Hermawan Sulistyo: Kalau Mau Gaji Lebih, Jangan Jadi Tentara atau Polisi

Dany Garjito, Farah Nabilla

Rabu, 02 September 2020 | 16:18 WIB
Hermawan Sulistyo: Kalau Mau Gaji Lebih, Jangan Jadi Tentara atau Polisi
Hermawan Sulistyo, Kepala Pusat Kajian Keamanan Nasional Universitas Bhayangkara Jakarta. (Youtube/IndonesiaLawyersClub)

Suara.com - Kepala Pusat Kajian Keamanan Nasional Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Hermawan Sulistyo mengingatakan jika seseorang ingin meminta gaji lebih, jangan memilih menjadi tentara atau polisi.

Pernyataan itu diungkap Hermawan kala menjadi narasumber di acara Indonesia Lawyers Club TV One , Selasa (2/9/2020), saat diminta memberikan pandangannya tentang penyerangan di Polsek Ciracas oleh oknum TNI.

Menyoroti peristiwa itu, Profesor Universitas Bhayangkara ini mengingatkan bahwa setiap jabatan yang diberikan negara memiliki kompensasi masing-masing.

"Misalnya, saya profesor nih. Profesor itu jabatan akademik yang diberikan oleh negara sehingga negara mempunyai konsekuensi memberi kompensasi. Profesor itu jabatan akademik, bukan gelar akademik," kata Hermawan mencontohkan.

Ia memaparkan gaji beserta tunjangannya yang tidak lebih dari Rp 15 juta per bulan selama menjabat sebagai profesor.

"Setelah 40 tahun lebih saya mengabdi jadi PNS gajinya itu cuma 8 juta kok 9 juta, total dengan tunjangan-tunjangan 15 juta," ungkap Hermawan.

Sejarawan LIPI, Hermawan Sulistyo. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)
Sejarawan LIPI, Hermawan Sulistyo. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

Dari pemaparan gaji itu, ia lantas mengingatkan agar bagi siapa pun yang ingin meminta gaji lebih, ada baiknya untuk tidak memilih profesi profesional.

"Jadi jangan minta lebih. Kenapa? Kalau minta lebih negara tidak mampu, ya jangan jadi tentara, jangan jadi polisi. Pilihlah profesi pedagang yang bisa memberikan kesejahteraan lebih baik," kata Hermawan.

Ia juga menyampaikan bahwa profesi tentara dan polisi adalah pilihan yang bisa ditentukan sejak awal, namun menurutnya juga memiliki isu krusial tersendiri.

baca juga

"Organisasi polisi ini sejak awal rekruitmen, juga TNI, itu anak lulusan SMA itu sudah memilih. Bintara ini lulusan SMA normatif, Tamtama normatif, lulusan SMP, tapi hampir tidak ada sekarang SMP, pasti SMA," ujar Hermawan.

Ia menjelaskan tentang perbedaan pangkat yang dilalui oleh polisi dan tentara muda yang haus ditempuh agar bisa menjadi seorang profesional.

"Kalau polisi itu sempat dihapus Tamtama, karena yang dihadapi itu adalah masyarakat. Bagaimana seorang bintara polri lulusan SMA yang ditempatkan di komunitas masyarakat, di Menteng misalnya, semua penghuninya profesor, doktor, jenderal, segala macem pasti tidak berfungsi, oleh karena itu tidak diambil untuk Tamtama," Hermawan memaparkan.

Dari perbedaan itu, Hermawan lantas mengungkap sejumlah posisi kecil yang biasanya diisi oleh polisi-polisi muda.

"Apa yang terjadi? Sekarang ada lagi alasannya adalah untuk Polair, ada fungsi-fungsi teknis yang minial yang tidak penting, yang terlalu besar kalau dilakukan oleh Bintara, jadilah dia Tamtaman, begitu juga Brimob. Padahal ini kan karir," ungkap dia.

Hermawan menyebut bahwa fungsi-fungsi penugasan polisi ditempatkan di urusan pelayanan publik, bukan di penegakan hukum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kejagung Sebut Jaksa Pinangki Beli Mobil BMW X5 dari Hasil Kejahatan

Kejagung Sebut Jaksa Pinangki Beli Mobil BMW X5 dari Hasil Kejahatan

News | Rabu, 02 September 2020 | 14:19 WIB

Kepala Dibacok TNI Penyerang Polsek Ciracas, Wahyu Diguyur Uang Rp 6 Juta

Kepala Dibacok TNI Penyerang Polsek Ciracas, Wahyu Diguyur Uang Rp 6 Juta

News | Rabu, 02 September 2020 | 12:36 WIB

Kodam Jaya Talangi Kerugian Warga yang Diserbu, Nanti Ditagih ke Prajurit

Kodam Jaya Talangi Kerugian Warga yang Diserbu, Nanti Ditagih ke Prajurit

News | Rabu, 02 September 2020 | 12:14 WIB

Minta Maaf Ulah Beringas Prajurit TNI, Pangdam: Itu Cuma Segelintir Oknum

Minta Maaf Ulah Beringas Prajurit TNI, Pangdam: Itu Cuma Segelintir Oknum

News | Rabu, 02 September 2020 | 10:45 WIB

Total 76 Korban Aksi Brutal TNI, Pangdam: Kasihan Warga Tak Tahu Apa-apa

Total 76 Korban Aksi Brutal TNI, Pangdam: Kasihan Warga Tak Tahu Apa-apa

News | Rabu, 02 September 2020 | 10:18 WIB

76 Warga Sipil Korban Penyerangan Mapolsek Ciracas Dapat Ganti Rugi

76 Warga Sipil Korban Penyerangan Mapolsek Ciracas Dapat Ganti Rugi

Jakarta | Rabu, 02 September 2020 | 10:13 WIB

Terkini

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:40 WIB

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:34 WIB

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap

Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:19 WIB

Harga Token Pi Turun di Tengah Peluncuran Fitur Pi Desktop v0.6.4, Bagaimana Prospeknya?

Harga Token Pi Turun di Tengah Peluncuran Fitur Pi Desktop v0.6.4, Bagaimana Prospeknya?

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:17 WIB

26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya usai Kericuhan Malioboro, LBH Soroti Transparansi Polisi

26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya usai Kericuhan Malioboro, LBH Soroti Transparansi Polisi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:16 WIB

Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M

Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:14 WIB

×