Ini Alasan Menantu Erdogan Mengundurkan Diri dari Menteri Keuangan

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Rabu, 11 November 2020 | 17:12 WIB
Ini Alasan Menantu Erdogan Mengundurkan Diri dari Menteri Keuangan
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (Shutterstock).

Suara.com - Menantu Presiden Turki, Berat Albayrak mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan. Menyadur Al Jazeera pada Rabu (11/11), pengunduran diri itu terjadi tiba-tiba dengan cara yang tidak biasa, melalui postingan Instagram.

Ada banyak kehebohan dan berita simpang siur yang beredar terkait pengunduran ini, terlebih selama ini sang menantu digadang-gadang sebagai pengganti Erdogan.

Albayrak mengumumkan pengunduran dirinya pada Minggu malam melalui postingan media sosial. Hal ini membuat heran banyak orang dan berusaha memahami, alasan dibalik keputusan tersebut.

Sehari sebelum postingan itu dimuat, Erdogan memecat gubernur Bank Setral Murat Uysal. Al Jazeera melaporkan bahwa Albayrak merasa diabaikan oleh Erdogan karena tak dilibatkan dalam pemecetan tersebut.

"Keputusan untuk memecat Uysal tampaknya telah mendorong Albayrak ke tepi tetapi ada masalah mendasar lainnya, juga," jelas sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Berat Albayrak, menantu Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan diangkat sebagai Menteri Keuangan Turki pada Senin (9/7). [AFP/Ozan Kose]
Berat Albayrak, menantu Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan ketika diangkat sebagai Menteri Keuangan Turki pada Senin (9/7). [AFP/Ozan Kose]

Akibat keputusan Albayrak, analis memperkirakan Turki telah menghabiskan sekitar USD 100 miliar cadangan devisa untuk mempertahankan mata uang tersebut.

Mata uang lira melemah dan memicu inflasi, yang saat ini mencapai hampir 12 persen. Situasi ini membuat marah banyak legislator Partai AK, menurut orang dalam partai.

"Ada banyak ketidaknyamanan di pesta tersebut karena inflasi tinggi adalah masalah utama yang dikeluhkan masyarakat dan Albayrak adalah fokus dari keluhan ini," tambah sumber itu.

Albayrak juga menghadapi sejumlah rival kelas berat di dalam pemerintahan, tidak terkecuali Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu dan Menteri Pertahanan Hulusi Akar, menurut Berk Esen, asisten profesor ilmu politik di Universitas Sabanci Istanbul.

Ketika Soylu mengundurkan diri awal tahun ini, Erdogan menolaknya dan dia tetap di posnya hingga hari ini.

Pada hari Sabtu, penasihat presiden Bulent Arinc, seorang politisi veteran Partai AK, tampak mengkritik penanganan ekonomi dalam sebuah wawancara TV, yang memicu rumor perombakan kabinet.

"Albayrak pasti mengambil keputusan ini dengan tergesa-gesa yang berarti dia benar-benar stres atau semacam gangguan besar sedang terjadi di dalam pemerintahan dan dia tidak dapat mengambilnya,"" kata Esen

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Mulyani Ungkapkan UU Cipta Kerja Bakal Perbaiki Ekosistem Investasi

Sri Mulyani Ungkapkan UU Cipta Kerja Bakal Perbaiki Ekosistem Investasi

Riau | Rabu, 11 November 2020 | 10:51 WIB

Sri Mulyani Ikut Senang Mendengar Hasil Uji Klinis Vaksin Pfizer

Sri Mulyani Ikut Senang Mendengar Hasil Uji Klinis Vaksin Pfizer

Bisnis | Selasa, 10 November 2020 | 13:05 WIB

Indonesia Resesi, Sri Mulyani Tetap Sebut Pertumbuhan Ekonomi Membaik

Indonesia Resesi, Sri Mulyani Tetap Sebut Pertumbuhan Ekonomi Membaik

Bisnis | Kamis, 05 November 2020 | 14:47 WIB

Terkini

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:10 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:04 WIB

Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena

Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:59 WIB

Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan

Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:05 WIB

Banding Kasus Chromebook, Pengamat Ingatkan PT Tak Ulur Waktu Tahan Ibrahim Arief

Banding Kasus Chromebook, Pengamat Ingatkan PT Tak Ulur Waktu Tahan Ibrahim Arief

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:38 WIB

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa, Relawan PROBO Siap Kawal Program Strategis

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa, Relawan PROBO Siap Kawal Program Strategis

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:25 WIB

Dari Limbah ke Pasar Dunia, Rahasia Wayan Sudira Ubah Sampah Kayu Laut Jadi Cuan Ekspor

Dari Limbah ke Pasar Dunia, Rahasia Wayan Sudira Ubah Sampah Kayu Laut Jadi Cuan Ekspor

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:12 WIB

Ukir Prestasi, Gus Ipul Apresiasi Siswa Sekolah Rakyat Surakarta

Ukir Prestasi, Gus Ipul Apresiasi Siswa Sekolah Rakyat Surakarta

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:01 WIB

Viral Manusia Silver Todong Pisau di Kuta, Polisi Tangkap Pria Asal Bandung

Viral Manusia Silver Todong Pisau di Kuta, Polisi Tangkap Pria Asal Bandung

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:01 WIB

Amnesty Desak DPR Segera Sahkan UU Anti Bahan Korosif Usai Kasus Andrie Yunus

Amnesty Desak DPR Segera Sahkan UU Anti Bahan Korosif Usai Kasus Andrie Yunus

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:38 WIB