Sesuai Arahan Presiden, Kemendagri Buka Layanan Aduan Perbaikan Kebijakan

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Jum'at, 09 Oktober 2020 | 10:27 WIB
Sesuai Arahan Presiden, Kemendagri Buka Layanan Aduan Perbaikan Kebijakan
Staf Ahli Menteri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik Kemendagri, Yusharto, saat Rapat Monev Layanan Pengaduan. (Dok : Kemendagri)

Suara.com - Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong para pemerintah daerah (pemda) untuk membuka keran-keran aduan atau masukan bagi perbaikan kebijakan. Hal itu disampaikan Staf Ahli Menteri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik Kemendagri, Yusharto, saat Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Layanan Pengaduan di Lingkungan Kemendagri.

 “Arahan presiden ini sejalan dengan pelaksanaan kegiatan kita, untuk mendengar sejauh mana pengelolaan pengaduan dan pemanfaatan data pengaduan di masing-masing unit kerja di lingkungan Kemendagri,” katanya, mengawali sambutannya, Jakarta, Kamis (8/10/2020).

Padsa Sabtu (3/10/2020), Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan terkait penanganan Covid-19 di Tanah Air. Dalam pernyataannya yang disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden tentang Keseimbangan dan Optimisme, Strategi Penanganan Covid-19, Jokowi minta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk mendorong pemda membuka keran-keran aduan atau masukan untuk perbaikan kebijakan.

Yusharto menegaskan, arahan presiden itu bukan hanya sebatas membuka keran-keran pengaduan atau masukan dari masyarakat.

“Namun lebih dari itu, kita harus mampu melakukan penyesuaian kebijakan, mencari formula-formula yang lebih baik berdasarkan feedback yang disampaikan oleh masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut Yusharto menjelaskan, Kemendagri saat ini telah tergabung dalam Komite Kerja Nasional Pengelola SP4N-LAPOR! bersama Kementerian PAN-RB, Kantor Staf Presiden dan Ombudsman RI. Kemendagri diberikan akses dan peran untuk melihat data pengelolaan pengaduan di tingkat pemda.

“Di sinilah tugas dan tantangan Kemendagri menjadi tidak mudah. Kemendagri diminta untuk mendorong pemerintah daerah dalam mengelola pengaduan. Hak akses yang diberikan oleh pemerintah kepada Kemendagri harus kita gunakan sebaik-baiknya untuk mendapatkan data primer, yang dapat kita olah dan kita gunakan untuk pengambilan keputusan di setiap komponen atau eselon I  di Kemendagri,” papar Yusharto.

Ia menambahkan, komitmen pelayanan pengaduan di Kemendagri, sebagaimana tercantum dalam Renstra Kemendagri Tahun 2020-2024, memuat target tindak lanjut penyelesaian pengaduan 100 persen, tindak Lanjut penyelesaian permohonan informasi 100 persen, dan rating kepuasan masyarakat minimal 3,5 poin.

“Target ini merupakan target Kemendagri, bukan hanya target Sekretariat Jenderal. Karenanya dibutuhkan komitmen dan kerja bersama dari seluruh komponen di Kemendagri, jauh melebihi target yang ditetapkan. Harapannya, data pengelolaan pengaduan benar-benar bisa memberikan manfaat, terutama untuk perbaikan-perbaikan kebijakan di lingkungan Kemendagri,” imbuh Yusharto.

Terkait pandemi Covid-19, menurut Yusharto, seluruh elemen pemerintah mau tidak mau dipaksa untuk melakukan transformasi pelayanan publik. Contoh, di tengah pandemi Covid-19, pergerakan dan komunikasi masyarakat secara langsung sangat dibatasi, sebagai upaya pencegahan penularan virus antar orang ke orang.

Hal itu membuat intensitas komunikasi melalui media digital menjadi semakin tinggi. Transformasi yang dibutuhkan itu diistilahkannya sebagai digital culture.

“Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) bukan lagi menjadi pilihan, namun menjadi keharusan,” kata Yusharto.

Yusharto menyampaikan, dalam menghadapi situasi yang tidak pasti, pemerintah harus bergerak dinamis, harus cepat tanggap terhadap perubahan. Yusharto mengistilahkannya dengan dynamic government.

“Langkah-langkah antisipatif, responsif, solutif, adaptif harus dikedepankan,” papar Yusharto.

Saat ini, Kemendagri telah menyediakan sarana dan prasarana untuk mengelola pengaduan di lingkungan Kemendagri, baik dalam bentuk pelayanan langsung maupun tidak langsung. Kemendagri menyediakan meja layanan dan ruang fasilitasi di unit layanan administrasi kantor pusat untuk melayani pengaduan yang disampaikan secara langsung.

Untuk pengaduan tidak langsung, telah disediakan kanal pengaduan melalui website, e-mail, telepon, social media Twitter, SMS dan surat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Intelektual NU Peringatkan Jokowi: What Do You Want Mr Presiden?

Intelektual NU Peringatkan Jokowi: What Do You Want Mr Presiden?

News | Kamis, 08 Oktober 2020 | 22:21 WIB

Temui Demonstran,Ridwan Kamil Kirim Surat ke Jokowi Minta UU Ciptaker Batal

Temui Demonstran,Ridwan Kamil Kirim Surat ke Jokowi Minta UU Ciptaker Batal

Video | Kamis, 08 Oktober 2020 | 16:15 WIB

Massa Protes UU Cipta Kerja, Jokowi Resmikan Food Estate di Kalteng

Massa Protes UU Cipta Kerja, Jokowi Resmikan Food Estate di Kalteng

Jogja | Kamis, 08 Oktober 2020 | 14:58 WIB

Hari Ini Istana Mau Dikepung Demonstran, Jokowi ke Kalimantan Tengah

Hari Ini Istana Mau Dikepung Demonstran, Jokowi ke Kalimantan Tengah

News | Kamis, 08 Oktober 2020 | 10:59 WIB

Kunker ke Palangkaraya, Istana Bantah Jokowi Hindari Demo Tolak UU Ciptaker

Kunker ke Palangkaraya, Istana Bantah Jokowi Hindari Demo Tolak UU Ciptaker

News | Kamis, 08 Oktober 2020 | 05:55 WIB

Masih Belum Rampung, Pengesahan Raperda Corona Jakarta Berpotensi Molor

Masih Belum Rampung, Pengesahan Raperda Corona Jakarta Berpotensi Molor

Jakarta | Rabu, 07 Oktober 2020 | 21:42 WIB

Terkini

Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!

Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!

News | Minggu, 12 April 2026 | 22:00 WIB

Petaka Parkir di Bahu Jalan! Sigra 'Nangkring' di Pembatas Jalan Usai Dihantam Fortuner di Tangerang

Petaka Parkir di Bahu Jalan! Sigra 'Nangkring' di Pembatas Jalan Usai Dihantam Fortuner di Tangerang

News | Minggu, 12 April 2026 | 21:00 WIB

Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz

Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:42 WIB

Fasilitas Pipa Minyak Arab Saudi Pulih, Penyaluran Capai 7 Juta Barel Per Hari

Fasilitas Pipa Minyak Arab Saudi Pulih, Penyaluran Capai 7 Juta Barel Per Hari

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:32 WIB

Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan

Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:30 WIB

Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas

Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:27 WIB

Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!

Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:19 WIB

Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi

Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:00 WIB

Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!

Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!

News | Minggu, 12 April 2026 | 19:30 WIB

Tak Hanya Tiket Pesawat, AHY Klaim Pemerintah Jaga Tarif Angkutan Darat dan Laut dari Dampak Perang

Tak Hanya Tiket Pesawat, AHY Klaim Pemerintah Jaga Tarif Angkutan Darat dan Laut dari Dampak Perang

News | Minggu, 12 April 2026 | 18:34 WIB