Jangan Mau Dibodohi dan Disesatkan Seolah Kerja Jokowi Cuma Tambah Utang

Siswanto

Jum'at, 04 September 2020 | 10:31 WIB
Jangan Mau Dibodohi dan Disesatkan Seolah Kerja Jokowi  Cuma Tambah Utang
Kepadatan pemukiman penduduk terlihat dari ketinggian di salah satu kawasan di Jakarta, Rabu (28/9/2016). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Analis politik dan ekonomi mengingatkan beberapa isu ekonomi era Presiden Joko Widodo yang menurutnya harus dipahami secara tepat supaya masyarakat tidak salah paham.

Pertama, kata Rustam, jangan mau dibodohi, apalagi disesatkan bahwa seolah-olah kerja Presiden Joko Widodo hanya menambah utang.

Sejak awal menjabat Presiden, kata Rustam, Jokowi juga harus membayar cicilan dan bunga utang rezim sebelumnya. Misal tahun 2015, Jokowi membayar Rp382 triliun, kemudian tahun 2016 membayar Rp505 triliun, dan pada tahun 2017 mesti membayar Rp347 triliun.

Melalui akun Twitter, Rustam juga mengingatkan agar masyarakat jangan mau dibodohi, apalagi disesatkan dengan informasi seakan-akan ekonomi Indonesia terpuruk karena pertumbuhan ekonomi negatif.

"Mereka menutup informasi bahwa pada kuartal II puluhan negara-negara alami pertumbuhan negatif dua digit (puluhan persen). Jauh di atas Indonesia yang hanya - 5,3 persen," kata Rustam.

Di tengah pandemi Covid-19, dimana negara-negara sedang berlomba mencari vaksin, Rustam mengingatkan masyarakat jangan mau dibohongi apalagi disesatkan bahwa seakan-akan Indonesia jadi "kelinci percobaan" atau ujicoba vaksin buatan Cina.

"Beberapa negara mayoritas Islam seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bangladesh, dan juga Peru sedang ujicoba vaksin buatan Cina," kata Rustam.

Kaum genderuwo

Beberapa hari lalu, Rustam juga menyinggung kelompok tertentu yang disebutnya kaum genderuwo yang membuat narasi bahwa resesi ekonomi sama dengan krisis ekonomi. Dia meminta masyarakat jangan mau ditakut-takuti dengan narasi tersebut.

baca juga

"Kita jangan mau ditakut-takuti apalagi sampai dibodohi kaum genderuwo bahwa resesi ekonomi sama dengan krisis ekonomi. Resesi hanya sekedar istilah teknis bahwa aktivitas ekonomi menurun atau lesu yang diindikasikan oleh pertumbuhan PDB suatu negara mengalami minus 2 kuartal berturut-turut," kata Rustam.

Sedangkan krisis ekonomi, kata Rustam Ibrahim, bukan hanya ditunjukkan pertumbuhan produk domestik bruto minus. Selain minusnya besar (dua digit), juga dibarengi dengan inflasi yang tinggi serta terganggunya sektor keuangan. Nilai tukar jeblok, kata dia, bunga bank meroket menyebabkan krisis likuiditas dan beban utang luar negeri melonjak.

Menurut Rustam Ibrahim kalaupun seandainya bulan depan (Oktober) ekonomi Indonesia memasuki resesi, Indonesia harus melihat minus atau negatifnya pertumbuhan PDB Jika berada di bawah - 5.3 persen, misalnya hanya - 1-3 persen, itu artinya ekonomi Indonesia justru sedang menuju pemulihan (recovery).

"KITA jangan mau dibodohi dengan retorika bahwa utang negara akan membebani anak cucu. Soeharto sejak 1967 membuat utang dan mewariskan utang banyak 1998. Tapi anak-anak saya tidak merasa ikut bayar utang negara, paling PPH/PPN. Dan orang miskin tidak bayar pajak dan hidup lebih sejahtera sekarang," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 19:06 WIB

Jokowi: PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan

Jokowi: PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan

News | Sabtu, 26 September 2026 | 17:35 WIB

Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi

Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:10 WIB

Bisalunas Rilis Formula Pelunasan Pinjol Tanpa Utang Baru

Bisalunas Rilis Formula Pelunasan Pinjol Tanpa Utang Baru

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 17:09 WIB

Karhutla Terus Berulang, APHI Soroti Masalah Tata Kelola Lahan dan Ekonomi Warga

Karhutla Terus Berulang, APHI Soroti Masalah Tata Kelola Lahan dan Ekonomi Warga

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 11:10 WIB

Kelas Menengah RI Terus Merosot Setelah Pandemi, Kesempatan Kerja Makin Sedikit

Kelas Menengah RI Terus Merosot Setelah Pandemi, Kesempatan Kerja Makin Sedikit

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:05 WIB

Ekonomi Gelap Menggurita di Indonesia, Sektor Legal dan Pajak Terancam Makin Tertekan

Ekonomi Gelap Menggurita di Indonesia, Sektor Legal dan Pajak Terancam Makin Tertekan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:16 WIB

Meski Obligasi BLBI Lunas, Suahasil Akui Pemerintah Akan Terus Tarik Utang Baru

Meski Obligasi BLBI Lunas, Suahasil Akui Pemerintah Akan Terus Tarik Utang Baru

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 16:31 WIB

Suahasil Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Lebihi 5,5% di Q3-Q4 2026

Suahasil Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Lebihi 5,5% di Q3-Q4 2026

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 16:17 WIB

Aliansi Ekonom Soroti Kebijakan Pemerintah: Seperti Nobita, Ingin Serba Cepat

Aliansi Ekonom Soroti Kebijakan Pemerintah: Seperti Nobita, Ingin Serba Cepat

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:47 WIB

Terkini

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:40 WIB

Buntut Temuan Sel Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Resmi Dicopot

Buntut Temuan Sel Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Resmi Dicopot

Bogor | Sabtu, 26 September 2026 | 20:18 WIB

Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai

Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:15 WIB

Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi

Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:10 WIB

Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh

Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:00 WIB

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 19:35 WIB

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Surakarta | Sabtu, 26 September 2026 | 19:34 WIB

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 19:13 WIB

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 19:06 WIB

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

News | Sabtu, 26 September 2026 | 19:05 WIB

×