Array

UI Ragukan Obat Covid-19 Temuan Unair, Sujiwo Tejo Tulis Unek-unek

Rabu, 19 Agustus 2020 | 14:48 WIB
UI Ragukan Obat Covid-19 Temuan Unair, Sujiwo Tejo Tulis Unek-unek
Sujiwo Tejo

Suara.com - Diragukannya obat Covid-19 buatan Universitas Airlangga oleh Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono, membuat budayawan Sujiwo Tejo bertanya-tanya soal mana yang lebih penting antara prosedur dan hasil dalam riset kesehatan.

Melalui Twitter-nya pada Selasa (18/8/2020), Sujiwo Tejo menuliskan unek-uneknya tentang gugatan Pandu ke pihak Unair atas penemuan obat Covid-19.

"Mohon izin saya ingin berunek-unek sedikit soal rencana sampeyan menggugat pihak Unair kalau BPOM sampai oke terhadap vaksin Covid-19 temuan Unair, karena risetnya sampeyan nilai tak prosedural. Apakah dalam dunia kesehatan, prosedur lebih penting daripada hasil?" tanya budayawan yang akrab disapa Mbah Tejo itu.

Ia menjelaskan bahwa posisinya tidak memihak siapa-siapa saat menanyakan hal tersebut.

"Saya tidak terlalu tertarik dengan dunia praktis yang pasti menuntut pemihakan. Posisi saya, saya tertarik mengamati cara berpikir manusia/suatu bidang," jelas Sujiwo Tejo.

Ia kemudian menganalogikan pemikirannya tentang riset di dunia kesehatan dengan pertunjukan seni yang telah lama ia geluti.

"Kalau di kesenian, prosedur lebih penting daripada hasil itu berlaku saat latihan," kata dia.

Namun ketika pentas, lanjut Sujiwo Tejo, hasil lebih penting daripada prosedur. Bahkan para pelaku seni tak jarang akan melupakan teori ketika sudah berada di depan penonton.

"Nah, penanganan Covid-19 ini menurut sampeyan mash dalam taraf latihan atau sudah pentas?" tanya Tejo kepada Pandu Riono.

Baca Juga: Kemristek: Obat Covid-19 Belum Ditemukan

Budayawan 57 tahun ini beranggapan bahwa vaksin temuan Unair tidak mungkin akan mendapat dukungan dari TNI jika tidak memiliki hasil yang rasional.

"Saya kok berpikir enggak mungkin TNI akan mendukung vaksin temuan Unair kalau belum ada hasilnya. Tentara biasanya sangat rasional. Demikian, Mas Pandu. Matur nuwun," Sudjiwo Tedjo memungkasi utasannya.

Rektor Universitas Airlangga Surabaya Prof Mohammad Nasih mengatakan ada tiga kombinasi obat penawar COVID-19 yang sedang diproses perizinannya.

"Dari lima kombinasi obat penawar COVID-19, hanya tiga yang disarankan karena mempunyai potensi penyembuhan terbesar," ujarnya di Surabaya, Minggu (16/8/2020).

Ketiganya yakni Lopinavir/Ritonavir dan Azithromycin, Lopinavir/Ritonavir dan Doxycycline, serta Hydrochloroquine dan Azithromyci.

Nasih mengatakan meskipun temuan obat penawar COVID-19 tersebut adalah obat kombinasi, namun BPOM tetap menganggap obat yang dihasilkan Unair digolongkan pada obat baru. Untuk itu, pihaknya masih menunggu pembahasan dengan BPOM.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI