Pikat Korban Lewat Medsos, Pria Jepang Mengaku Telah Membunuh 9 Orang

Kamis, 01 Oktober 2020 | 12:57 WIB
Pikat Korban Lewat Medsos, Pria Jepang Mengaku Telah Membunuh 9 Orang
Ilustrasi mutilasi. [Shutterstock]

Suara.com - Pria Jepang yang dijuluki sebagai "Twitter Killer" mengaku di pengadilan pada Rabu (30/9/2020), bahwa dirinya telah membunuh sembilan orang.

Menyadur India Today, Takahiro Shiraishi dijuluki "Twitter Killer" karena sebelum membunuh, dia memikat korbannya terlebih dulu lewat media sosial.

Pria 27 tahun itu mengakui bahwa dia membunuh dan memotong-motong tubuh kesembilan korbannya. Namun, pengacara Shirashi berpendapat bahwa korban yang dibunuh telah memberi "persetujuan".

Sang pengacara meminta hukuman bagi Shiraishi dikurangi lantaran sang "Twitter Killer" dianggap membunuh korban-korbannya yang sejak awal punya pikiran untuk bunuh diri.

Shiraishi menghadapi hukuman mati jika dia terbukti melakukan pembunuhan. Hukuman mati di Jepang dilakukan dengan cara menggantung terdakwa.

Selain terancam dakwaan pembunuhan, sang pembunuh berantai ini juga dihadapkan tuduhan pemerkosaan.

Shiraishi, yang dituduh memotong-motong para korbannya dan menyimpan bagian tubuh mereka dalam pendingin dan kotak peralatan, tidak membantah sembilan dakwaan pembunuhan

Pengacara Shiraishi, bagaimanapun, ingin tuduhan terhadapnya dikurangi menjadi "pembunuhan dengan persetujuan" yang membawa hukuman penjara antara enam bulan dan tujuh tahun.

Shiraishi, yang menyebut dirinya "The hanging pro" di Twitter, dilaporkan menghubungi orang-orang melalui internet menggunakan situs pakta bunuh diri.

Baca Juga: Viral Video Vandalisme di Musala, Pengamat Medsos Serukan Ini

Biografi Twitter-nya kemudian berkata: "Saya ingin membantu orang yang benar-benar kesakitan. Tolong DM saya kapan saja."

Sebelum menjadi pembunuh yang mengerikan, Shiraishi bekerja sebagai pengintai di rumah bordil yang terletak di distrik Kabukicho.

Dalam wawancara dengan harian Mainichi Shimbun, Shiraishi mengatakan dia tidak setuju dengan pengacaranya dan akan memberitahu jaksa bahwa dia telah "membunuh tanpa persetujuan".

Ada luka memar di bagian belakang kepala korban. Artinya tidak ada persetujuan dan saya lakukan agar mereka tidak melawan, katanya dalam komentar yang dipublikasikan Rabu.

Shiraishi ditahan tiga tahun lalu oleh polisi yang menyelidiki hilangnya seorang wanita berusia 23 tahun yang dilaporkan berkicau tentang keinginan bunuh diri.

Setelah dia hilang, saudara laki-lakinya rupanya mendapatkan akses ke akun Twitter-nya, dan melihat hal yang mencurigakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI