Lindungi Hewan Laut, WWF Desak Kapal Penangkap Ikan Dipasang Kamera

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 19 November 2020 | 14:06 WIB
Lindungi Hewan Laut, WWF Desak Kapal Penangkap Ikan Dipasang Kamera
Nelayan tengah menjaring ikan di Pantai Lagin, utara Jakarta. Foto sebagai ilustrasi.(suara.com/Ummy Hidaya Saleh)

Suara.com - Badan amal satwa dunia mendesak para pengusaha penangkapan ikan agar memasang kamera di kapalnya untuk mengawasi proses penangkapan untuk mengurangi bycatch atau hewan yang sengaja tertangkap dan mati.

Menyadur Sky News, Kamis (19/11/2020) sebuah laporan yang dipimpin oleh WWF ratusan ribu hewan laut dari burung laut, penyu, hiu, paus, dan anjing laut, menjadi bycatch atau mati karena tidak sengaja terjaring setiap tahunnya.

Laporan yang dibuat bekerja sama dengan Sky Ocean Rescue mendesak agar setiap kapal penangkap ikan agar dipasang kamera untuk membantu memantau hewan laut yang secara tidak sengaja ditangkap dan dibunuh dalam apa yang dikenal sebagai bentuk bycatch.

Laporan berjudul The What's mengatakan perikanan komersial menjaring sejumlah besar tangkapan sampingan per tahun di seluruh dunia. Tangkapan tersebut sekitar 720.000 burung laut, 300.000 cetacea termasuk lumba-lumba, 345.000 anjing dan singa laut, lebih dari 250.000 penyu dan jutaan hiu.

Penangkapan ikan skala industri mendorong beberapa spesies ke ambang kepunahan serta mengancam stok ikan dunia.

Saat ini pemantauan independen terhadap HTS dan tidak ada cara yang tepat untuk mengukur masalah tersebut, menurut ahli konservasi.

Undang-undang perikanan Inggris yang baru mencakup upaya untuk meminimalkan dan sedapat mungkin mengakhiri bycatch spesies sensitif dan mencatat semua tangkapan.

Laporan setebal 53 halaman tersebut menyerukan agar ada pemantauan elektronik jarak jauh (REM) sebagai solusi untuk masalah ini. Pemantauan tersebut melibatkan kamera yang dipasang pada kapal penangkap ikan sebagai pendekatan hemat biaya untuk pengumpulan data.

Sensor aktivitas penangkapan ikan, modem satelit dan GPS, bekerja bersama, akan memungkinkan penangkapan ikan untuk diukur dan dihubungkan dengan waktu dan lokasi tertentu.

baca juga

Sistem semacam itu sama sekali bukan baru dan telah dicoba dan diuji dalam operasi selama 15 tahun terakhir, menurut laporan itu.

Harapan jangka panjangnya adalah membuat penangkapan ikan lebih berkelanjutan, memastikan perusahaan mematuhi janji mereka untuk meningkatkan proses mereka, dan menawarkan kepercayaan pelanggan tentang dari mana ikan itu berasal.

Laporan tersebut juga mengklaim bahwa mempercepat proses mungkin dapat dicapai dengan menjadikan imbauan tersebut menjadi peraturan wajib, serta mengembangkan insentif dan permintaan pasar untuk penggunaannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Xiaomi Mi 11 Pro akan Dilengkapi Kamera Utama 50MP dan Telefoto 12MP

Xiaomi Mi 11 Pro akan Dilengkapi Kamera Utama 50MP dan Telefoto 12MP

Tekno | Rabu, 18 November 2020 | 17:57 WIB

Bersiap, Samsung Bakal Geber Ponsel Ekonomis Bertenaga Pacu Snapdragon 460

Bersiap, Samsung Bakal Geber Ponsel Ekonomis Bertenaga Pacu Snapdragon 460

Sumsel | Selasa, 17 November 2020 | 08:25 WIB

4 Cara Optimalkan Fitur Kamera Smartphone untuk Tugas Video Sekolah Anak

4 Cara Optimalkan Fitur Kamera Smartphone untuk Tugas Video Sekolah Anak

Sumut | Selasa, 17 November 2020 | 08:30 WIB

Terkini

Setelah Pakai Milk Cleanser Viva Perlu Cuci Muka? Begini Urutannya, Jangan Keliru

Setelah Pakai Milk Cleanser Viva Perlu Cuci Muka? Begini Urutannya, Jangan Keliru

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Cara Federal Oil Menjaga Kepercayaan Pengendara Motor Harian

Cara Federal Oil Menjaga Kepercayaan Pengendara Motor Harian

Otomotif | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Kenapa Gigi Tidak Menjadi Putih Meski Rutin Disikat? Ini Penjelasannya

Kenapa Gigi Tidak Menjadi Putih Meski Rutin Disikat? Ini Penjelasannya

Health | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Darurat Karhutla: Ketika Asap Beracun dan Ancaman Penyakit Mengintai Warga Tanpa Henti

Darurat Karhutla: Ketika Asap Beracun dan Ancaman Penyakit Mengintai Warga Tanpa Henti

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Gibran Respons Rapor Merah CELIOS: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik

Gibran Respons Rapor Merah CELIOS: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:19 WIB

KDM di Undip: Lebih Baik jadi Akang tapi Menyenangkan, daripada jadi Bapak Kerjanya Naikin Pajak

KDM di Undip: Lebih Baik jadi Akang tapi Menyenangkan, daripada jadi Bapak Kerjanya Naikin Pajak

Jawa Tengah | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:18 WIB

Bye Jerawat! 4 Toner Succinic Acid Solusi Bersihkan Pori-Pori secara Lembut

Bye Jerawat! 4 Toner Succinic Acid Solusi Bersihkan Pori-Pori secara Lembut

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Beraroma seperti Dessert Lezat! 5 Parfum Gourmand Murah di Bawah Rp100 Ribu

Beraroma seperti Dessert Lezat! 5 Parfum Gourmand Murah di Bawah Rp100 Ribu

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Perjalanan Merawat Arum Manis Jadul, Kisah UMKM Bertahan di Tengah Harga Bahan Baku yang Melonjak

Perjalanan Merawat Arum Manis Jadul, Kisah UMKM Bertahan di Tengah Harga Bahan Baku yang Melonjak

Jogja | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti

Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti

Jakarta | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:09 WIB

×