Diwarnai Pakai Kunyit, Kucing Kuning ini Tuai Perdebatan Publik

Reza Gunadha | Hernawan | Suara.com

Minggu, 23 Agustus 2020 | 13:15 WIB
Diwarnai Pakai Kunyit, Kucing Kuning ini Tuai Perdebatan Publik
Kucing berbulu kuning (Twitter @rlthingy)

Suara.com - Seekor kucing berbulu kuning yang fotonya diunggah akun Twitter @rlthingy pada Sabtu (22/8/2020) menjadi sorotan warganet.

Foto kucing yang diunggah @rlthingy didebat lantaran warganet belum mencapai sepakat tentang boleh tidaknya mengubah warna bulu hewan.

Warna bulu kucing tersebut mulanya bukanlah kuning. Sang pemilik lah yang mengubah warna bulu kucing ini.

"Pakai kunyit Guys." tulis akun @rlthingy

Kucing berbulu kuning (Twitter @rlthingy)
Kucing berbulu kuning (Twitter @rlthingy)

Menurut sejumlah warganet, pewarnaan dengan kunyit ini bertujuan untuk menghilangkan jamur pada kucing.

Akan tetapi, sebagian warganet mendebatnya karena masih ada kesimpangsiuran informasi dan takut apabila nanti akan ada lebih banyak hewan yang diwarnai hanya untuk alasan agar terlihat lucu.

"Mungkin aja ada yang aman di satu kucing tapi gak aman di kucing yang lain. Ini bikin orang-orang jadi pengen ngewarnain kucingnya, sedih." ujar salah seorang warganet.

"Kebayang orang yang mikirnya ini cuma buat senang-senang aja terus warnain kucingnya pakai bahan yang gak semestinya. Terus amit-amit kalau kucingnya alergi, Masih bisa bilang biar lucu?" ungkap akun @pcrmzdayes.

Hingga tulisan ini dibuat, unggahan ini telah diretweets lebih dari 1.700 kali dan disukai oleh lebih dari 5.900 akun Twitter.

Unggahan @rlthingy tersebut dikomentari oleh sejumlah warganet. Salah satunya @djamtjoek yang mana mengutarakan pendapatnya mengenai viralnya pewarnaan bulu hewan ini.

"Gak dibenarkan mau diwarnai rambutnya even pakai yang herbal juga. Their hair don't belong to be dyed by anything karena ya bisa aja ada efek macam alergi ke tubuhnya kalau gak cocok. Apalagi nanti bakal dijilatin. Kelihatannya aman pada satu individu, tapi belum tentu aman pada yang lain", ungkap akun @djamtjoek.

"Gini ya. Gue barusan cek kebenaran untuk penggunaan kunyit dalam basmi jamur pada kulit. Di jurnalnya aja disebutin harus dilihat tingkat keparahan penyakitnya, bisa aja pengunaannya bersamaan dengan antijamur lain entah obat, salep, dll. Tentunya sesuai anjuran langsung dokter hewan." lanjutnya.

Menurutnya pula, lebih baik manusia melakukan hal-hal yang lebih berguna dan bermanfaat daripada sekadar mewarnai bulu kucing seperti ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perpusatakaan di China Tunjuk Tujuh Kucing Jadi 'Kurator Magang'

Perpusatakaan di China Tunjuk Tujuh Kucing Jadi 'Kurator Magang'

News | Sabtu, 22 Agustus 2020 | 16:31 WIB

Anak Kucing Dicekik Sampai Lehernya Patah Sebelum Dijadikan Mumi

Anak Kucing Dicekik Sampai Lehernya Patah Sebelum Dijadikan Mumi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2020 | 15:42 WIB

Tengku Zul Minta Saran: Mau Main Musik Tapi Hukumnya Makruh, Gimana ya?

Tengku Zul Minta Saran: Mau Main Musik Tapi Hukumnya Makruh, Gimana ya?

News | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 18:00 WIB

Terkini

Meski Masih WFA, Gus Ipul Temukan 2.708 ASN Kemensos Alpa

Meski Masih WFA, Gus Ipul Temukan 2.708 ASN Kemensos Alpa

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:22 WIB

Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR

Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:15 WIB

Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera

Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:08 WIB

Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:59 WIB

Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Kuliti Peran Gus Yaqut dan Gus Alex

Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Kuliti Peran Gus Yaqut dan Gus Alex

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:30 WIB

Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra melalui Sinergi Antar Daerah

Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra melalui Sinergi Antar Daerah

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:26 WIB

WN Irak Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung, Terancam Penjara Seumur Hidup

WN Irak Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung, Terancam Penjara Seumur Hidup

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:25 WIB

Jeritan Pengelola Terminal Kalideres: Kalah Telak dari Terminal Bayangan, Rugi Hingga Miliaran!

Jeritan Pengelola Terminal Kalideres: Kalah Telak dari Terminal Bayangan, Rugi Hingga Miliaran!

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:21 WIB

Diperiksa 3 Jam, Eks Menag Gus Yaqut Ogah Beberkan Materi Pemeriksaan: Saya Capek

Diperiksa 3 Jam, Eks Menag Gus Yaqut Ogah Beberkan Materi Pemeriksaan: Saya Capek

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:20 WIB

Polisi Ringkus Direktur dan Manajer Operasional White Rabbit Usai Terlibat Peredaran Ekstasi

Polisi Ringkus Direktur dan Manajer Operasional White Rabbit Usai Terlibat Peredaran Ekstasi

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:15 WIB