RSF: Ratusan Jurnalis Dipenjara karena Beritakan Virus Corona

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Selasa, 15 Desember 2020 | 21:14 WIB
RSF: Ratusan Jurnalis Dipenjara karena Beritakan Virus Corona
Ilustrasi jurnalis [shutterstock]

Suara.com - Hampir 400 jurnalis di seluruh dunia dipenjara karena memberitakan virus corona. Menyadur DW Selasa (15/12) ada 387 jurnalis yang yang ditahan hingga 1 Desember 2020.

Temuan ini dilaporkan oleh kantor LSM kebebasan pers Reporters Without Borders cabang Jerman pada hari Senin.

Ada lima negara yang disebut paling bertanggung jawab atas kejadian ini, yaitu China karena menahan 117 jurnalis, Arab Saudi 34 jurnalis, Mesir 30 jurnalis, Vietnam 28 jurnalis dan Suriah 27 jurnalis.

Kebanyakan jurnalis yang dipenjara adalah pekerja pria sedangkan angka pekerja pers wanita yang ditangkap pada tahun 2020 meningkat jadi 42 orang.

"Banyaknya jurnalis yang dipenjara di seluruh dunia menyoroti ancaman saat ini terhadap kebebasan pers," kata Katja Gloger, kepala kantor RSF Jerman.

Ilustrasi wartawan. [The Climate Reality Project/unsplash]
Ilustrasi jurnalis. [The Climate Reality Project/unsplash]

"Di balik setiap kasus ini adalah nasib seseorang yang menghadapi persidangan pidana, lama penjara dan sering dianiaya karena tidak tunduk pada sensor dan represi," tambahnya.

Salah satu jurnalis investigasi dari Zimbabwe, Hopewell Chin'ono ditangkap karena melaporkan penjualan obat Covid-19 yang mahal oleh pemerintah.

Laporan Reporters Without Borders juga menyoroti 370 jurnalis yang ditangkap di Belarusia setelah pemilihan presiden. Sebagian besar sudah dibebaskan, tapi tindakan ini menggambarkan ancaman terhadap kebebasan pers.

Menurut RSF, ada 54 pekerja media yang diculik di Suriah, Irak dan Yaman. Empat jurnalis lainnya hilang misterius selama tahun 2020, masing-masing di Irak, Kongo, Mozambik dan Peru.

Laporan ini juga mengungkapkan keprihatinan atas kesehatan para jurnalis dalam penjara yang belum menerima perawatan medis yang layak selama pandemi dan yang telah mengalami efek psikologis dari isolasi.

Lima jurnalis menghadapi hukuman mati per 1 Desember, salah satunya jurnalis Iran Ruhollah Zam yang dieksekusi pada 12 Desember. Empat lainnya berada dalam tahanan pemberontak Houthi di Yaman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertama Kali Dapat Suntikan Vaksin Pfizer, Dokter Ini Merasa Beruntung!

Pertama Kali Dapat Suntikan Vaksin Pfizer, Dokter Ini Merasa Beruntung!

Health | Selasa, 15 Desember 2020 | 15:05 WIB

Studi: Mantan Pasien Covid-19 Bisa Kena Komplikasi Ginjal dan Jantung

Studi: Mantan Pasien Covid-19 Bisa Kena Komplikasi Ginjal dan Jantung

Health | Selasa, 15 Desember 2020 | 14:11 WIB

Sudah Kebal, Penyintas Covid-19 Tak Masuk Daftar Prioritas Penerima Vaksin

Sudah Kebal, Penyintas Covid-19 Tak Masuk Daftar Prioritas Penerima Vaksin

Health | Selasa, 15 Desember 2020 | 13:16 WIB

Terkini

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:48 WIB

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:42 WIB

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:30 WIB

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:04 WIB

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:57 WIB

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:44 WIB

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:33 WIB

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:21 WIB

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB