PDIP Soroti "Rasa Keadilan" Dunia Pendidikan: Pegawai MBG Jadi PPPK, Guru-Dosen Masih Terabaikan

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:43 WIB
PDIP Soroti "Rasa Keadilan" Dunia Pendidikan: Pegawai MBG Jadi PPPK, Guru-Dosen Masih Terabaikan
Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana (baju batik). (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, menyoroti masalah keadilan terkait pengangkatan PPPK pegawai SPPG dibanding guru honorer.
  • Bonnie mengungkapkan kesejahteraan dosen memprihatinkan, lebih dari 40 persen dosen swasta bergaji di bawah tiga juta rupiah.
  • Ia mendesak pemerintah mengalokasikan efisiensi anggaran pendidikan untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan dosen.

Suara.com - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Bonnie Triyana, memperkuat pernyataan rekan sefraksinya terkait penggunaan dana pendidikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, Bonnie memberikan catatan kritis mengenai aspek "rasa keadilan" dalam praktik pengelolaan program tersebut, terutama terkait kebijakan pengangkatan pegawai.

Bonnie menyoroti kontras yang tajam antara kemudahan pengangkatan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dengan nasib ratusan ribu guru honorer yang telah mengabdi puluhan tahun namun tak kunjung mendapatkan kepastian status.

“Seperti sudah disampaikan oleh Mbak Esti dan juga Bang Adian, memang benar bahwa dana MBG ini mengambil dari alokasi dana pendidikan. Namun pula yang harus kita cermati dan garis bawahi, pemberitaan yang juga sempat viral di beberapa media sosial mengenai rasa keadilan ya, dalam praktik pengelolaan Makan Bergizi Gratis ini. Semisal tentang pengangkatan dari pegawai SPPG yang langsung menjadi PPPK, sementara kita juga mengetahui ada begitu banyak guru yang mengabdi selama berpuluh-puluh tahun tidak kunjung diangkat sebagai PPPK,” ujar Bonnie di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026).

Sejarawan yang kini menjadi legislator ini kemudian membeberkan sejumlah kasus pilu tenaga pendidik di daerah. Ia mencontohkan seorang guru di Gowa dan Ibu Sunarsih di Jawa Tengah yang baru diangkat sebagai PPPK justru saat mereka menjelang masa pensiun.

“Ya, bahkan juga belakangan kita membaca berita ada di Gowa seorang guru yang baru diangkat PPPK kemudian besok harinya pensiun. Dan dia menerima upah atas baktinya sebagai guru selama berpuluh-puluh tahun jauh dari kata layak, bisa dicari beritanya. Ada juga Ibu Sunarsih kalau enggak salah dari Jawa Tengah, juga diangkat PPPK menjelang pensiun,” tuturnya.

Tak hanya guru, Bonnie juga menyoroti kesejahteraan dosen yang dinilai memprihatinkan. Ia mengungkapkan data bahwa lebih dari 40 persen dosen, khususnya di perguruan tinggi swasta, menerima upah di bawah Rp3 juta.

Bahkan, tunjangan untuk posisi jabatan fungsional Rektor Kepala disebutnya tidak mengalami perubahan selama puluhan tahun.

“Hampir misalkan 40 persen lebih dosen ya di berbagai perguruan tinggi, terutama di perguruan tinggi swasta misalkan, menerima gaji di bawah 3 juta. Banyak juga dosen bahkan untuk posisi apa, Rektor Kepala ya, tunjangannya hanya mendapatkan 900.000 dan itu sudah berlangsung selama hampir mungkin 25 tahun tidak ada perubahan. Ini yang terjadi di dalam apa dunia pendidikan kita,” ujarnya.

baca juga

Untuk itu, Bonnie mendesak pemerintah agar efisiensi anggaran pendidikan yang dilakukan benar-benar diarahkan untuk menyelesaikan "pekerjaan rumah" besar bangsa, yakni kesejahteraan pengajar.

Menurutnya, kualitas pendidikan tidak boleh ditingkatkan dengan mengabaikan hak-hak dasar para guru dan dosen.

“Jadi dari semua informasi yang kami terima, saya pikir ini harus pula memenuhi rasa keadilan sehingga pendidikan apa namanya kita bisa tingkatkan kualitasnya tanpa harus mengorbankan rasa keadilan bagi para guru, juga bagi para dosen yang sudah mengabdi berpuluh-puluh tahun tapi menerima imbalan, menerima gaji yang tidak sepadan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap agar alokasi anggaran pendidikan ke depan lebih berpihak pada nasib para pendidik.

“Ini apabila efisiensi itu dilakukan kemudian bisa mengalokasikan dana tersebut untuk kesejahteraan para pengajar, baik guru, baik dosen, itu salah satu langkah besar yang menjadi pekerjaan rumah di dalam bidang pendidikan yang selama berpuluh-puluh tahun menjadi isu. Kita tahu ada banyak keluhan dari para guru, mereka kesejahteraannya memprihatinkan, menerima upah yang jauh dari kata layak,” tambah dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PDIP Ungkap Sumber Dana MBG, Sebut Diambil dari Anggaran Pendidikan

PDIP Ungkap Sumber Dana MBG, Sebut Diambil dari Anggaran Pendidikan

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 16:34 WIB

Legislator PDIP Dukung Pemberian Beasiswa Bagi Mahasiswa Papua Pegunungan

Legislator PDIP Dukung Pemberian Beasiswa Bagi Mahasiswa Papua Pegunungan

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 18:35 WIB

ICW Desak KPK Awasi Ketat SPPG Polri, Ada Potensi Uang Negara Hilang Hingga Rp2 Triliun?

ICW Desak KPK Awasi Ketat SPPG Polri, Ada Potensi Uang Negara Hilang Hingga Rp2 Triliun?

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 16:06 WIB

Wakil Ketua Komisi VI Adisatrya Sulisto Soroti Kebijakan Impor Mobil Operasional KDKMP dari India

Wakil Ketua Komisi VI Adisatrya Sulisto Soroti Kebijakan Impor Mobil Operasional KDKMP dari India

News | Minggu, 22 Februari 2026 | 16:50 WIB

PDIP Beri Tanggapan soal Tembok Ratapan Solo Diduga di Kediaman Jokowi

PDIP Beri Tanggapan soal Tembok Ratapan Solo Diduga di Kediaman Jokowi

Video | Sabtu, 21 Februari 2026 | 18:00 WIB

Heboh Ada WNI Jadi Tentara Israel, PDIP: Kalau Motif Ekonomi, Perlu Tambahan Lapangan Kerja

Heboh Ada WNI Jadi Tentara Israel, PDIP: Kalau Motif Ekonomi, Perlu Tambahan Lapangan Kerja

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 20:24 WIB

Rumah Jokowi Berubah Jadi 'Tembok Ratapan Solo', Begini Kata PDIP

Rumah Jokowi Berubah Jadi 'Tembok Ratapan Solo', Begini Kata PDIP

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 21:29 WIB

Terkini

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

×