Hasilkan 200 Kg Sehari, Laboratorium Kokain Terbesar Digerebek

Rendy Adrikni Sadikin, Rima Suliastini

Kamis, 13 Agustus 2020 | 13:52 WIB
Hasilkan 200 Kg Sehari, Laboratorium Kokain Terbesar Digerebek
Ilustrasi kokain. (Shutterstock)

Suara.com - Kepolisian Belanda menggerebek sebuah laboratorium kokain di Nijveen. Menyadur DW pada Kamis (13/08/2020), penggerebekan ini dilakukan hari Selasa dan dilaporkan sebagai lab kokain terbesar di Belanda.

Laboratorium tersebut berlokasi di bekas sekolah berkuda di Nijveen yang terletak 120 kilometer (75 mil) timur laut Amsterdam.

Polisi menemukan bahan kimia sekitar puluhan ribu liter dan 100 kilogram (220 pon) narkotika. "Itu adalah produksi raksasa," kata seorang juru bicara polisi.

Ilustrasi kokain. (Shutterstock)

Laboratorium kokain itu memiliki kapasitas untuk memproduksi 150 hingga 200 kilogram kokain sehari dengan nilai jalan setidaknya € 4,5 juta yang setara Rp 79 miliar.

Sebanyak 17 tersangka yang terdiri dari 13 warga Kolombia, tiga Belanda dan satu warga Turki ditangkap saat penggerebekan. Polisi mengatakan penangkapan lebih lanjut juga mungkin dilakukan.

Kokain yang diproduksi di dalam Laboratorium tersebut dilarutkan dalam larutan yang kemudian dibenamkan di pakaian sebelum diselundupkan.

Operasi itu adalah 'pencucian narkotika' di mana obat-obatan 'dicuci' dalam pakaian, menurut polisi.

Polisi juga menemukan 'bahan pembawa' seberat 120 ton, yang sebagian besar terdiri dari pakaian, selama dua penggerebekan gudang lainnya di Apeldoorn dan Elshout di Belanda tengah dan selatan.

Laboratorium kokain di Nijveen juga menggunakan bahan kimia khusus untuk mengekstrak obat sebelum menyiapkannya untuk dijual.

baca juga

Belanda dianggap sebagai titik masuk narkotika utama di Eropa. Negara ini telah memerangi kejahatan narkoba terutama penyelundupan kokain melalui pelabuhan Rotterdam, yang terbesar di benua itu.

Sementara itu ketika polisi berhasil menggerebek laboratorium terbesar di Belanda, negara kerajaan ini mengalami kenaikan kasus virus corona dalam sepekan terakhir.

Menyadur Anadolu Agency, Kementerian Kesehatan mencatat 2.588 kasus baru pekan ini, naik dari 1.259 pada pekan lalu. Hal ini membuktikan adanya ancaman gelombang kedua virus corona.

Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit pun naik menjadi 44 orang, lebih tinggi daripada pekan sebelumnya yang ada di angka 21.

"Angka ini tidak mencakup data kasus keseluruhan. Ada kasus yang belum dilaporkan, dan akan ditambahkan ke dalam data pekan berikutnya," tulis Kementerian Kesehatan.

Sebelumnya, Jerman juga mengalami kenaikan jumlah kasus yang signifikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Bisu dari Pulau Bawean, Titik Nol Kekejaman Belanda Bombardir Jawa

Kisah Bisu dari Pulau Bawean, Titik Nol Kekejaman Belanda Bombardir Jawa

Jatim | Minggu, 09 Agustus 2020 | 12:49 WIB

Dukung Permintaan Shin Tae-yong, PSSI: Jika Gagal TC di Korsel, ke Belanda

Dukung Permintaan Shin Tae-yong, PSSI: Jika Gagal TC di Korsel, ke Belanda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 22:09 WIB

Tak Cuma Jerman, Belanda Juga Terancam Gelombang Kedua Virus Corona

Tak Cuma Jerman, Belanda Juga Terancam Gelombang Kedua Virus Corona

Health | Rabu, 05 Agustus 2020 | 10:54 WIB

Terkini

Tergiur Janji Lolos Petugas Damkar DKI, Pria Ini Tertipu Rp70 Juta dan Dikejar Utang Ratusan Juta!

Tergiur Janji Lolos Petugas Damkar DKI, Pria Ini Tertipu Rp70 Juta dan Dikejar Utang Ratusan Juta!

News | Selasa, 29 September 2026 | 11:29 WIB

Penyebab Rumah Banyak Cicak dan Cara Mengusirnya agar Tidak Balik Lagi

Penyebab Rumah Banyak Cicak dan Cara Mengusirnya agar Tidak Balik Lagi

Sumut | Selasa, 29 September 2026 | 11:29 WIB

APBD Stunting Terus Digunting, Dicky Budiman Soroti Layanan Gizi Ibu dan Anak yang Tergerus

APBD Stunting Terus Digunting, Dicky Budiman Soroti Layanan Gizi Ibu dan Anak yang Tergerus

News | Selasa, 29 September 2026 | 11:27 WIB

Bertahan dengan 10 Pemain, John Herdman dan Maarten Paes Ungkap Kunci Indonesia Tahan Malaysia

Bertahan dengan 10 Pemain, John Herdman dan Maarten Paes Ungkap Kunci Indonesia Tahan Malaysia

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 11:27 WIB

DPR Sahkan RUU APBN 2027 di Paripurna: Pertumbuhan Ekonomi 6%, Defisit 2,4% PDB

DPR Sahkan RUU APBN 2027 di Paripurna: Pertumbuhan Ekonomi 6%, Defisit 2,4% PDB

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 11:25 WIB

Viva Acne Lotion Bisa Buat Bruntusan Tidak? Ini Manfaat dan Kandungannya

Viva Acne Lotion Bisa Buat Bruntusan Tidak? Ini Manfaat dan Kandungannya

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 11:25 WIB

Rakyat Dipuji Tangguh, Negara Lupa Membenahi yang Rapuh

Rakyat Dipuji Tangguh, Negara Lupa Membenahi yang Rapuh

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 11:25 WIB

Weton Apa Aja yang Bisa Kaya? Ini Daftarnya

Weton Apa Aja yang Bisa Kaya? Ini Daftarnya

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 11:25 WIB

TXT Umumkan Comeback November dengan Mini Album Baru, "PERFECT STORM"

TXT Umumkan Comeback November dengan Mini Album Baru, "PERFECT STORM"

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 11:25 WIB

Oseltamivir Obat Apa? Diburu saat Influenza A Merebak, Kemenkes Imbau Tak Panic Buying

Oseltamivir Obat Apa? Diburu saat Influenza A Merebak, Kemenkes Imbau Tak Panic Buying

Health | Selasa, 29 September 2026 | 11:24 WIB

×