Pemilu Amerika: Kapan Hasil Pemungutan Suara Diketahui?

Siswanto | BBC | Suara.com

Rabu, 04 November 2020 | 23:27 WIB
Pemilu Amerika: Kapan Hasil Pemungutan Suara Diketahui?
BBC

Suara.com - Proses pemilihan umum presiden AS telah lama usai, tetapi persaingan Donald Trump dan Joe Biden menuju Gedung Putih belum usai. Mengapa?

Sangat dimungkinkan untuk tidak mendapatkan hasil pemilu pada malam pemilihan.

Jutaan lebih orang Amerika memberikan suara melalui pos karena pandemi virus corona, yang berarti penundaan penghitungan suara mungkin terjadi.

Kapan biasanya kita mendapatkan hasil pemilu AS?

Hasilnya biasanya dapat dilihat jelas pada malam pemilihan.

Negara bagian yang berbeda berhenti memberikan suara pada waktu yang berbeda.

Pemungutan suara pertama ditutup di East Coast pada pukul 19:00 waktu setempat.

Ini diikuti dengan perhitungan suara yang dilaporkan di setiap negara bagian.

Penghitungan total tidak pernah selesai pada malam pemilihan - itu normal - tetapi biasanya ada cukup suara untuk mengonfirmasi pemenang.

Sebuah negara bagian "diproyeksikan" oleh outlet media utama AS ketika mereka yakin salah satu kandidat memiliki keunggulan yang tak terkalahkan di sana.

Itu bukan hasil akhir tetapi hampir selalu terbukti benar ketika semua suara akhirnya dihitung.

Presiden AS tidak ditentukan oleh pemungutan suara nasional, tetapi dengan memenangkan cukup banyak negara bagian.

Pemenang di setiap negara bagian berhasil mendapatkan sejumlah "suara elektoral" berdasarkan jumlah populasi secara kasar.

Untuk memenangkan Gedung Putih, dibutuhkan 270 suara elektoral.

Pada 2016, hasil yang memenangkan Donald Trump diketahui sekitar pukul 02:30 waktu setempat, setelah kemenangan di Wisconsin membuatnya memenangkan lebih dari 270 suara.

Mengapa tahun ini berbeda?

Pandemi virus corona membuat semakin banyak orang yang memberikan suara lebih awal, baik melalui pos atau secara langsung.

Penghitungan suara melalui pos biasanya memakan waktu lebih lama karena harus melalui lebih banyak langkah untuk proses verifikasi, seperti tanda tangan dan pemeriksaan alamat.

Beberapa negara bagian seperti Florida mengizinkan proses ini dimulai beberapa minggu sebelum hari pemilihan, sehingga suara siap dihitung.

Itulah mengapa diketahui bahwa suara di sana dimenangkan oleh calon petahana.

Arizona adalah negara bagian penting lainnya yang sudah memasuki proses penghitungan lebih awal, jadi kemungkinan kita akan segera melihat hasilnya di sana.

Negara bagian apa yang kita tunggu?

Negara bagian seperti Pennsylvania dan Wisconsin tidak mengizinkan pemungutan suara awal diproses hingga hari pemungutan suara.

Negara bagian ini bisa jadi sangat penting dan pejabat pemilihan mengatakan penghitungan bisa memakan waktu berhari-hari.

Hasil di negara-negara bagian penting lainnya seperti Georgia, Michigan dan North Carolina juga belum diketahui.

Apa lagi yang menunda penghitungan?

Sekitar setengah dari negara bagian akan menerima surat suara pos yang tiba setelah hari pemilihan, asalkan di surat suara tertera cap pos sebelum 3 November.

Jadi beberapa suara tidak akan dihitung sampai beberapa hari setelah pemilihan.

Juga diperkirakan akan ada peningkatan surat suara provisional- suara yang diberikan oleh orang-orang yang meminta surat suara, tetapi memutuskan untuk memilih secara langsung.

Surat suara ini tidak akan dimasukkan dalam penghitungan awal, karena memerlukan pemeriksaan untuk memastikan orang itu tidak memilih dua kali.

Bagaimana cara menghitung suara?

Kebanyakan surat suara - kertas atau digital - dihitung dengan mesin.

Tetapi petugas pemungutan suara perlu memeriksa surat suara yang gagal diproses mesin.

Setelah pemungutan suara ditutup, data pemungutan suara akan ditransfer ke markas pusat pemilihan - di balai kota atau di lokasi serupa.

Terkadang, proses ini dilakukan secara elektronik.

Tetapi di tempat lain, perangkat memori yang menyimpan data pemungutan suara harus dikirim secara fisik atau hasilnya dibacakan melalui telepon.

Setelah penghitungan suara dikirim, data itu akan mulai muncul di situs resmi negara bagian.

Dalam kasus lain, wartawan diberi tahu tentang hasil penghitungan oleh pejabat pemilihan negara bagian dan melaporkan hasil ini.

Ketika cukup banyak suara telah dihitung di sebuah negara bagian, kantor berita akan menyebut satu calon sebagai pemenang di negara bagian itu.

Hasil tidak resmi ini dikonfirmasi beberapa minggu kemudian oleh pejabat negara.

Penghitungan suara akhir dapat berbeda antara perhitungan awal, tetapi tidak drastis.

Apa yang terjadi jika hasil pemilu diperdebatkan?

Pandemi telah memicu lebih dari 300 kasus hukum terkait pemilu di 44 negara bagian, menurut proyek pemilu sehat Stanford-MIT.

Kasus hukum dapat timbul setelah pemilihan presiden ini, terkait dengan berbagai macam hal, seperti persyaratan identifikasi untuk pemungutan suara melalui pos hingga perubahan terkait sistem pemungutan suara akibat Covid-19.

Presiden Trump mengatakan hasil pemilu bisa berakhir di Mahkamah Agung AS.

Pada tahun 2000, calon Demokrat Al Gore kalah di Florida. Ia kalah pemilihan umum presiden dengan selisih 537 suara dari total hampir enam juta suara.

Kejadian itu diikuti oleh proses penghitungan ulang yang sangat kontroversial yang berlangsung lebih dari sebulan.

Putusan Mahkamah Agung kemudian mendukung George W Bush dari Partai Republik sebagai pemenang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Tunda Serangan ke Iran Usai Desakan Negara Teluk, Takut Dibalas Rudal Teheran

Trump Tunda Serangan ke Iran Usai Desakan Negara Teluk, Takut Dibalas Rudal Teheran

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:50 WIB

Menghindari Perangkap Thucydides: Alarm Xi Jinping untuk Trump

Menghindari Perangkap Thucydides: Alarm Xi Jinping untuk Trump

Your Say | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:12 WIB

AS Rencanakan Serangan Baru ke Iran? Puluhan Pesawat Amunisi

AS Rencanakan Serangan Baru ke Iran? Puluhan Pesawat Amunisi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:16 WIB

Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini

Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:47 WIB

Drone Hantam Pembangkit Nuklir UEA, Trump Ancam Iran: Waktu Kalian Hampir Habis

Drone Hantam Pembangkit Nuklir UEA, Trump Ancam Iran: Waktu Kalian Hampir Habis

News | Senin, 18 Mei 2026 | 09:35 WIB

Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem

Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:27 WIB

Cek Fakta: Donald Trump Intip Dokumen Rahasia Xi Jinping, Benarkah?

Cek Fakta: Donald Trump Intip Dokumen Rahasia Xi Jinping, Benarkah?

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:59 WIB

Jerit Pemilik Hotel Jelang Piala Dunia 2026: Sepi Pengunjung Gegara Kebijakan Trump

Jerit Pemilik Hotel Jelang Piala Dunia 2026: Sepi Pengunjung Gegara Kebijakan Trump

Bola | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:30 WIB

Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi

Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:48 WIB

Trump T1: HP dengan Spesifikasi Premium, Buatan Perusahaan Donald Trump

Trump T1: HP dengan Spesifikasi Premium, Buatan Perusahaan Donald Trump

Your Say | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:53 WIB

Terkini

Ace Hasan: Pemerintah Akan Tempuh Jalur Diplomatik untuk Bebaskan Jurnalis RI yang Ditahan Israel

Ace Hasan: Pemerintah Akan Tempuh Jalur Diplomatik untuk Bebaskan Jurnalis RI yang Ditahan Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:49 WIB

Mati Syahid! Aksi Heroik Ayah 8 Anak Jadi Tameng Hidup Saat Penembakan Masjid San Diego

Mati Syahid! Aksi Heroik Ayah 8 Anak Jadi Tameng Hidup Saat Penembakan Masjid San Diego

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:46 WIB

KPK Bongkar Modus 'Sandera Jabatan' Bupati Nonaktif Tulungagung, Pj Sekda Diperiksa

KPK Bongkar Modus 'Sandera Jabatan' Bupati Nonaktif Tulungagung, Pj Sekda Diperiksa

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:40 WIB

Simbol Nazi dan Pesan Anti-Islam Ditemukan di Mobil Pelaku Penembakan Masjid San Diego

Simbol Nazi dan Pesan Anti-Islam Ditemukan di Mobil Pelaku Penembakan Masjid San Diego

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:35 WIB

Militer Israel Tangkap 4 Jurnalis Indonesia, Fauqi Hapidekso: Langgar HAM dan Hukum Internasional!

Militer Israel Tangkap 4 Jurnalis Indonesia, Fauqi Hapidekso: Langgar HAM dan Hukum Internasional!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:34 WIB

Beraksi 4 Tahun, Siasat Licik Tukang Rujak di Duri Kepa Cabuli Siswi SD: Uang Jajan Jadi Umpan!

Beraksi 4 Tahun, Siasat Licik Tukang Rujak di Duri Kepa Cabuli Siswi SD: Uang Jajan Jadi Umpan!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:33 WIB

Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik dan Hukum Bebaskan Tiga Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel

Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik dan Hukum Bebaskan Tiga Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:32 WIB

CELIOS: Pemerintah Terlalu Sibuk Jaga Narasi Positif Ekonomi

CELIOS: Pemerintah Terlalu Sibuk Jaga Narasi Positif Ekonomi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:20 WIB

Kedok Alim Tukang Rujak di Kebon Jeruk Runtuh, Diduga Cabuli Anak Tetangga sejak Balita

Kedok Alim Tukang Rujak di Kebon Jeruk Runtuh, Diduga Cabuli Anak Tetangga sejak Balita

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:15 WIB

Menhan Soal Kasus Andrie Yunus di Peradilan Militer: Bisa Lebih Berat Hukumannya

Menhan Soal Kasus Andrie Yunus di Peradilan Militer: Bisa Lebih Berat Hukumannya

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:12 WIB