Putus Cinta, Seorang Pria Jatuhkan Bom ke Rumah Mantan Pacar

Reza Gunadha | Arief Apriadi | Suara.com

Senin, 28 September 2020 | 10:02 WIB
Putus Cinta, Seorang Pria Jatuhkan Bom ke Rumah Mantan Pacar
Ilustasi drone.[Unsplash/Jason Blackeye]

Suara.com - Ungkapan cinta memang gila mungkin ada benarnya bagi seorang pria bernama Jason Muzzicato. Lelaki asal Amerika Serikat itu nekat menjatuhkan bom ke rumah mantan pacarnya usai hubungan mereka kandas.

Menyadur Sputnik News, Minggu (27/9/2020), Jason Muzzicato diduga meluncurkan drone untuk menjatuhkan bom di dekat rumah mantan pacarnya sebagaimana dokumen pengadilan federal.

Aksi gilanya itu telah menyebabkan ledakan kecil yang disaksikan warga di kawasan Bangor, Maine, tahun lalu.

Setelah ditangkap selama penyelidikan atas ledakan tersebut, Muzzicato didakwa dengan "memiliki senjata api dan bahan peledak secara tidak sah.

"Dan menggunakan pesawat tak berawak untuk menjatuhkan alat peledak untuk meneror korbannya, mantan pacarnya," kata pengadilan.

Atas tindakan ekstrimnya itu, Muzzicato dikabarkan telah menjatuhkan hukuman lima tahun atas tuduhan penggunaan senjata secara ilegal.

Karena mantan pacarnya berada di bawah perintah Perlindungan Dari Penyalahgunaan (PFA), hukum federal melarangnya memiliki senjata api ini.

Muzzicato mengklaim bahwa dia menyimpan senjata terlarang karena dia menjadi sasaran pelecehan, terutama setelah kerusakan pada kendaraannya dan pelanggan di bisnisnya.

"Dengan kombinasi bom rakitan, senjata dan drone, terdakwa ini meneror seluruh komunitas," kata Asisten Pertama Jaksa Penuntut AS Williams.

“Pengabaiannya yang mencolok atas perintah pengadilan, hukum, dan keamanan pribadi orang lain membuatnya menjadi ancaman yang sebenarnya."

"Dan kami berterima kasih kepada mitra penegak hukum kami bahwa Muzzicato telah diidentifikasi dan ditangkap sebelum ada yang terluka secara fisik," tambahnya.

Di pengadilan, Muzzicato mengaku bersalah atas tindakan tersebut dan kemepilikan senjata yang mengancam ketertiban umum.

Dia juga mengaku bersalah atas tindak kekerasan dalam rumah tangga, dan secara sadar mengoperasikan pesawat tanpa awak (drone) yang tidak terdaftar.

"Kantor kami akan terus bekerja dengan mitra kami untuk memastikan keamanan komunitas kami tidak terancam oleh orang-orang yang bersembunyi di balik kendali jarak jauh," ata Asisten Pertama Jaksa Penuntut AS Williams.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkaca Penanganan Covid-19, Kepala PBB Ragu Perubahan Iklim Teratasi

Berkaca Penanganan Covid-19, Kepala PBB Ragu Perubahan Iklim Teratasi

News | Jum'at, 25 September 2020 | 18:19 WIB

Selama Musim Panas, Orang Usia Muda Lebih Banyak Terinfeksi Covid-19

Selama Musim Panas, Orang Usia Muda Lebih Banyak Terinfeksi Covid-19

Health | Jum'at, 25 September 2020 | 12:03 WIB

Balas Ucapan Meghan Markle, Donald Trump: Saya bukan penggemarnya!

Balas Ucapan Meghan Markle, Donald Trump: Saya bukan penggemarnya!

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2020 | 06:55 WIB

Lompat dari Perahu, Perempuan Hamil Selamatkan Suaminya yang Diserang Hiu

Lompat dari Perahu, Perempuan Hamil Selamatkan Suaminya yang Diserang Hiu

News | Kamis, 24 September 2020 | 17:10 WIB

Bercanda Ada Bom di Bandara, Seorang Pria di Selandia Baru Terancam Penjara

Bercanda Ada Bom di Bandara, Seorang Pria di Selandia Baru Terancam Penjara

News | Kamis, 24 September 2020 | 15:06 WIB

Terkini

Kemenag Pastikan Layanan Legalisasi Buku Nikah Tetap Buka Meski ASN WFH Setiap Jumat

Kemenag Pastikan Layanan Legalisasi Buku Nikah Tetap Buka Meski ASN WFH Setiap Jumat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:59 WIB

Benjamin Netanyahu Siap-siap Sidang Korupsi Lagi

Benjamin Netanyahu Siap-siap Sidang Korupsi Lagi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:57 WIB

Bulog: Stok Beras Nasional 4,6 Juta Ton Tersebar Merata, Ketahanan Pangan Aman Hadapi El Nino

Bulog: Stok Beras Nasional 4,6 Juta Ton Tersebar Merata, Ketahanan Pangan Aman Hadapi El Nino

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:52 WIB

Lawan Ketimpangan! Ini 5 Mandat Politik Kongres VI KPI Demi Keadilan Ekonomi Perempuan

Lawan Ketimpangan! Ini 5 Mandat Politik Kongres VI KPI Demi Keadilan Ekonomi Perempuan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:52 WIB

Polisi Sebut WFH ASN Bikin Jalanan Jakarta Lebih Lengang Hari Ini

Polisi Sebut WFH ASN Bikin Jalanan Jakarta Lebih Lengang Hari Ini

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:39 WIB

Geledah Rumah PNS dan Pihak Swasta, KPK Amankan Bukti Kasus Pemerasan dan Gratifikasi di Madiun

Geledah Rumah PNS dan Pihak Swasta, KPK Amankan Bukti Kasus Pemerasan dan Gratifikasi di Madiun

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:33 WIB

Ogah Santai Saat WFH Jumat, Pramono Anung Pantau Pengerukan Kanal Banjir Barat

Ogah Santai Saat WFH Jumat, Pramono Anung Pantau Pengerukan Kanal Banjir Barat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:31 WIB

Ngaku Bisa Atur Kasus Korupsi, 4 Petugas KPK Gadungan Ditangkap

Ngaku Bisa Atur Kasus Korupsi, 4 Petugas KPK Gadungan Ditangkap

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:28 WIB

WFH Jumat Perdana, Sebagian Kursi ASN Jakarta di Balai Kota Tak Terisi

WFH Jumat Perdana, Sebagian Kursi ASN Jakarta di Balai Kota Tak Terisi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:24 WIB

Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?

Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:44 WIB