim hujan tiba. Para pejabat mengatakan mereka sudah mengambil tindakan pencegahan tetapi tetap saja memakan korban jiwa sebanyak 80 orang dan 2,4 juta lainnya terkena dampak.

"Setiap tahun, kami biasa mengambil langkah dan tahun ini juga kami lakukan. Populasi herbivora Kaziranga sekitar 50.000. Yang tidak kuat secara fisik bisa mati saat banjir," katanya. "Korban terus ada setiap tahun. Kematian terjadi selama musim hujan." tambahnya.

Badak [shutterstock]
Ilustrasi badak [shutterstock]

Taman ini adalah rumah bagi setidaknya 2.400 badak bercula satu, habitat terbesar bagi spesies langka di dunia.

Menurut World Wildlife Fund, ada lima spesies badak yang ditemukan di dunia dan di antara mereka badak bercula satu berukuran besar hanya ditemukan di India.

Pakar margasatwa mengatakan ketika bendungan meluap akibat hujan monsun, ketinggian air meningkat di Kaziranga dan daerah-daerah lain dan hanya ada sedikit waktu bagi hewan-hewan untuk menyelamatkan diri.

"Sudah menjadi fenomena alami bagi Kaziranga mendapatkan banjir tahunan, kadang-kadang banjir rendah, kadang-kadang moderat dan kadang-kadang tinggi dan beberapa hewan liar pindah ke tempat yang lebih tinggi ... ini menjadi naluri alami untuk hewan liar dan mereka bisa merasakan naiknya sungai di musim hujan dan perlahan-lahan mereka pindah ke lokasi yang lebih aman," kata Bibhab Kumar Talukdar, pakar margasatwa Assam.

"Namun, saat ini, situasinya menjadi lebih kompleks, seiring dengan derasnya hujan monsun, bendungan juga ikut meluap," jelas Taukdar, Koordinator Asia untuk Yayasan Badak Internasional, mengatakan kepada Anadolu Agency.

Sesuai laporan banjir yang dirilis Selasa oleh otoritas manajemen bencana Assam, 24 kabupaten terkena dampak dan 869 orang sudah diselamatkan oleh pihak berwenang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Unik, Analisis Penyebaran Covid-19 Lewat Konser

Unik, Analisis Penyebaran Covid-19 Lewat Konser

Tekno | Rabu, 22 Juli 2020 | 16:00 WIB

Melahirkan saat Pakai Ventilator, Ibu Ini Meninggal Dunia

Melahirkan saat Pakai Ventilator, Ibu Ini Meninggal Dunia

News | Rabu, 22 Juli 2020 | 16:02 WIB

Jepang Setujui Penggunaan Deksametason sebagai Obat bagi Pasien Covid-19

Jepang Setujui Penggunaan Deksametason sebagai Obat bagi Pasien Covid-19

News | Rabu, 22 Juli 2020 | 15:59 WIB

Terkini

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:33 WIB

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:29 WIB

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:23 WIB

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:10 WIB

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:49 WIB

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:43 WIB

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:40 WIB

Mahfud MD Kenang Juwono Sudarsono: Dari Pengganti di Era Gus Dur hingga Ilmuwan Besar

Mahfud MD Kenang Juwono Sudarsono: Dari Pengganti di Era Gus Dur hingga Ilmuwan Besar

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:00 WIB

Pemprov DKI Dukung PP Tunas, Atur Penggunaan Gawai pada Anak dan Perkuat Literasi Digital

Pemprov DKI Dukung PP Tunas, Atur Penggunaan Gawai pada Anak dan Perkuat Literasi Digital

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 18:27 WIB

Viral! Modus Uang Lewat' di Tanah Abang, Pelaku Palak Pemotor hingga Rp300 Ribu

Viral! Modus Uang Lewat' di Tanah Abang, Pelaku Palak Pemotor hingga Rp300 Ribu

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 18:14 WIB