alexametrics

Krisis Pandemi, Dokter di Inggris Menuntut Makanan Gratis untuk Anak-anak

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti
Krisis Pandemi, Dokter di Inggris Menuntut Makanan Gratis untuk Anak-anak
Ilustrasi anak memakai masker. (Pixabay)

Aliansi dokter menyebut sekitar 4 juta anak di Inggris hidup dalam kemiskinan, dengan sepertiganya bergantung pada makanan gratis di sekolah

Suara.com - Dokter di Inggris mendesak pemerintah untuk menyediakan makanan gratis bagi anak-anak miskin selama liburan sekolah, merespon krisis yang ditimbulkan oleh pandemi virus corona.

Menyadur ABC News, Senin (26/10/2020), aliansi dokter menyebut sekitar empat juga anak di Inggris hidup dalam kemiskinan, di mana sepertiganya bergantung pada makanan gratis di sekolah.

Sekitar 2.200 anggota Royal College of Pediatrics and Child Health telah menyurtai Perdana Menteri Inggris Boris Johnson terkait penolakan rencana penyediaan makanan gratis selama liburan sekolah, mulai Oktober hingga liburan paskah.

Sebelumnya, Dewan Rakyat Britania pekan lalu telah menolak undang-undang yang memungkinkan adanya makanan gratis untuk anak-anak itu.

Baca Juga: Pentingnya Sertifikat TOEIC Bagi Siswa SMK, Bermanfaat untuk Lamar Kerja?

Para dokter mengatakan pandemi virus corona membuat banyak orang tua yang kehilangan pekerjaan atau pengurangan jam kerja. Alhasil, sangat penting untuk memastikan anak-anak miskin mendapatkan setidaknya satu makanan bergizi gratis setiap hari selama liburan.

Ilustrasi bekal makan siang. (Shutterstock)
Ilustrasi bekal makan siang. (Shutterstock)

"Keluarga yang sebelumnya mengelola kini berjuang untuk memenuhi kebutuhan karena terdampak Covid-19. Tidaklah cukup baik untuk mengantar meeka ke masa liburan dengan harapan yang terbaik," tulis para dokter.

Sebagian besar sekolah di Inggris akan memulai liburan selama satu pekan pada Senin (27/10).

Sekretaris Irlandia Utara Brandon Lewis, mengatakan anggota parlemen telah mengambil pendekatan lebih luas dengan meningkatkan tunjuangan kesekahteraan nasional, memberikan 63 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,2 triliun kepada komunitas lokal.

"Apa yang kami lakukan adalah memastikan bahwa kami menangani kemiskinan anak pada intinya, menempatkan struktur pada tempatnya yang berarti bahkan saat liburan sekolah, anak-anak bisa mendapatkan akses makanan yang mereka butuhkan," kata Lewis pada Minggu (25/10).

Baca Juga: Arsenal Vs Leicester City, Brendan Rodgers: Jamie Vardy Striker Kelas Dunia

Komisaris Anak untuk Inggris, Anne Longfield, menyebut ia merasa ngeri sekaligus kecewa dengan perdebatan terkait bantuan makanan gratis ini di ranah politik.

Komentar