Beda Pandangan soal UU Ciptaker, Ferdinand Hutahaean Mundur dari Demokrat

Dany Garjito, Chyntia Sami Bhayangkara

Minggu, 11 Oktober 2020 | 13:36 WIB
Beda Pandangan soal UU Ciptaker, Ferdinand Hutahaean Mundur dari Demokrat
Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, Minggu (9/9/2018). (Suara.com/Bowo Raharjo)

Suara.com - Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean memutuskan untuk mundur dari keanggotaan Partai Demokrat. Perbedaan pandangan politik terkait UU Omnibus Law Cipta Kerja menjadi puncak penyebab Ferdinand mundur.

Pernyataan Ferdinand untuk mundur dari Partai Demokrat pertama kali diungkapkan melalui akun Twitter pribadinya @ferdinandhaean3.

Ferdinand mengatakan, surat pengunduran resmi akan disampaikan ke DPP Partai Demokrat pada Senin (12/10/2020) besok.

"Besok Senin pagi saya sampaikan pengunduran diri saya secara resmi ke DPP Partai Demokrat," kata Ferdinand saat dikonfirmasi Suara.com, Minggu (11/10/2020).

Ferdinand yang saat ini menjabat sebagai Ketua Biro Energi dan Sumber Daya Mineral DPP Partai Demokrat itu menjelaskan, ia menemukan beberapa perbedaan politik dan prinsip antara dirinya dengan pengurus dan sikap partai.

Puncak dari perbedaan politik itu adalah saat Partai Demokrat dengan Ketua Umum Agus harimurti Yudhoyono itu memutuskan menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

"Ini puncak dari beberapa perbedaan politik dan prinsip. Perbedaan yang makin mencolok soal UU Ciptaker membuat saya semakin kokoh untuk pergi," ungkapnya.

Ferdinand Hutahaean mundur dari Partai Demokrat (Twitter/ferdinandhaean3)
Ferdinand Hutahaean mundur dari Partai Demokrat (Twitter/ferdinandhaean3)

Perbedaan demi perbedaan yang ditemui itulah membuat Ferdinand berani mengambil langkah tegas keluar dari partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut Ferdinand, keputusannya keluar dari Partai Demokrat merupakan sikap penghormatan dirinya kepada partai yang telah membesarkan namanya.

baca juga

"Saya memilih memutuskan untuk pergi sebagai sikap penghormatan saya kepada partai ini (Demokrat) atas sikapnya dan untuk membebaskan saya untuk bersikap ke depan," tuturnya.

Saat ditanya mengenai adanya pinangan dari partai lain, Ferdinand membantah hal itu. Keputusannya mundur dari Demokrat bukan karena ia akan bergabung ke partai lain namun murni karena prinsipnya.

"Ini tak ada hubungan dengan partai lain dan tak ada pinangan," tegasnya.

Sebelumnya, Ferdinand Hutahaean mengumumkan akan mundur dari Partai Demokrat. Melalui akun Twitter miliknya, Ferdinand menyampaikan keputusannya untuk mundur dari Partai Demokrat.

"Jadi kalau sekarang pun saya akan pergi dari Partai Demokrat, itu juga karena soal prinsip dan keyakinan politik, jalan politik kebangsaan yang saya yakini terlepas apakah saya salah atau benar dengan prinsip yang saya yakini. Saya memutuskan untuk pergi dan akan mengundurkan diri," kata Ferdinand.

Ia juga menegaskan, keputusan tersebut diambil bukan karena ingin dipandang oleh pemrintahan Presiden Joko Widodo.

Keputusan tersebut murni prinsipnya karena merasa telah berbeda pandangan dengan pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono.

"Kalau ada yang menuduh saya penjilat dan menjilat untuk dapat jabatan sekarang, saya harus tertawakan dia karena dia tak kenal dengan Ferdinand Hutahaean," ungkap Ferdinand.

"Kalau saya punya mental penjilat, harusnya 2014 Jokowi saya jilat dan puja puji, sudah pasti saya jadi pejabat. Tapi tidak kan? Saya pergi untuk sebuah prinsip," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh! Anak Curhat Ibunya Diciduk Polisi Gegara Sebar Hoaks Omnibus Law

Heboh! Anak Curhat Ibunya Diciduk Polisi Gegara Sebar Hoaks Omnibus Law

News | Minggu, 11 Oktober 2020 | 13:15 WIB

Gus Nadir Kritik Polri soal Hoaks Omnibus Law, Rocky Sambar Cuitan Menohok

Gus Nadir Kritik Polri soal Hoaks Omnibus Law, Rocky Sambar Cuitan Menohok

News | Minggu, 11 Oktober 2020 | 12:33 WIB

36 Tahun Jadi Pengacara, Hotman Paris Ungkap Cara Menolong Buruh

36 Tahun Jadi Pengacara, Hotman Paris Ungkap Cara Menolong Buruh

News | Minggu, 11 Oktober 2020 | 12:13 WIB

Terkini

261 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Total 2.400 Orang Belum Ketemu

261 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Total 2.400 Orang Belum Ketemu

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:46 WIB

Wacana Percepatan Pemilu Bikin Panas, GCP Bakal Polisikan Budi Arie

Wacana Percepatan Pemilu Bikin Panas, GCP Bakal Polisikan Budi Arie

Jabar | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:44 WIB

Titik Api Masih Muncul di Tol Palindra, Seberapa Cepat Karhutla Bisa Dikendalikan?

Titik Api Masih Muncul di Tol Palindra, Seberapa Cepat Karhutla Bisa Dikendalikan?

Sumsel | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:40 WIB

Purbaya Klaim Keuntungan Danantara Akan Disetor ke Pemerintah Tahun Ini, Negara Kantongi Rp 120 T

Purbaya Klaim Keuntungan Danantara Akan Disetor ke Pemerintah Tahun Ini, Negara Kantongi Rp 120 T

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:38 WIB

Mencari Warna di Balik Gelapnya Duka dalam Novel French Pink

Mencari Warna di Balik Gelapnya Duka dalam Novel French Pink

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Perusahaan AS Jadikan RI Pusat Produksi Global, Ekspor Sampai Kanada hingga Inggris

Perusahaan AS Jadikan RI Pusat Produksi Global, Ekspor Sampai Kanada hingga Inggris

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:22 WIB

Maling Motor di Warkop Medan Ditembak Polisi, Pelaku Beraksi hingga ke Aceh

Maling Motor di Warkop Medan Ditembak Polisi, Pelaku Beraksi hingga ke Aceh

Sumut | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:22 WIB

30 Tahun Berlalu, Komnas HAM Kembali Selidiki Peristiwa 27 Juli 1996

30 Tahun Berlalu, Komnas HAM Kembali Selidiki Peristiwa 27 Juli 1996

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:21 WIB

3 Rekomendasi Peeling Pad Mengandung AHA BHA: Wajah Halus, Noda Hitam Tersamarkan

3 Rekomendasi Peeling Pad Mengandung AHA BHA: Wajah Halus, Noda Hitam Tersamarkan

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:16 WIB

Waspada Greenwashing, Klaim Ramah Lingkungan yang Tak Selalu Hijau

Waspada Greenwashing, Klaim Ramah Lingkungan yang Tak Selalu Hijau

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:15 WIB

×