Dewan Keamanan PBB Curiga Korut Gunakan Covid-19 untuk Menindas HAM

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Minggu, 13 Desember 2020 | 19:41 WIB
Dewan Keamanan PBB Curiga Korut Gunakan Covid-19 untuk Menindas HAM
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un melakukan inspeksi di lokasi pembangunan Ryomyong Street, Kamis (26/1/2017). [AFP]

Suara.com - Dewan Keamanan PBB kembali membahas pelanggaran HAM di Korea Utara dan tujuh negara anggota curiga negara pimpinan Kim Jong Un itu menggunakan Covid-19 untuk melakukan penindasan HAM.

Jerman, Inggris, Prancis, Belgia, Estonia, Amerika Serikat, dan Republik Dominika membahas masalah ini dalam pertemuan virtual tertutup.

Sebelumnya, para diplomat mengatakan Rusia dan China keberatan dengan pengarahan publik tentang situasi tersebut.

"Pelanggaran HAM Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) merupakan ancaman yang akan segera terjadi bagi perdamaian dan keamanan internasional," kata Duta Besar Jerman untuk PBB Christoph Heusgen yang mewakili tujuh negara anggota.

"Pemerintah DPRK mengalihkan sumber daya dari rakyatnya ke program rudal balistik dan nuklir terlarang," lanjut Christoph Heusgen.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengadakan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Capella Hotel, Sentosa Island, Singapura, Selasa (12/6).
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengadakan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Capella Hotel, Sentosa Island, Singapura, Selasa (12/6).

Korea Utara berulang kali membantah tuduhan pelanggaran HAM dan menyalahkan sanksi PBB atas situasi kemanusiaan dinegaranya.

Seperti yang diketahui, Pyongyang berada di bawah sanksi PBB sejak 2006 atas program rudal balistik dan nuklirnya.

"Keputusan pemerintah untuk memprioritaskan program senjatanya di atas kebutuhan rakyatnya dan isolasi mereka dari komunitas internasional, tak pelak memperburuk dampak pandemi terhadap populasi Korea Utara," kata Heusgen.

Antara tahun 2014 dan 2017, Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan publik tahunan tentang pelanggaran HAM di Korea Utara.

baca juga

Pada 2018, dewan tidak membahas masalah kembali masalah ini karena ada upaya dari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump untuk melakukan denuklirisasi Pyongyang.

Tahun lalu 8 anggota dewan mendorong pertemuan tentang pelanggaran HAM yang membuat Pyongyang meradang dan menganggap tindakan seperti itu sebagai provokasi serius yang akan ditanggapi dengan keras.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diplomasi Batik Warnai Indonesia Memimpin Sidang Dewan Keamanan PBB

Diplomasi Batik Warnai Indonesia Memimpin Sidang Dewan Keamanan PBB

News | Rabu, 08 Mei 2019 | 07:56 WIB

Mei Indonesia Jadi Presiden Dewan Keamanan PBB, Palestina Jadi Isu Utama

Mei Indonesia Jadi Presiden Dewan Keamanan PBB, Palestina Jadi Isu Utama

News | Rabu, 10 April 2019 | 11:59 WIB

Dewan Keamanan PBB Tolak Keputusan Trump Soal Dataran Tinggi Golan

Dewan Keamanan PBB Tolak Keputusan Trump Soal Dataran Tinggi Golan

News | Kamis, 28 Maret 2019 | 14:27 WIB

Terkini

5 Cara Memilih Ukuran Sepatu Lari Pria yang Tepat agar Nyaman dan Terhindar dari Lecet

5 Cara Memilih Ukuran Sepatu Lari Pria yang Tepat agar Nyaman dan Terhindar dari Lecet

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:32 WIB

Posisi Duduk Gibran Bergeser di Sidang Kabinet, Sinyal Hubungan Tak Lagi Satu Irama dengan Prabowo?

Posisi Duduk Gibran Bergeser di Sidang Kabinet, Sinyal Hubungan Tak Lagi Satu Irama dengan Prabowo?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:32 WIB

Investor Asing Mulai Ragu, Purbaya Mulai Berburu Dana ke Pasar Obligasi China

Investor Asing Mulai Ragu, Purbaya Mulai Berburu Dana ke Pasar Obligasi China

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:32 WIB

Ketika Alam Dikorbankan demi Penerimaan Negara yang Tak Sebanding

Ketika Alam Dikorbankan demi Penerimaan Negara yang Tak Sebanding

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:30 WIB

Bahlil Yakin Mobil Hidrogen Bakal Saingi Kendaraan Listrik

Bahlil Yakin Mobil Hidrogen Bakal Saingi Kendaraan Listrik

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:15 WIB

Simfoni Mobilitas Jakarta: Menemukan Ketenangan Lewat Integrasi Transportasi Publik

Simfoni Mobilitas Jakarta: Menemukan Ketenangan Lewat Integrasi Transportasi Publik

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:14 WIB

Cegah Gugatan Berulang di MK, DPR Matangkan RUU Pemilu agar Lebih Sempurna

Cegah Gugatan Berulang di MK, DPR Matangkan RUU Pemilu agar Lebih Sempurna

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:10 WIB

2 Juta Warga Tumpah Ruah di Madrid Sambut Timnas Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026

2 Juta Warga Tumpah Ruah di Madrid Sambut Timnas Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026

Video | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:10 WIB

Rupiah Paling Kuat se-Asia, Tembus Level Rp17.888 per Dolar AS

Rupiah Paling Kuat se-Asia, Tembus Level Rp17.888 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:06 WIB

Jakarta IP Market 2026 Hadir untuk Mendorong Lahirnya Kolaborasi dan Peluang Bisnis Baru

Jakarta IP Market 2026 Hadir untuk Mendorong Lahirnya Kolaborasi dan Peluang Bisnis Baru

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:04 WIB

×