Analis: Sorry To Say, Pemerintah Kelihatan Belum Ada Keseriusan Berubah

Siswanto

Minggu, 23 Agustus 2020 | 07:00 WIB
Analis: Sorry To Say, Pemerintah Kelihatan Belum Ada Keseriusan Berubah
Pekerja menyelesaikan pembangunan gedung bertingkat di salah satu kawasan SCBD, Jakarta, Rabu (10/2).

Suara.com - Dalam situasi extraordinary (seperti kata Presiden Jokowi), penanganan masalah ekonomi yang diambil pemerintah dinilai belum luar biasa.

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance  Enny Sri Hartati menyebut langkah yang ditempuh pemerintah untuk menangani problem ekonomi sifatnya masih as usual. Padahal, kata Enny, pemerintah punya peran besar dengan berbagai diskresi yang dimiliki.

Menurut Enny yang perlu diperhatikan adalah pemerintah tidak boleh intervensi independensi Bank Indonesia, misalnya terkait beberapa kebijakan cetak uang yang justru melanggar UU.

Enny menilai di triwulan ketiga, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap negatif, bahkan lebih buruk.

Ditambahkan, pemerintah seharusnya lebih fokus untuk membantu meningkatkan ekonomi sektor konsumsi rumah tangga yang memiliki persentase 56-an persen daripada di bidang investasi yang hanya 35 persen. Yang menjadi kunci adalah back up daya beli masyarakat.

"Tetapi, sorry to say, pemerintah kelihatan belum ada keseriusan untuk berubah. Program yang ada lebih banyak retorika, tata kelola dalam manajemen krisis tidak ada. Kita sedang menghadapi persoalan yang serius. Justru di tengah situasi ini, kita dihadirkan oleh omnibus law, yang menurut saya adalah 100 persen oligarki," kata Enny dalam webinar yang diselenggarakan lembaga Political and Public Policy Studies  dengan tema Indonesia di Jurang Krisis Ekonomi pada Sabtu (22/8/2020).

Menanggap hal itu, mantan Menteri Koordinator Perekonomian era Gus Dur, Rizal Ramli, mengatakan sejauh ini memang tidak ada manajemen kasus yang memadai. Padahal, kata dia, itu the core of public discussion.

Sedangkan Direktur Political Economy & Policy Studies Anthony Budiawan menyebut pemerintah Indonesia sok-sokan menjadi yang terbaik, menunjukkan pertumbuhan ekonomi aman, padahal kapasitas kurang.

Krisis ekonomi karena pandemi Covid-19, kata Anthony, akan terjadi sepanjang tahun karena dipengaruhi oleh faktor eksternal, yaitu resesi global. Kemudian, kata dia, saat ini BI tidak mempunyai independensi. Kebijakan moneter dari BI dinilai salah kaprah. "Kita harus prepare the worst."

baca juga

Sementara Wakil Ketua Komisi XI DPR Amir Uskara mengatakan dalam kondisi pandemi Covid-19 sekarang, pemerintah bersama DPR telah melakukan dua penanganan, yaitu penanganan atas peningkatan kasus Covid-19 dan penanganan ekonomi.

Salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah dengan mendorong belanja pemerintah baik di pusat maupun di daerah. Belanja pemerintahan bisa merangsang pertumbuhan ekonomi.

Saat ini, kata dia, masih ada Rp2.400 triliun anggaran yang tersisa bisa dipakai untuk belanja pemerintah sehingga bisa menggerakkan pertumbuhan ekonomi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Gubernur BI Baru Pastikan Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi

Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Gubernur BI Baru Pastikan Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi

Video | Kamis, 03 September 2026 | 21:55 WIB

Macet Jakarta Bikin Ekonomi Tekor Rp100 Triliun

Macet Jakarta Bikin Ekonomi Tekor Rp100 Triliun

Foto | Kamis, 03 September 2026 | 18:11 WIB

Fenomena Gaji Baru Masuk Sudah Habis, Harga Kebutuhan Ekonomi Makin Mahal

Fenomena Gaji Baru Masuk Sudah Habis, Harga Kebutuhan Ekonomi Makin Mahal

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 17:45 WIB

Anak-anak Dibombardir Iklan Pangan Cepat Saji, Pemerintah Harus Perketat Aturan!

Anak-anak Dibombardir Iklan Pangan Cepat Saji, Pemerintah Harus Perketat Aturan!

News | Kamis, 03 September 2026 | 14:02 WIB

Purbaya Akui Sempat Lalai Pantau Kondisi Likuiditas Perbankan

Purbaya Akui Sempat Lalai Pantau Kondisi Likuiditas Perbankan

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 08:54 WIB

Pemerintah-DPR Sepakati Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2027, Ini Poin Pentingnya

Pemerintah-DPR Sepakati Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2027, Ini Poin Pentingnya

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 08:22 WIB

Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Gubernur BI Baru Tegaskan Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi

Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Gubernur BI Baru Tegaskan Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 07:26 WIB

Pemerintah Bakal Reaktivasi Sumur Tua dan Pacu Lifting Minyak 612 Ribu Barel per Hari

Pemerintah Bakal Reaktivasi Sumur Tua dan Pacu Lifting Minyak 612 Ribu Barel per Hari

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 14:04 WIB

Purbaya Target Investasi Masuk RI Tumbuh 7% demi Pertumbuhan Ekonomi 6%

Purbaya Target Investasi Masuk RI Tumbuh 7% demi Pertumbuhan Ekonomi 6%

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 12:36 WIB

DPR Sahkan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI Periode 2026-2030

DPR Sahkan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI Periode 2026-2030

News | Selasa, 01 September 2026 | 21:19 WIB

Terkini

Udara Singapura Makin Buruk Jumat Pagi karena Asap Kebakaran Hutan

Udara Singapura Makin Buruk Jumat Pagi karena Asap Kebakaran Hutan

News | Jum'at, 04 September 2026 | 06:45 WIB

Respati Ardi Resmi Tetapkan Status Tanggap Darurat Kebakaran TPA Putri Cempo 14 Hari

Respati Ardi Resmi Tetapkan Status Tanggap Darurat Kebakaran TPA Putri Cempo 14 Hari

Surakarta | Jum'at, 04 September 2026 | 06:40 WIB

6 Sepatu Jalan Putih yang Tidak Gampang Kotor, Berbahan Kulit Sintetis

6 Sepatu Jalan Putih yang Tidak Gampang Kotor, Berbahan Kulit Sintetis

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 06:30 WIB

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

×