Untuk Pertama Kali dalam 60 Tahun, Pemimpin Tibet Lawatan ke Gedung Putih

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Minggu, 22 November 2020 | 17:48 WIB
Untuk Pertama Kali dalam 60 Tahun, Pemimpin Tibet Lawatan ke Gedung Putih
Lobsang Sangay berkunjung ke Gedung Putih untuk pertama kalinya dalam 60 tahun.[Dok.CTA]

Suara.com - Kepala pemerintahan Tibet mengunjungi Gedung Putih untuk pertama kalinya dalam enam dekade, sebuah langkah yang semakin membuat China geram kepada Amerika Serikat.

Menyadur NDTV, Minggu (22/11/2020) Lobsang Sangay, Presiden Administrasi Pusat Tibet (CTA), diundang ke Gedung Putih untuk bertemu dengan para pejabat pada hari Jumat (20/11).

"Pertemuan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini mungkin akan menjadi nada optimis bagi partisipasi CTA dengan para pejabat AS dan lebih formal di tahun-tahun mendatang," jelas CTA dalam pernyataan persnya.

Tibet juga menjadi salah satu wilayah yang menjadi arang penyulut perselisihan antara Amerika Serikat dan China dalam beberapa dekade.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menuduh Beijing pada Juli melanggar hak asasi manusia di Tibet dan mengatakan Washington mendukung "otonomi" untuk wilayah tersebut.

Pejabat Beijing sejak itu menuduh Amerika Serikat menggunakan Tibet untuk mencoba membuat perpecahan di China.

Pihak China juga menolak untuk terlibat dan melakukan hubungan dengan Koordinator Khusus AS untuk Masalah Tibet yang baru diangkat, Robert Destro.

China menguasai Tibet pada tahun 1950 dalam apa yang mereka sebut sebagai "pembebasan damai" untuk membantu mereka membuang "masa lalu feodalis".

Namun, sejumlah kebijakan Beijing mendapat kritik dari pemimpin spiritual yang diasingkan, Dalai Lama, yang mengatakan aturan mereka sama dengan "genosida budaya".

baca juga

Presiden China Xi Jinping mengatakan pada bulan Agustus bahwa China perlu membangun benteng yang tak tertembus di Tibet untuk melindungi persatuan nasional.

Selain Tibet, AS belakangan ini diketahui berhubungan dengan pejabat Taiwan yang semakin membuat berang pemerintah China.

Pada bulan September, Wakil Menteri Urusan Ekonomi AS Keith Krach berkunjung ke Taiwan. Ia adalah pejabat Departemen Luar Negeri berpangkat tertinggi yang mengunjungi Taiwan dalam 40 tahun.

Pada kunjungan tersebut, Keith bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen, dan menghadiri upacara peringatan mendiang Presiden Lee Teng-hui.

Setelah kunjungan tersebut, China langsung menggelar latihan militer di dekat Selat Taiwan dan melibatkan komando Tentara Pembebasan Rakyat, seperti diwartakan Channel News Asia.

"Itu adalah tindakan yang wajar dan diperlukan yang ditujukan pada situasi saat ini di Selat Taiwan dan melindungi kedaulatan nasional dan integritas teritorial," ujar Ren Guoqiang, Menteri Pertahanan China.

Ren juga memperingatkan bahwa militer China memiliki kemampuan yang cukup untuk menghadapi ancaman atau tantangan eksternal dari separatis Taiwan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Bertambah, Putra Pengacara Pribadi Donald Trump Juga Positif Corona

Kasus Bertambah, Putra Pengacara Pribadi Donald Trump Juga Positif Corona

News | Sabtu, 21 November 2020 | 16:30 WIB

Obama Tak Ikut Joe Biden Melangkah ke Gedung Putih, Ini Alasannya

Obama Tak Ikut Joe Biden Melangkah ke Gedung Putih, Ini Alasannya

News | Selasa, 17 November 2020 | 08:07 WIB

130 Anggota Pengamanan Presiden Donald Trump Dikarantina, Tertular Covid-19

130 Anggota Pengamanan Presiden Donald Trump Dikarantina, Tertular Covid-19

News | Sabtu, 14 November 2020 | 17:35 WIB

Terkini

Gol Offside Haaland Disahkan Manchester United Dicurangi, Wasit VAR Dibebastugaskan

Gol Offside Haaland Disahkan Manchester United Dicurangi, Wasit VAR Dibebastugaskan

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 09:09 WIB

RWA dan Stablecoin Jadi Fokus, Bursa Kripto CFX Siapkan Infrastruktur Digital

RWA dan Stablecoin Jadi Fokus, Bursa Kripto CFX Siapkan Infrastruktur Digital

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:03 WIB

Mobil Isuzu Elf Angkut 18 Wisatawan Terbakar di Bali

Mobil Isuzu Elf Angkut 18 Wisatawan Terbakar di Bali

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 09:00 WIB

Memahami Privilege Blindness di Tengah Krisis dan Berita Buruk

Memahami Privilege Blindness di Tengah Krisis dan Berita Buruk

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 09:00 WIB

Kedaulatan Data Jadi Kunci Ketahanan Bisnis UMKM di Era Gempuran AI

Kedaulatan Data Jadi Kunci Ketahanan Bisnis UMKM di Era Gempuran AI

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:58 WIB

Inovasi Aset Digital Berkembang, Bursa Kripto CFX Dorong Ekosistem Syariah

Inovasi Aset Digital Berkembang, Bursa Kripto CFX Dorong Ekosistem Syariah

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:56 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Merah Keriting Melonjak, Bawang Turun

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Merah Keriting Melonjak, Bawang Turun

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:52 WIB

Waspada Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang di Sulsel hingga 17 September

Waspada Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang di Sulsel hingga 17 September

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 08:50 WIB

Cara Menghitung Kapasitas Air dalam Bak Mandi Berbentuk Balok, Lengkap Contoh Soal

Cara Menghitung Kapasitas Air dalam Bak Mandi Berbentuk Balok, Lengkap Contoh Soal

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 08:49 WIB

Asap Karhutla Kalimantan Terbawa Angin, Kualitas Udara Seluruh Singapura Tak Sehat

Asap Karhutla Kalimantan Terbawa Angin, Kualitas Udara Seluruh Singapura Tak Sehat

News | Selasa, 15 September 2026 | 08:48 WIB

×