Warga Jakarta Positif Corona Jadi 21.201 Orang saat Idul Adha

Jum'at, 31 Juli 2020 | 21:28 WIB
Warga Jakarta Positif Corona Jadi 21.201 Orang saat Idul Adha
Seorang pekerja kantor menggunakan face shield dan masker saat melintas di Kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (8/6). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Jumlah pasien positif terjangkit virus corona Covid-19 di Jakarta terus bertambah. Hingga hari ini, Jumat (30/7/2020), di saat yang bertepatan dengan hari raya Idul Adha 1441 H ini, ada 432 orang lagi yang terjangkit virus dari China ini.

Dengan demikian, total akumulasi seluruh pasien positif berjumlah 21.201 orang. Jumlah pasien ini tersebar dari seluruh wilayah ibu kota.

Data ini diketahui dari situs penyedia informasi seputar corona di DKI, corona.jakarta.go.id. Laman ini menginformasikan soal kasus corona di Jakarta mulai dari jumlah positif, menunggu hasil, hingga kelurahan tempat pasien tinggal.

Berdasarkan laman tersebut, 12.801 orang dinyatakan sudah sembuh. Jumlahnya bertambah cukup banyak, yakni 407 orang dari hari sebelumnya, Kamis (30/7/2020).

Sementara, 836 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia. Pasien wafat bertambah 15 orang sejak kemarin.

Selain itu, 2.183 orang masih dirawat di Rumah Sakit (RS) yang tersebar di Jakarta. Sisanya, 5.098 orang yang positif menjalani isolasi mandiri di tempatnya masing-masing.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Fify Mulyani mengatakan telah dilakukan dilakukan tes PCR sebanyak 6.264 spesimen hari ini.

"5.344 di antaranya untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 432 positif dan 4.912 negatif. Untuk jumlah orang dites sepekan terakhir sebanyak 43.500.

"Sedangkan, untuk jumlah tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 37.663," ujar Fify melalui keterangan tertulis, Jumat (31/7/2020).

Baca Juga: Rumah Ibadah Jadi Klaster Corona, Wagub DKI Klaim Protokol Sudah Bagus

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 6,8 persen sedangkan Indonesia sebesar 14,5 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen. Namun, persentase kasus positif ini hanya bisa dianggap valid bila standar jumlah tes yang dilakukan telah terpenuhi.

"Bila jumlah tesnya sedikit (tidak memenuhi standar WHO), maka indikator presentase kasus positif patut diragukan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI