Tarik Rem Darurat, Anies Minta Warga Bekerja dan Beribadah dari Rumah

Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih
Tarik Rem Darurat, Anies Minta Warga Bekerja dan Beribadah dari Rumah
Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Suara.com/Fakhri Fuadi)

Anies terapkan PSBB lebih ketat mulai 14 September.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga untuk menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Hal ini untuk memutus penularan virus corona covid-19.

Untuk mencegah penularan semakin meluas, Anies memutuskan untuk kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang lebih ketat.

Anies mengatakan, keputusan ini diambil setelah melalukan rapat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI.

Ia dan jajarannya memutuskan untuk menerapkan PSBB sebelum masa transisi atau pembatasan yang lebih ketat dari sekarang.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Filipina dan Singapura Belum Tunjukkan Tanda Penurunan

Dengan kebijakan baru ini, maka kegiatan yang sudah sempat diizinkan dengan pembatasan kapasitas kembali dilarang. Misalnya seperti bekerja di kantor, hingga beribadah.

"Kita semua dalam pertemuan tadi bersepakat untuk tarik rem darurat, yaitu bekerja di rumah, belajar dari rumah, dan usahakan beribadah juga dari rumah," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Anies mengatakan, jika kebijakan ini tidak diambil, maka situasi penyebaran corona akan semakin mengkhawatirkan. Pasalnya kapasitas Rumah Sakit (RS) ICU dan tempat isolasinya, serta angka kematian begitu tinggi.

"Kita akan terus meningkatkan kapasitas, tapi jika tidak ada pembatasan ketat, maka akan mengulur waktu dan rumah sakit akan penuh," pungkasnya.

Kebijakan ini akan diterapkan mulai tanggal 14 September mendatang. Masyarakat diminta untuk bersiap kembali menjalani hari-hari PSBB yang ketat.

Baca Juga: Terima Laporan, Mahfud Sebut 59 Peserta Pilkada 2020 Positif Covid-19

"Tidak ada pilihan bagi Jakarta kecuali menarik rem darutat sesegera mungkin," pungkasnya.

Komentar