Alat Tes Covid-19 Rusak, Ribuan Warga Kaget Dinyatakan Positif Corona

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Sabtu, 29 Agustus 2020 | 19:00 WIB
Alat Tes Covid-19 Rusak, Ribuan Warga Kaget Dinyatakan Positif Corona
Ilustrasi alat tes Covid-19. (Pexels)

Suara.com - Sekitar 3.700 warga Swedia kaget karena dinyatakan positif corona. Setelah diselidiki, ternyata alat tes Covid-19 yang dipakai rusak karena tak bisa mengidentifikasi dengan detail.

Menyadur Asia One pada Sabtu (29/08/2020), Badan Kesehatan Masyarakat mengatakan bahwa alat tes yang dipakai tak bisa membedakan antara tingkat virus rendah dan hasil negatif.

"Pemasok harus menyesuaikan kinerja yang diperlukan untuk pengujian ini," kata Karin Tegmark Wisell, kepala departemen mikrobiologi.

Alat tes telah banyak diekspor ke negara lain, tambahnya, tetapi tidak dapat memberikan rincian lebih lanjut. Alat tes ini datang dari China tapi belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangan.

[Unsplash/Markus Spiske]
Ilustrasi virus corona. [Unsplash/Markus Spiske]

BGI Genomics, dua anak perusahaannya termasuk dalam daftar hitam ekonomi AS dari perusahaan yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia terkait perlakuan China terhadap Uighur.

Perusahaan itu menerima otoritas penggunaan darurat dari AS untuk alat pengujian virus corona pada bulan Maret.

Mereka juga mendapat Daftar Penggunaan Darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia pada bulan Mei.

Laboratorium Swedia yang mengevaluasi pengujian tersebut telah menyesuaikan metodologi mereka. Badan ini tidak dapat mengatakan berapa banyak tes yang telah dilakukan dengan alat tersebut.

Menurut mereka, hanya sebagian kecil kasus yang sepertinya terlibat karena virus berada pada tingkat yang sangat rendah. Swedia mengatakan hasil yang salah hanya mempengaruhi statistik infeksi.

baca juga

Pada hari Selasa, badan tersebut melaporkan bahwa sejak kasus pertama Covid-19 diidentifikasi, ada 86.891 kasus yang dikonfirmasi di Swedia dan 5.814 kematian.

Penerimaan perawatan intensif dan kematian telah menurun dalam beberapa pekan terakhir.

Agensi akan mempresentasikan strateginya untuk melonggarkan beberapa pembatasan yang tersisa pada acara publik, seperti pertandingan sepak bola pada Selasa depan.

Selama ini, Swedia menuai kontroversi karena penanganan virus corona di negaranya terlalu longgar. Mereka ta menutup restoran juga kafe juga tak melakukan lockdown.

Belakangan, masyarakat Swedia mulai kehilangan kepercayaan terhadap penanganan pemerintah dalam memerangi pandemi virus Corona Covid-19.

Strategi Swedia yang sejak awal memberlakukan new normal alias tak pernah menerapkan pembatasan sosial ketat, mulai dipertanyakan.

Tingkat kematian akibat Covid-19 yang kian melonjak, membuat warga Swedia mulai khawatir bahwa tindakan pemerintah menangani pandemi Covid-19 telah keliru.

Menyadur The Guardian, survei yang dilakukan Ipsos untuk surat kabar Dagens Nyheter pekan ini, menunjukkan kepercayaan masyarakat pada manajerial negara turun 11 poin menjadi 45 persen sejak April.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Tiga Provinsi Teratas Penyumbang Kasus Positif Corona di Indonesia

Ini Tiga Provinsi Teratas Penyumbang Kasus Positif Corona di Indonesia

News | Sabtu, 29 Agustus 2020 | 16:48 WIB

Cetak Rekor Baru! Kasus Positif Corona di RI Sabtu Ini Tambah 3.308 Orang

Cetak Rekor Baru! Kasus Positif Corona di RI Sabtu Ini Tambah 3.308 Orang

News | Sabtu, 29 Agustus 2020 | 16:38 WIB

Positif Covid-19 di Tangsel Terus Naik, Pemkot Salahkan Warganya Kebablasan

Positif Covid-19 di Tangsel Terus Naik, Pemkot Salahkan Warganya Kebablasan

Banten | Sabtu, 29 Agustus 2020 | 04:55 WIB

Terkini

PPN Pembalut Bukan Aturan Baru, Lantas Mengapa Baru Ramai Dipersoalkan?

PPN Pembalut Bukan Aturan Baru, Lantas Mengapa Baru Ramai Dipersoalkan?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:43 WIB

Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock

Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Laba Emiten MARK Naik 46,1 Persen, Ini Pendorongnya

Laba Emiten MARK Naik 46,1 Persen, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:38 WIB

Tone Up Gel Emina untuk Apa? Ini Manfaat, Kandungan, dan Harganya

Tone Up Gel Emina untuk Apa? Ini Manfaat, Kandungan, dan Harganya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk

Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:29 WIB

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:17 WIB

Harga Minyak Turun Tipis Terdorong Lobi Diplomasi AS-Iran

Harga Minyak Turun Tipis Terdorong Lobi Diplomasi AS-Iran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:12 WIB

×