Untuk Pertama Kali dalam 60 Tahun, Pemimpin Tibet Lawatan ke Gedung Putih

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Untuk Pertama Kali dalam 60 Tahun, Pemimpin Tibet Lawatan ke Gedung Putih
Lobsang Sangay berkunjung ke Gedung Putih untuk pertama kalinya dalam 60 tahun.[Dok.CTA]

Pemimpin Tibet lawatan ke Gedung Putih untuk pertama kalinya dalam 60 tahun terakhir.

Suara.com - Kepala pemerintahan Tibet mengunjungi Gedung Putih untuk pertama kalinya dalam enam dekade, sebuah langkah yang semakin membuat China geram kepada Amerika Serikat.

Menyadur NDTV, Minggu (22/11/2020) Lobsang Sangay, Presiden Administrasi Pusat Tibet (CTA), diundang ke Gedung Putih untuk bertemu dengan para pejabat pada hari Jumat (20/11).

"Pertemuan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini mungkin akan menjadi nada optimis bagi partisipasi CTA dengan para pejabat AS dan lebih formal di tahun-tahun mendatang," jelas CTA dalam pernyataan persnya.

Tibet juga menjadi salah satu wilayah yang menjadi arang penyulut perselisihan antara Amerika Serikat dan China dalam beberapa dekade.

Baca Juga: Trump Terus Berkhayal Pemilu Dicurangi, Harus Dipaksa Keluar Gedung Putih

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menuduh Beijing pada Juli melanggar hak asasi manusia di Tibet dan mengatakan Washington mendukung "otonomi" untuk wilayah tersebut.

Pejabat Beijing sejak itu menuduh Amerika Serikat menggunakan Tibet untuk mencoba membuat perpecahan di China.

Pihak China juga menolak untuk terlibat dan melakukan hubungan dengan Koordinator Khusus AS untuk Masalah Tibet yang baru diangkat, Robert Destro.

China menguasai Tibet pada tahun 1950 dalam apa yang mereka sebut sebagai "pembebasan damai" untuk membantu mereka membuang "masa lalu feodalis".

Namun, sejumlah kebijakan Beijing mendapat kritik dari pemimpin spiritual yang diasingkan, Dalai Lama, yang mengatakan aturan mereka sama dengan "genosida budaya".

Baca Juga: Pejabat Berjatuhan, Kali Ini Direktur Politik Gedung Putih Positif Corona

Presiden China Xi Jinping mengatakan pada bulan Agustus bahwa China perlu membangun benteng yang tak tertembus di Tibet untuk melindungi persatuan nasional.

Komentar