Melamar Kerja Bagian Operator, Malah Dites Mencangkul Tanah di Pabrik

Dany Garjito, Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 03 September 2020 | 12:29 WIB
Melamar Kerja Bagian Operator, Malah Dites Mencangkul Tanah di Pabrik
Ilustrasi pencari kerja. (Pixabay/ mohamed Hassan)

Suara.com - Seorang pencari kerja (pencaker) merasa ditipu saat melakukan proses interview di sebuah perusahaan. Si pencaker yang melamar bagian operator pabrik justru dites untuk mencangkul sebidang tanah di dalam pabrik tersebut.

Pengakuan si pencaker itu diunggah oleh akun Twitter @hrdbacot. Akun tersebut membagikan foto tangkapan layar si pencaker dengan pihak HRD perusahaan tersebut.

"Ada yang datang buat tes jadi operator gitu. Anaknya datang nih ke pabrik, tesnya bukan psikotes tapi disuruh nyangkul," tulis akun itu seperti dikutip Suara.com, Kamis (3/9/2020).

Dalam foto tangkapan layar, si pencaker mengaku mendapatkan undangan untuk interview pada 21 Agustus 2020.

Saat si pencaker tiba di pabrik yang dimaksud, ia langsung diminta untuk mencangkul sebidang tanah di dalam pabrik.

Ia sama sekali tidak menjalani tes yang berkaitan dengan bidang yang hendak ia lamar. Si pencaker juga tidak diberikan upah atas pekerjaan mencangkul sebidang tanah yang cukup luas.

Melamar operator pabrik dites mencangkul tanah (Twitter/hrdbacot)
Melamar operator pabrik dites mencangkul tanah (Twitter/hrdbacot)

Setelah selesai mencangkul, si pencaker dipersilakan pulang dan menunggu hasil penilaian dari pihak perusahaan.

Tak hanya itu, menurut keterangan para pekerja di pabrik tersebut, hampir setiap hari ada orang yang dites untuk mencangkul tanah di dalam kawasan pabrik.

"Katanya setiap hari ada saja yang tes kayak gini, kata karyawan lamanya," tuturnya.

baca juga

Si pencaker yang merasa curiga akhirnya bertanya kepada HRD perusahaan mengenai tes tidak masuk akal yang sudah dijalaninya.

"Saya sekadar tanya, seumur-umur saya tes masuk sebagai operator kok baru kali ini disuruh nyangkul tanah," tanya si pencaker.

Pihak HRD langsung memberikan jawaban ngegas. Ia menegaskan perusahaannya bukan perusahaan abal-abal dan tidak mencari tenaga sukarela.

"Mas maaf ya jaga ucapan Anda. Kami tidak mencari tenaga sukarela. Kami bukan perusahaan abal-abal mas, perusahaan kami terdaftar di Depnaker dan karyawan kami juga di atas 300-an," balas si HRD.

Si pencaker yang kesal kembali menanyakan alasan ia dites mencangkul tanah kepada si HRD perusahaan.

"Saya sudah tahu! Kalau boleh tahu dan tanya apa memang tesnya masuk pabrik Anda suruh nyangkul tanah ya kalau sebagai operator?" ungkap si pencaker.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Ragu, Petani Kopi Ini Sekarang Tanahnya Bersertifikat

Sempat Ragu, Petani Kopi Ini Sekarang Tanahnya Bersertifikat

News | Rabu, 02 September 2020 | 12:14 WIB

Horor! Peti Mati Korban Covid-19 Dipajang di Pasar Tanah Abang

Horor! Peti Mati Korban Covid-19 Dipajang di Pasar Tanah Abang

Foto | Selasa, 01 September 2020 | 17:00 WIB

Coba Perkosa Seorang Wanita di Stasiun Bawah Tanah, Pria Ini Ditangkap

Coba Perkosa Seorang Wanita di Stasiun Bawah Tanah, Pria Ini Ditangkap

News | Selasa, 01 September 2020 | 09:04 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×