NASA Ungkap Bukti Temuan Air di Bulan, Arti Bagi Eksplorasi Ruang Angkasa?

Siswanto, BBC

Selasa, 27 Oktober 2020 | 15:05 WIB
NASA Ungkap Bukti Temuan Air di Bulan, Arti Bagi Eksplorasi Ruang Angkasa?
BBC

Suara.com - Setelah memberikan petunjuk menggoda beberapa hari lalu tentang "temuan baru yang menarik tentang Bulan", badan antariksa AS mengungkap bukti konklusif tentang temuan air di satu-satunya satelit alami kita.

"Deteksi molekul air yang tidak ambigu" ini akan meningkatkan harapan NASA untuk membangun pangkalan di bulan untuk eksplorasi ruang angkasa di masa mendatang.

Tujuannya adalah untuk memastikan keberlangsungan pangkalan tersebut dengan memanfaatkan sumber daya alam Bulan.

Temuan itu telah dipublikasikan di dua laporan yang diterbitkan di jurnal Natrue Astronomy.

Tidak seperti pendeteksian keberadaan air sebelumnya yang berada di bagian kawah bulan, para ilmuwan kini telah mendeteksi molekul tersebut di daerah permukaan Bulan yang diterangi matahari.

Berbicara dalam telekonferensi virtual, penulis Casey Honniball yang juga rekan pascadoktoral di Nasa's Goddard Space Flight Center di Maryland, mengatakan: "Jumlah air kira-kira setara dengan sebotol air ukuran 12 ons dalam satu meter kubik tanah bulan."

Rekannya di NASA, Jacob Bleacher, dari direktorat eksplorasi manusia, mengatakan para peneliti masih harus memahami sifat endapan berair.

Ini akan membantu mereka menentukan seberapa mudah materi itu dapat diakses dan digunakan oleh penjelajah bulan di masa mendatang.

Dan meski sebelumnya sudah ada tanda-tanda air di permukaan bulan, penemuan baru ini menunjukkan jumlahnya lebih banyak daripada yang diperkirakan sebelumnya.

"Ini memberi kita lebih banyak pilihan untuk sumber air potensial di Bulan," kata Hannah Sargeant, seorang ilmuwan planetologi dari Open University di Milton Keynes, kepada BBC News.

"Lokasi pangkalan Bulan sebagian besar difokuskan di mana air berada."

Badan antariksa AS mengatakan akan mengirim perempuan pertama dan astronot pria berikutnya ke permukaan bulan pada tahun 2024 untuk mempersiapkan "lompatan raksasa berikutnya" - eksplorasi manusia di Mars pada awal tahun 2030-an.

Dr Sargeant menjelaskan bahwa itu berarti mengembangkan "cara yang lebih berkelanjutan dalam melakukan eksplorasi ruang angkasa".

"Sebagian dari itu menggunakan sumber daya lokal ini - terutama air," katanya kepada BBC News.

Bagaimana para ilmuwan menemukan air di permukaan bulan?

Temuan pertama keberadaan air di bulan berasal dari teleskop infra merah yang dikenal sebagai Sofia.

Observatorium ini, yang berada di pesawat Boeing 747 yang dimodifikasi, terbang di atas sebagian besar atmosfer Bumi, memberikan pemandangan Tata Surya yang sebagian besar tidak terhalang.

Menggunakan teleskop infra merah, para peneliti mengambil warna "tanda kunci" dari molekul air.

Para peneliti memperkirakan molekul air itu tersimpan dalam gelembung kaca atau di antara butiran di permukaan bulan yang melindunginya dari lingkungan yang keras.

Dalam studi lain, para ilmuwan mencari area yang berada di bayangan matahari secara permanen - yang dikenal sebagai perangkap dingin - di mana air dapat ditangkap dan disimpan secara permanen.

Mereka menemukan perangkap dingin ini di kedua kutub dan menyimpulkan bahwa "sekitar 40.000 kilometer persegi permukaan bulan memiliki kemampuan untuk memerangkap air".

Apa makna temuan ini?

Dr Sargeant mengatakan temuan ini bisa "memperluas daftar lokasi di mana kita bisa membangun pangkalan [di bulan]".

Akan ada beberapa misi ke daerah kutub Bulan dalam beberapa tahun mendatang. Namun dalam jangka panjang, ada rencana untuk membangun tempat tinggal permanen di permukaan bulan,

"Ini bisa berpengaruh. Ini memberi kami waktu untuk melakukan penyelidikan," kata peneliti Open University itu.

"Ini tidak memberi kami banyak waktu karena kami sudah mengerjakan ide-ide tentang pangkalan Bulan dan ke mana kita akan pergi, tapi itu lebih menjanjikan.

"Kami toh akan pergi ke Bulan. Tapi ini memberi kami lebih banyak pilihan dan menjadikannya tempat yang lebih menarik untuk dikunjungi."

Para ahli mengatakan bahwa air berbentuk es bisa menjadi dasar ekonomi bulan di masa depan, setelah kita menemukan cara mengekstraknya.

Akan jauh lebih murah untuk membuat bahan bakar roket di Bulan daripada mengirimkannya dari Bumi.

Jadi, ketika penjelajah bulan di masa depan ingin kembali ke Bumi, atau melakukan perjalanan ke tujuan lain, mereka dapat mengubah air menjadi hidrogen dan oksigen yang biasa digunakan untuk menggerakkan kendaraan luar angkasa.

Oleh karena itu, pengisian bahan bakar di Bulan dapat menurunkan biaya perjalanan ruang angkasa dan membuat pangkalan bulan lebih terjangkau.

Ikuti Victoria di Twitter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada 2 Tanggal Merah di Bulan Juni 2026, Ini Daftarnya Sesuai SKB 3 Menteri

Ada 2 Tanggal Merah di Bulan Juni 2026, Ini Daftarnya Sesuai SKB 3 Menteri

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 13:21 WIB

Kapan Hari Arafah 2026? Lakukan Amalan Sunah Ini agar Dosa 2 Tahun Terhapus

Kapan Hari Arafah 2026? Lakukan Amalan Sunah Ini agar Dosa 2 Tahun Terhapus

Lifestyle | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:07 WIB

3 Bulan Kelahiran yang akan Dapat Keberuntungan Sebelum Akhir Mei 2026

3 Bulan Kelahiran yang akan Dapat Keberuntungan Sebelum Akhir Mei 2026

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:02 WIB

9 Amalan di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah yang Bisa Dilakukan Wanita Haid

9 Amalan di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah yang Bisa Dilakukan Wanita Haid

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:17 WIB

Asteroid Terdeteksi Mendekat Sangat Cepat ke Arah Orbit Bumi, Jaraknya Lebih Dekat dari Bulan

Asteroid Terdeteksi Mendekat Sangat Cepat ke Arah Orbit Bumi, Jaraknya Lebih Dekat dari Bulan

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:43 WIB

Mengintip Daftar Cuti Bersama 2026, Bulan Mei Hari Apa Saja?

Mengintip Daftar Cuti Bersama 2026, Bulan Mei Hari Apa Saja?

Lifestyle | Senin, 11 Mei 2026 | 08:30 WIB

Jam Berapa Flower Moon di Indonesia? Ini Waktu Terbaik Melihatnya

Jam Berapa Flower Moon di Indonesia? Ini Waktu Terbaik Melihatnya

Tekno | Sabtu, 02 Mei 2026 | 08:05 WIB

6 Shio Paling Hoki Hari Ini 1 Mei 2026, Apakah Kamu Termasuk?

6 Shio Paling Hoki Hari Ini 1 Mei 2026, Apakah Kamu Termasuk?

Lifestyle | Jum'at, 01 Mei 2026 | 12:46 WIB

1 Mei Bank Buka atau Tidak? Ini Daftar Lengkap Libur Bank Mei 2026

1 Mei Bank Buka atau Tidak? Ini Daftar Lengkap Libur Bank Mei 2026

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 18:35 WIB

Tanggal Merah Bulan Mei 2026 Kapan Saja? Ini Daftarnya Berdasarkan SKB 3 Menteri

Tanggal Merah Bulan Mei 2026 Kapan Saja? Ini Daftarnya Berdasarkan SKB 3 Menteri

News | Senin, 27 April 2026 | 11:37 WIB

Terkini

PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik

PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:29 WIB

DPR Restui TNI Buru Begal Jakarta, Tapi Ingatkan Aturan Main

DPR Restui TNI Buru Begal Jakarta, Tapi Ingatkan Aturan Main

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:11 WIB

Bukan Pesantren! Padepokan Padhang Ati Pekalongan Ternyata Bodong, Pimpinannya Cabuli Banyak Wanita

Bukan Pesantren! Padepokan Padhang Ati Pekalongan Ternyata Bodong, Pimpinannya Cabuli Banyak Wanita

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:03 WIB

Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:45 WIB

Geger Sekeluarga Tewas di Tenda Kamping Temanggung, UGM Konfirmasi Satu Korban Mahasiswanya

Geger Sekeluarga Tewas di Tenda Kamping Temanggung, UGM Konfirmasi Satu Korban Mahasiswanya

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:33 WIB

Aseng Tak Mungkin Main Sendiri, Eks Pimpinan KPK Minta Jaksa Kejar Pejabat Pemberi Izin

Aseng Tak Mungkin Main Sendiri, Eks Pimpinan KPK Minta Jaksa Kejar Pejabat Pemberi Izin

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:22 WIB

Aksi Kamisan ke-909 Soroti Penghilangan Paksa dan Tahanan Demonstrasi 2025

Aksi Kamisan ke-909 Soroti Penghilangan Paksa dan Tahanan Demonstrasi 2025

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:19 WIB

Saling Balas Serangan! Iran Targetkan Pangkalan Militer AS Setelah Washington Gempur Bandar Abbas

Saling Balas Serangan! Iran Targetkan Pangkalan Militer AS Setelah Washington Gempur Bandar Abbas

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:13 WIB

8 Fakta Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Pekalongan, Korban Disebut Mencapai Puluhan

8 Fakta Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Pekalongan, Korban Disebut Mencapai Puluhan

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:08 WIB

Terkuak! Sebelum Tewas Dihantam Selebgram Woodyrman, WN Brunei Sempat Kirim VN Tantangan Berkelahi

Terkuak! Sebelum Tewas Dihantam Selebgram Woodyrman, WN Brunei Sempat Kirim VN Tantangan Berkelahi

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:04 WIB