Sering Tidur di Halaman Rumah, Kucing Ini Mati Ditembak Tetangga

Iwan Supriyatna | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Jum'at, 21 Agustus 2020 | 06:24 WIB
Sering Tidur di Halaman Rumah, Kucing Ini Mati Ditembak Tetangga
Seekor kucing mati ditembak tetangga sendiri karena sering tidur di halaman rumahnya.[Facebook/Malaysia Animal Association]

Suara.com - Seorang pria di Malaysia tembak mati seekor kucing karena tidak terima serambinya dibuat tempat tidur oleh hewan tersebut.

Asosiasi Hewan Malaysia membagikan kisah tragis tersebut di halaman Facebook mereka yang menampilkan seekor kucing peliharaan ditembak mati menggunakan senapan angin oleh tetangga pemiliknya di Kota Bharu, Kelantan.

"Dia membenci kucing yang dipelihara oleh tetangganya karena mereka sering melewati dan beristirahat di halaman rumahnya. Seorang pria Melayu berusia 70 tahun menembak salah satu kucing sampai mati dengan senapan angin." tulis asosiasi tersebut dikutip dari World Of Buzz, Jumat (21/8/2020).

Insiden tersebut bukan yang pertama kali terjadi. "Ini bukan laporan pertama tentang kucing yang terbunuh dengan senapan angin seperti sebelumnya, telah terjadi serangkaian pembunuhan hewan dengan senapan angin," ungkap asosiasi tersebut.

"Penembakan kucing di Kampung Pintu Geng, Kota Bharu, Kelantan sudah dua kali dilaporkan. Itu melibatkan kucing yang ditembak mati dan satu lagi dengan luka parah di kepala," tambah mereka.

Pemilik kucing berhasil mengidentifikasi si pembunuh sebagai pensiunan warga senior yang tinggal di sebelahnya.

"Senapan angin dianggap senjata yang dikategorikan berbahaya dan dapat membunuh manusia, terutama anak-anak, jika disalahgunakan. Belum lagi, dia menggunakannya dengan sengaja membunuh hewan," jelas mereka.

Asosiasi Hewan Malaysia sekarang menunggu pemilik kucing untuk mengajukan laporan resmi kepada pihak berwenang sehingga pembunuh dapat dituntut atas tindakan kejamnya.

Menurut laporan World Of Buzz, ada cara unik orang malaysia untuk mengusir kucing jika mereka tidak menginginkannya masuk.

Banyak orang Malaysia yang menggunakan botol berisi air (air biasa atau air berwarna) dan ditempatkan di sekitar rumah untuk mencegah kucing masuk.

Menurut Cat Faeries, air di dalam botol akan berkilau di bawah sinar matahari. Kilauan tersebut adalah sesuatu yang tidak ada di alam dan kucing tidak akan mengerti atau menyukainya, dan mereka akan segera pergi.

Insiden pembunuhan kucing juga bukan pertama kali terjadi di negara tetangga Indonesia itu. Sebelumnya ada seekor anak kucing yang tega dibakar hidup-hidup.

Asosiasi pencinta hewan Malaysia menawarkan hadiah 10.000 ringgit atau sekitar Rp 34,9 juta bagi siapa saja yang mau memberikan informasi penting tentang insiden pembakaran anak kucing.

Kemudian pada awal Juli, seorang pria tega membunuh tiga kucing sekaligus dengan cara dimasukkan ke dalam mesin cuci di sebuah laundry di Desa Aman Puri, Kepong, Malaysia.

Asosiasi Hewan Malaysia mengatakan ini adalah insiden kedua pembunuhan kucing menggunakan mesin cuci, kasus pertama terjadi pada September 2018 yang melibatkan tiga pelaku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Malaysia Bakal Gratiskan Vaksin Virus Corona untuk Semua Warga

Malaysia Bakal Gratiskan Vaksin Virus Corona untuk Semua Warga

News | Rabu, 19 Agustus 2020 | 17:43 WIB

Penang Larang Turis Indonesia Datang, Gara-gara Covid-19?

Penang Larang Turis Indonesia Datang, Gara-gara Covid-19?

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2020 | 18:44 WIB

Risiko Covid-19 Tinggi, Turis Indonesia Dilarang Masuk Penang

Risiko Covid-19 Tinggi, Turis Indonesia Dilarang Masuk Penang

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2020 | 15:50 WIB

Terkini

Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom

Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:05 WIB

Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia

Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:02 WIB

Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got

Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:58 WIB

LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon

LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:55 WIB

Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang

Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:51 WIB

Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal

Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:41 WIB

Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun

Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:37 WIB

Pemicu Tersembunyi Kekerasan Digital di Kalangan Siswa, Salah Satunya Takut Dibilang Nggak Asyik

Pemicu Tersembunyi Kekerasan Digital di Kalangan Siswa, Salah Satunya Takut Dibilang Nggak Asyik

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:34 WIB

La Ode Ahmad: Koperasi Merah Putih Harus Jadi Pusat Ekonomi Desa, Bukan Cuma Proyek Fisik

La Ode Ahmad: Koperasi Merah Putih Harus Jadi Pusat Ekonomi Desa, Bukan Cuma Proyek Fisik

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:23 WIB

Kawal Visi Transparansi, Jaga Desa Beri Penghargaan bagi Pelopor Desa Bebas Korupsi

Kawal Visi Transparansi, Jaga Desa Beri Penghargaan bagi Pelopor Desa Bebas Korupsi

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:14 WIB