Suara.com - Anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya Bambang Purwoko, yang ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua dievakuasi ke Jakarta, Sabtu (10/10/2020). Bambang mengalami luka di kakinya.
Bambang menjadi korban penembakkan KKB setelah kembali dari Distrik Hitadipa, guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan warga sipil, beberapa waktu lalu. Dosen Universitas Gadjah Mada itu dibawa kembali ke Jakarta untuk penanganan lebih lanjut.
"Pagi ini anggota TGPF dan anggota TNI yang terluka dalam penyerangan kemarin sore telah kami evakuasi ke Jakarta untuk perawatan pengobatan lebih lanjut," kata Wakil Ketua TGPF Sugeng Purnomo, yang juga Deputi bidang Hukum dan HAM Kemenko Polhukam, di Jayapura, Sabtu.
Bambang dievakuasi menggunakan helikopter Caracal TNI AU dari Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya pukul 07.00 WIB ke Timika. Dari sana, Bambang dipindahkan ke pesawat Boeing TNI AU menuju Jakarta.
![Anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya Bambang Purwoko, dievakuasi ke Jakarta, Sabtu (10/10/2020). [Dok. Tim TGPF Kemenko Polhukam]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/10/10/59760-bambang-purwoko.jpg)
Bambang merupakan dosen dan peneliti UGM yang berpengalaman melakukan penelitian di Papua. Ia juga sempat menjadi ketua Pokja Papua UGM.
Selain itu, korban lainnya yakni Sersan Satu TNI Faisal Akbar yang menjadi anggota Satgas Apter Hitadipa juga dievakuasi. Faisal juga tertembak dibagian pinggang.
Sugeng menuturkan saat ini prioritas rombongan TGPF adalah melakukan evakuasi untuk keselamatan dan perawatan.
"Tim sedang mengevaluasi seluruh kegiatan yang berjalan, dan terutama mempertimbangkan faktor keamanan dan keselamatan," tuturnya.
Tentunya tanpa mengurangi misi memperoleh informasi yang terang tentang kasus ini," tambah Sugeng.
Sebelumnya diberitakan, Bambang Purwoko dan satu anggota TNI ditembak oleh kelompok separatis bersenjata (KSB) pada Jumat (9/10/2020). Bambang juga merupakan dosen Universitas Gadjah Mada (UGM).
Kepala Penerangan (Kapen) Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Kolonel Czi IGN Suriastawa, mengatakan kejadian tersebut terjadi pukul 15.30 WIT, tepatnya di daerah Kampung Mamba Bawah, Distrik Hipadita, Kabupaten Intan Jaya.
"Di daerah Kampung Mamba Bawah, Distrik Hipadita telah terjadi penghadangan oleh KSB terhadap rombongan TGPF saat kembali dari Distrik Hitadipa menuju ke Sugapa," kata Suriastawa dalam keterangannya, Jumat.