Metode Daring Sepi Peminat, Paslon Ramai-ramai Kampanye Tatap Muka Langsung

Dwi Bowo Raharjo | Novian Ardiansyah | Suara.com

Rabu, 21 Oktober 2020 | 16:27 WIB
Metode Daring Sepi Peminat, Paslon Ramai-ramai Kampanye Tatap Muka Langsung
Ilustrasi Pilkada. (Antara)

Suara.com - Plt Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra menyampaikan data terbaru pelaksanaan kampanye para paslon yang bertarung di Pilkada serentak 2020 pada masa pandemi. Hasilnya, paslon lebih banyak memilih kampanye dengan cara tatap muka langsung daripada melalui daring.

Ilham berujar, sejauh ini total ada 4.196 kegiatan kampanye yang telah dilakukan sejak dimulainya masa kampanye pada 26 September sampai 5 Desmber 2020. Dari total kegiatan, pelaksanaam kampanye tatap muka langsung lebih digandringi.

"985 dilakukan secara online 3.211 kemudian kegiatan kampanye dilakukan secara offline atau tatap muka sebanyak 77 persen. Memang ini membuktikan masih banyak paslon menggunakan metode offline," ujar Ilham dalam webinar, Rabu (21/10/2020).

Ilham menuturkan, pelaksanaan kampanye dengan metode daring memang masih sepi peminat. Mengingat cara tersebut baru pertama digunakan saat masa pandemi Covid-19.

"Metode daring memang masih jarang digunakan. Bahwa bisa saja ini terkait dengan belum familiarnya masyarakat di daerah tertentu menggunakan media daring sebagai alat kampanye. Ini juga pengalaman baru bagi paslon untuk menggunakan media daring dalam kampanye," kata Ilham.

Sementara dari pelaksanaan kampanye tatap muka, nyatanya masih menimbulkan persoalan. Di mana baik paslon maupun simpatisan kedapatan melanggar protokol kesehatan saat melakukan tatap muka langsung.

"Ini jumlah pelanggaran dan tindak lanjut kampanye pertemuan terbatas atau tatap muka pilkada 2020. Pelanggaran pelanggaran protokol kesehatan ada 237, kemudian tanggal 6-15 Oktober meningkat jadi 375," kata dia.

Ilham menambahkan, pihaknya terus melakukan peringatan tertulis. Namun pembubaran kampanye karena pelanggaran protokol menurun.

"Pembubaran ini dalam artian, ketika kita sudah melakukan peringatan tertulis tapi tidak diindahkan maka Bawaslu beserta Pokja bisa melalukan pembubaran. KPU termasuk di dalam Pokja tersebut," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sah! 7 KPU Kalbar Tetapkan DPT Pilkada 2020, Berikut Rinciannya

Sah! 7 KPU Kalbar Tetapkan DPT Pilkada 2020, Berikut Rinciannya

Kalbar | Rabu, 21 Oktober 2020 | 15:24 WIB

Mudahkan Para Siswa Belajar Daring, Polsek Tambelan Sediakan Wifi Gratis

Mudahkan Para Siswa Belajar Daring, Polsek Tambelan Sediakan Wifi Gratis

Batam | Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:38 WIB

Guru Curi 51 Tablet untuk Siswa Belajar Daring, Uangnya Dipakai Foya-foya

Guru Curi 51 Tablet untuk Siswa Belajar Daring, Uangnya Dipakai Foya-foya

Jabar | Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:41 WIB

Debat Paslon di Pilwalkot Blitar Tanpa Suporter

Debat Paslon di Pilwalkot Blitar Tanpa Suporter

Jatim | Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:19 WIB

Terkini

Misteri Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, TAUD Identifikasi 16 Pelaku dan Jejak Struktur Komando

Misteri Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, TAUD Identifikasi 16 Pelaku dan Jejak Struktur Komando

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:46 WIB

Gus Yaqut Bantah Terima Uang 30 Ribu USD dari Maktour dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Gus Yaqut Bantah Terima Uang 30 Ribu USD dari Maktour dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:45 WIB

Kejahatan Perang Baru AS-Israel Terbongkar, Incar Museum dan Situs Sejarah Iran

Kejahatan Perang Baru AS-Israel Terbongkar, Incar Museum dan Situs Sejarah Iran

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:34 WIB

Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan

Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:28 WIB

Sengketa Temuan Kasus Andrie Yunus: Polisi Sebut Tak Ada Sipil, KontraS Ungkap 'Operasi Sadang'

Sengketa Temuan Kasus Andrie Yunus: Polisi Sebut Tak Ada Sipil, KontraS Ungkap 'Operasi Sadang'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:25 WIB

Korsel Bagi-bagi Duit Tak Mau Warganya Hidup Susah saat Harga BBM Naik

Korsel Bagi-bagi Duit Tak Mau Warganya Hidup Susah saat Harga BBM Naik

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:22 WIB

Dari Teknisi ke Tumpukan Kelapa Busuk: Perjuangan Rosikin di Pinggir Rel Kramat Pulo Demi Mimpi Anak

Dari Teknisi ke Tumpukan Kelapa Busuk: Perjuangan Rosikin di Pinggir Rel Kramat Pulo Demi Mimpi Anak

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:22 WIB

Jaksa Agung Didesak Turun Tangan Seret Penyiram Air Keras Andrie Yunus ke Peradilan Umum

Jaksa Agung Didesak Turun Tangan Seret Penyiram Air Keras Andrie Yunus ke Peradilan Umum

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:17 WIB

Terkuak! Korban Mutilasi di Serang Baru Ternyata Dibunuh karena Tolak Curi Mobil Majikan

Terkuak! Korban Mutilasi di Serang Baru Ternyata Dibunuh karena Tolak Curi Mobil Majikan

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:15 WIB

PDIP-Demokrat Kompak Desak Prabowo Bentuk TGPF Kasus Air Keras Andrie Yunus

PDIP-Demokrat Kompak Desak Prabowo Bentuk TGPF Kasus Air Keras Andrie Yunus

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:14 WIB