Dikritik Milenial karena Cibir Demo, Megawati: Kalian Jangan Menjeng Doang

Reza Gunadha, Ummi Hadyah Saleh

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 16:38 WIB
Dikritik Milenial karena Cibir Demo, Megawati: Kalian Jangan Menjeng Doang
Pembukaan Sekolah Calon Kepala Daerah PDIP gelombang dua secara virtual, Rabu (26/8/2020). [Suara.com/Stephanus Aranditio]

Megawati mengakui, sudah belajar dari China dan Jepang soal metode menghadapi bencana alam. Menurutnya, Indonesia jauh tertinggal dari kedua negara tersebut.

"Kalian mungkin heran kenapa ketua umum bisa tahu? Karena saya belajar. Saya juga pengin kalian itu belajar, jangan mejeng doang," tutur Megawati.

Dalam arahannya itu, Megawati juga menyinggung banyak kalangan milenial yang sukses. Namun, umumnya mereka yang sukses adalah yang berprofesi sebagai pengusaha. 

"Tapi yang lain? Yang saya maksud, berapa banyak rakyat yang sudah kamu tolong? Saya ingin rakyat punya harapan. Partai ini, membawa kemajuan dan kesejahteraan ke depan. Tapi bagaimana (bisa) kalau manja? Ya ngamuk lah saya. Bilang milenial tak boleh dimanja," kata Megawati. 

Megawati pun tak menyangka pernyataannya dijadikan bahan diskusi di acara televisi.

"Gara-gara omongan saya, sampai banyak talkshow. Wah keren saya. (Pernyataan saya) Sampai dibawa talkshow. Padahal ya rakyat Indonesia memang harus digembleng untuk punya fighting spirit, tahu membawa Indonesia maju ke depan, membawa rakyat sejahtera," kata Megawati.

Dikecam

Pernyataan Megawati Soekarnoputri karena menganggap anak muda alias milenial hanya bisa berdemo hingga berujung perusakan, kini menjadi sorotan sejumlah pihak.

Terkait hal ini, Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos pun berpesan kepada Megawati agar membuka memori lamanya.

baca juga

Hal yang dimaksud Nining adalah ketika momen Megawati memprotes adanya kenaikkan harga BBM pada 2008 atau ketika SBY menjabat sebagai presiden.

Megawati bahkan ketika itu sempat bercucuran air mata karena mengaku sedih melihat kondisi rakyat. Air mata Megawati tumpah di acara Rakernas PDI-P di Makassar.

Menurut Nining, Megawati semestinya berkaca dengan kejadian 22 tahun silam tersebut. Bukan justru setelah menjadi partai penguasa melarang atau mendiskreditkan gerakan mahasiswa, pelajar, buruh dan elemen masyarakat lain yang melakukan aksi demonstrasi menolak Omnibus Law - Undang-Undang Cipta Kerja.

"Ingat dong ketika mereka juga bagaimana mengkritik rezim SBY menaikkan harga BBM sampai nangis-nangis dan bagaimana membuat empati. Kenapa ketika mereka berkuasa orang tidak lagi boleh mengkritik dan turun ke jalan. Ini menunjukkan otoriterisme kembali di negeri kita," kata Nining saat dihubungi Suara.com, Kamis (29/10/2020) malam.

Sementara Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI meminta agar Megawati melihat akar masalah sehingga muncul gerakan protes di masyarakat.

Bukan menyoroti soal fasilitas yang rusak saat massa aksi mulai memanas.

"Yang harus dinilai oleh pemerintah atau Bu Mega, semestinya adalah kenapa masyarakat marah sehingga adanya kerusakan? Bukan penyebabnya yang dipersoalkan, malah kerusakan itu yang disorot," ujar Koordinator Kajian Isu BEM SI, Alif Zulfikar Syahroni.

Sedangkan Perwakilan Mahasiswa Sumatera Selatan, Kamis (29/10/2020), Bagas Pratama  mengatakan, jika terjadi tindakan perusakan saat aksi massa, maka silakan pihak kepolisian mengusut dan melakukan pembuktian hukumnya.

Perusakan yang demikian inilah yang disebut kebablasan demokrasi.

“Bu Mega, kalau masalah demonstran yang menciptakan kerusakan, ya bisa diusut toh,” ujar Bagas kepada Suarasumsel.Id.

Ia mengatakan, Megawati perlu kembali mengingat apa yang diberbuat selama memimpin negara.

Jika dibandingkan dengan kerusakan fasilitas umum saat aksi, justru banyak sekali kerusakan lingkungan yang terjadi akibat tanda tangan kebijakan para penguasa.

“Lihat saja, kebijakan yang malah berdampak pada kerusakan alam lingkungan. Izin investasi diobral, dan bagaimana pencapaiannya,” tanya Bagas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Megawati Soekarnoputri Lengkap dari Pendidikan sampai Karier

Profil Megawati Soekarnoputri Lengkap dari Pendidikan sampai Karier

News | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 20:49 WIB

Hasto Jelaskan Maksud Sebenarnya Ucapan Mega Tanyakan Kontribusi Milenial

Hasto Jelaskan Maksud Sebenarnya Ucapan Mega Tanyakan Kontribusi Milenial

News | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 17:38 WIB

PDIP: Maksud Bu Megawati Baik, Ingin Milenial Hindari Budaya Instan

PDIP: Maksud Bu Megawati Baik, Ingin Milenial Hindari Budaya Instan

News | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 16:04 WIB

Buruh Skakmat Megawati: Ingat Dong saat Kritik SBY sampai Nangis-nangis

Buruh Skakmat Megawati: Ingat Dong saat Kritik SBY sampai Nangis-nangis

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 14:54 WIB

Demo Disusupi Provokator, Demokrat: Megawati Tak Boleh Asal Tuduh Milenial

Demo Disusupi Provokator, Demokrat: Megawati Tak Boleh Asal Tuduh Milenial

News | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 14:26 WIB

Megawati Cibir Pendemo, Buruh: Ibu Ingat Dulu Sampai Nangis-nangis Era SBY?

Megawati Cibir Pendemo, Buruh: Ibu Ingat Dulu Sampai Nangis-nangis Era SBY?

News | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 14:13 WIB

Mahasiswa Balas Megawati: Berapa Banyak Kerusakan Alam Akibat Penguasa

Mahasiswa Balas Megawati: Berapa Banyak Kerusakan Alam Akibat Penguasa

News | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 13:10 WIB

PKS Minta Milenial Tak Ladeni Cibiran Mega: Kalau Mau Sukses Jangan Baper

PKS Minta Milenial Tak Ladeni Cibiran Mega: Kalau Mau Sukses Jangan Baper

News | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 13:03 WIB

Terkini

Hubungan Indonesia-Singapura Memanas, 60 Tahun Persahabatan Terancam Perselisihan

Hubungan Indonesia-Singapura Memanas, 60 Tahun Persahabatan Terancam Perselisihan

News | Minggu, 01 November 2026 | 19:00 WIB

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:57 WIB

Wardah Crystal Secret Melting Milk Cleanser untuk Kulit Apa? Ini Jawaban Sesuai Klaim

Wardah Crystal Secret Melting Milk Cleanser untuk Kulit Apa? Ini Jawaban Sesuai Klaim

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 18:56 WIB

Apakah Arti Mimpi Berulang Kali dengan Orang yang Sama? Ini Tafsir Primbon dan Psikologinya

Apakah Arti Mimpi Berulang Kali dengan Orang yang Sama? Ini Tafsir Primbon dan Psikologinya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 18:55 WIB

Gugatan Rp156 Triliun Donald Trump Terkait Isu Jeffrey Epstein Ditolak!

Gugatan Rp156 Triliun Donald Trump Terkait Isu Jeffrey Epstein Ditolak!

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:54 WIB

Sinopsis Jumanji 3: Penutup Trilogi Era Dwayne Johnson, Tayang 25 Desember

Sinopsis Jumanji 3: Penutup Trilogi Era Dwayne Johnson, Tayang 25 Desember

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 18:53 WIB

Sabu 4 Kilogram Disimpan di Dua Kos Surabaya, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram

Sabu 4 Kilogram Disimpan di Dua Kos Surabaya, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram

Jatim | Minggu, 01 November 2026 | 18:44 WIB

Anggaran MBG Membengkak, Apakah Semua Anak Benar-Benar Membutuhkannya?

Anggaran MBG Membengkak, Apakah Semua Anak Benar-Benar Membutuhkannya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 18:40 WIB

Jalan Raya Terus Rusak, Pengiriman Barang di Atas 500 Km Disarankan Lewat Kereta Api

Jalan Raya Terus Rusak, Pengiriman Barang di Atas 500 Km Disarankan Lewat Kereta Api

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 18:40 WIB

Jelang Hadir di Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Ajudan Jokowi Ungkap Kondisi Ayah Gibran

Jelang Hadir di Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Ajudan Jokowi Ungkap Kondisi Ayah Gibran

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:30 WIB

×