Gadis Usia 17 Tahun Diculik, Dipaksa Berjalan sambil Telanjang dan Direkam

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Minggu, 09 Agustus 2020 | 18:30 WIB
Gadis Usia 17 Tahun Diculik, Dipaksa Berjalan sambil Telanjang dan Direkam
Ilustrasi penculikan dan penyekapan (Shutterstock).

Suara.com - Tiga pria di Pakistan menculik seorang gadis dan melecehkannya secara seksual dengan ditelanjangi dan dipaksa berjalan di jalanan.

Menyadur Gulf News, Minggu (9/8/2020), para penculik ini disebutkan merekam korban saat berjalan sambil telanjang.

Kantor polisi kota Rawalpindi mengatakan korban merupakan seorang remaja berusia 17 tahun yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga.

Setelah diculik pada Juli lalu, gadis ini melapor ke kepolisian setempat. Ia mengaku para pria itu mengancamnya dengan pisau lalu memperkosanya.

Tetapi saat itu polisi belum mengusut kasus secara total hingga sebuah video yang menunjukkan gadis meminta belas kasihan pelaku saat ditelanjangi dan dipaksa berjalan, beredar di media sosial.

Ilustrasi penculikan. (Shutterstock)
Ilustrasi penculikan. (Shutterstock)

Belum lagi, korban menyebut para pelaku telah mengancamnya untuk membuat gadis ini tetap diam.

"Saya tidak punya dukungan. Terdakwa telah mengancam saya jadi saya tetap diam. Polisi baru menghubungi saya setelah mereka menonton video itu di media sosial," kata korban.

Penculikan ini bermula ketika ia tengah dalam perjalanan pulang dari rumah tempatnya bekerja. Ia bertemu dengan tiga pria itu dan dibawa ke tempat kejadian.

Kepolisian Rawalpindi mengatakan telah menangkap satu dari tiga tersangka yang bernama Amir Qureshi.

baca juga

"Amir Qureshi didakwa menelanjangi gadis itu dan merekamnya," kata kepolisian.

Pihak polisi menyebut Amir sebelumnya telah menghadapi tuduhan atas penjualan narkoba serta penganiayaan anak, yang diajukan di kantor polisi Banni.

Pengadilan lokal di Rawalpindi belakangan membebaskan Amir dengan jaminan sebesar Rs 50.000 atau sekitar Rp 9,7 juta.

Sementara dua pelaku lain, Arsalam Akram dan Mohsin Akram, mendapatkan jaminan sementara hingga 11 Agustus.

Petugas polisi kota Mohhamed Ahsan Yousin mengatakan kedua terdakwa telah didekati polisi untuk merekam pernyataan mereka.

Kasus penculikan dan pelecehan seksual ini ramai diperbincangkan dan memicu kemarahan pada pengguna media sosial di Pakistan.

Netizen menuntut tindakan tegas untuk para pelaku dsan mendesak polisi untuk mengusut kasus ini agar menjadi pelajaran bagi masyarakat.

Mereka juga mengkritik pihak pengadilan karena memberikan jaminan kepada terdakwa utama dan perpanjangan jaminan sementara untuk dua pelaku lainnya.

"Seharusnya tidak ada ruang untuk penyiksaan, eksploitasi, pelecehan dan penyerangan terhadap perempuan, dan mereka yang melakukannya harus dihukuman yang setimpal," cuit netizen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keji, Gadis 13 Tahun Diperkosa Secara Brutal Lalu Ditikam di Kepala

Keji, Gadis 13 Tahun Diperkosa Secara Brutal Lalu Ditikam di Kepala

News | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 19:52 WIB

Tak Tahan Diperlakukan Kasar, Seorang Gadis di Pakistan Tembak Ayahnya

Tak Tahan Diperlakukan Kasar, Seorang Gadis di Pakistan Tembak Ayahnya

News | Kamis, 06 Agustus 2020 | 19:43 WIB

Gagal Selesaikan Misi di Game Online, Remaja 18 Tahun Gantung Diri

Gagal Selesaikan Misi di Game Online, Remaja 18 Tahun Gantung Diri

News | Minggu, 02 Agustus 2020 | 17:30 WIB

Terkini

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:25 WIB

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:05 WIB

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:54 WIB

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:46 WIB

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:13 WIB

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:56 WIB

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:47 WIB

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:15 WIB

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:50 WIB

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:49 WIB

×