Tentara Azerbaijan Bahu-membahu Bantu Warga Armenia ke Tempat Pengungsian

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Rabu, 25 November 2020 | 20:28 WIB
Tentara Azerbaijan Bahu-membahu Bantu Warga Armenia ke Tempat Pengungsian
Tentara Azerbaijan membantu warga Armenia mengungsi.[Anadolu Agency]

Suara.com - Tentara Azerbaijan dengan damai saling bahu-membahu membantu warga Armenia untuk meninggalkan sebuah wilayah yang disengketakan menuju pengungsian.

Menyadur Anadolu Agency, Rabu (25/11/2020) warga Armenia yang kesulitan meninggalkan rumah mereka di desa Abdal Gulabli di provinsi Aghdam, meminta bantuan kepada tentara Azerbaijan.

Momen tersebut kemudian beredar luas di media sosial saat para tentara di Azerbaijan membantu para warga Armenia pada Selasa (24/11).

Seorang komandan tentara Azerbaijan mengatakan kepada warga sipil Armenia yang dia temui: "Anda dapat tinggal di sini sebagai warga negara Azerbaijan jika Anda mau. Jika Anda mau, Anda dapat pergi. Tidak ada yang akan memperlakukan Anda dengan buruk. Kami telah membantu Anda sebelumnya. Kami dengan hormat mengantarmu."

Orang-orang Armenia membenarkan apa yang dikatakan komandan tersebut dan kemudian berterima kasih padanya karena telah mau membantunya.

Di video tersebut terlihat tentara Azerbaijan membantu orang-orang Armenia membawa barang-barang mereka menggunakan truk pickup.

Menurut kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Nagorno-Karabakh, warga Armenia dan tentara yang berada di wilayah tersebut akan pindah.

Namun dalam praktiknya, orang-orang Armenia yang harus meninggalkan wilayah Nagorno-Karabakh membakar rumah, fasilitas umum, dan hutan sebelum meninggalkan daerah tersebut.

Meski dihancurkan, tentara Azerbaijan dilaporkan tetap membantu orang-orang Armenia yang tidak dapat meninggalkan wilayah tersebut.

Hubungan antara bekas republik Soviet tersebut sudah panas sejak tahun 1991 ketika militer Armenia menduduki wilayah Nagorno-Karabakh.

Wilayah itu juga dikenal sebagai Karabakh Atas, sebuah wilayah yang diakui sebagai bagian dari Azerbaijan, dan tujuh wilayah yang berdekatan.

Ketika bentrokan baru meletus pada 27 September, tentara Armenia melancarkan serangan terhadap warga sipil dan pasukan Azerbaijan serta melanggar perjanjian gencatan senjata.

Selama konflik yang berlangsung selama 44 hari tersebut, Azerbaijan membebaskan beberapa kota dan hampir 300 pemukiman dan desa dari pendudukan Armenia.

Pada 10 November, kedua negara menandatangani perjanjian yang ditengahi oleh Rusia untuk mengakhiri pertempuran dan bekerja menuju resolusi yang komprehensif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang dan Kesepakatan Damai Nagorno-Karabakh Tinggalkan Satu Generasi

Perang dan Kesepakatan Damai Nagorno-Karabakh Tinggalkan Satu Generasi

Video | Senin, 23 November 2020 | 09:00 WIB

Perang Lawan Azerbaijan Berujung Gencatan Senjata, Menlu Armenia Mundur

Perang Lawan Azerbaijan Berujung Gencatan Senjata, Menlu Armenia Mundur

News | Selasa, 17 November 2020 | 04:51 WIB

Sebenarnya Apa Pemicu Nagorno-Karabakh Diperebutkan Armenia dan Azerbaijan?

Sebenarnya Apa Pemicu Nagorno-Karabakh Diperebutkan Armenia dan Azerbaijan?

News | Jum'at, 13 November 2020 | 13:46 WIB

Terkini

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:57 WIB

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:45 WIB

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:07 WIB

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:49 WIB

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:24 WIB

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:10 WIB

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:42 WIB

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:41 WIB

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:29 WIB