Klaster Kondangan di Coyudan Tambah Jadi 40 Orang Positif Covid-19 Hari Ini

Siswanto

Kamis, 01 Oktober 2020 | 20:38 WIB
Klaster Kondangan di Coyudan Tambah Jadi 40 Orang Positif Covid-19 Hari Ini
Ilustrasi petugas medis Covid-19. [Suara.com/Eko Faizin]

Suara.com - Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dari klaster kondangan di lingkungan Coyudan, Kelurahan Kauman Parakan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, terus bertambah. Kini menjadi 40 orang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Dwi Sukarmei mengatakan, Kamis (1/10/2020), yang dinyatakan positif COVID-19 ada 13 orang sehingga jumlahnya menjadi 40 orang.

"Sebanyak 40 kasus tersebut terdeteksi mulai 23 September 2020 hingga 1 Oktober 2020. Sebagian besar di antara mereka menjalani karantina di BLK Temanggung," katanya.

Menurut dia meskipun di wilayah itu banyak ditemukan kasus COVID-19, tidak akan dilakukan pembatasan kegiatan masyarakat.

"Kabar akan adanya penutupan wilayah dan pasar hanya isu saja, masyarakat jangan mudah percaya," katanya.

Bersama tim dari gugus tugas tingkat kecamatan dan kelurahan akan lebih memperketat penerapan protokol kesehatan di wilayah tersebut. Akses jalan dan fasilitas umum lainnya akan lebih diperketat lagi.

Selain langkah tersebut, katanya hari Kamis ini petugas PMI sudah melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke seluruh wilayah yang masuk dalam administrasi Kelurahan Kauman Parakan.

"Upaya-upaya untuk meminimalkan penyebaran COVID-19 di wilayah ini terus kami tingkatkan," katanya.

Ia berharap masyarakat di kelurahan Kauman Parakan ini bisa meningkatkan disiplin protokol kesehatan, kewajiban memakai masker saat keluar rumah harus dipatuhi, mencuci tangan dan menjaga kebersihan serta kesehatan juga dilakukan oleh semua warga.

baca juga

Lurah Kauman Parakan Bambang Sumardiyanto mengatakan, Kelurahan Kauman Parakan terdiri atas 16 RW dan kasus COVID-19 menyebar di 9 RW, paling banyak di RW 13 atau lingkungan Coyudan.

"Paling banyak memang dari klaster kondangan itu, warga yang ikut kondangan paling banyak dari Coyudan," katanya.

Ia menyampaikan di awal ditemukannya kasus COVID-19 di Kelurahan Kauman ini memang sempat membuat warga merasa ketakutan. Namun, setelah dilakukan sosialisasi dan pendekatan terhadap masyarakat, kini sudah mulai mengerti dan memahami.

“Ketakutan pasti ada, harapan kami perekonomian tetap berjalan protokol kesehatan juga wajib dilakukan,” katanya.

Total kasus terkonfirmasi COVID-19 di Kabupaten Temanggung sebanyak 442 orang, 325 orang di antaranya telah sembuh, 21 orang meninggal, dan saat ini ada 96 pasien COVID-19. Dari 96 pasien tersebut, 10 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan 86 mejalani isolasi mandiri di rumah dan karantina di BLK Temanggung. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Sport | Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:43 WIB

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×