Waspada Perekrutan Jemaah Islamiyah

Siswanto, BBC

Selasa, 29 Desember 2020 | 11:56 WIB
Waspada Perekrutan Jemaah Islamiyah
BBC

Suara.com - Kementerian Agama meminta masyarakat untuk aktif melaporkan kegiatan keagamaan di luar kebiasaan, menyusul pengungkapan 12 tempat pelatihan kelompok Jemaah Islamiyah di Jawa Tengah.

Polisi menyebut anggota pelatihan direkrut dari pondok pesentren sejak 2011 dengan kegiatan yang didanai sekitar 6.000 anggota aktif JI.

Peneliti terorisme mengatakan pemerintah perlu mewaspadai ancaman JI, dengan keanggotaan yang meningkat sekitar tiga kali lipat dalam 20 tahun terakhir.

Rekrutmen ketat anggota

Salah satu strategi yang dilakukan JI - kelompok yang bertanggung jawab atas serangkaian pemboman di Indonesia - adalah dengan merekrut secara ketat para anggota, menurut laporan kepolisian.

Hal ini dijelaskan kepolisian menyusul terungkapnya 12 tempat pelatihan kelompok JI di Jawa Tengah, salah satunya di daerah Ungaran, Semarang.

JI bertanggung jawab atas berbagai serangan bom pada sekitar tahun 2000-an, termasuk serangan-serangan di Jakarta serta bom Bali 1, serangan teroris terparah di Indonesia.

Melalui pemeriksaan terhadap sejumlah orang yang sudah ditangkap, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menjelaskan skema perekrutan ketat yang dilakukan kelompok itu sejak tahun 2011.

"Dia punya jaringan ponpes, jaringan JI yang kemudian diambil 10 besar (murid) itu, kemudian direkrut. Tidak semua 10 besar itu direkrut, tapi ada yang dipilih, dilihat bagaimana mentalnya, bagaimana posturnya, dan bagaimana ideologinya," kata Argo dalam konferensi pers (28/12).

Argo Yuwono juga menjelaskan pelatihan yang dilakukan terdiri dari bela diri dengan tangan kosong, lempar pisau, penggunaan senjata tajam, merakit bom, hingga melakukan penyergapan.

baca juga

Menurut keterangan polisi, tempat pelatihan itu sudah menghasilkan tujuh angkatan yang terdiri dari 96 orang.

Sebanyak 66 orang berangkat ke Suriah untuk menjadi kombatan, sementara sisanya ada yang sudah ditangkap, menjalani proses hukum, maupun masih dicari polisi.

'Waspadai JI'

Belakangan ini, sejumlah aksi terorisme yang terjadi, seperti bom Sarinah tahun 2016 hingga bom bunuh diri gereja di Surabaya tahun 2018, lebih sering dikatikan dengan kelompok yang berafiliasi dengan ISIS, yakni Jamaah Ansharut Daulah.

Meski begitu, peneliti Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) Sidney Jones mengatakan pemerintah harus terus waspada dengan JI, yang disebutnya memiliki visi jangka panjang untuk mendirikan sebuah negara Islam.

Kelompok itu, kata Sidney, juga berupaya merekrut anggota-anggota yang terampil dengan sistem yang strategis, yang berbeda dengan sistem ISIS.

"Perekrutan JI jauh lebih rumit dan strategis dari pada ISIS. ISIS bisa hanya 'ambil' orang dari jalan atau dari grup internet tanpa tahu latar belakangnya bagaimana, pengetahuannya apa."

"Kalau JI menjamin siapa saja yang jadi anggota harus pengetahuan (agamanya) tinggi dan mendalam," ujar Sidney.

Proses seleksi anggota di ponpes, kata Sidney, bahkan bisa melewati empat hingga lima tahap.

Alhasil, kata Sidney, anggota JI pun lebih terampil dan berpengetahuan dibandingkan dengan anggota ISIS.

Polisi mengatakan, gerakan JI itu dibiayai oleh 6.000 anggota yang aktif.

Merujuk data itu, Sidney mencatat peningkatan jumlah simpatisan JI, yang pada puncak kejayaannya di tahun 2001 berjumlah sekitar 2.000 hingga 2.500 orang.

Sidney meminta pemerintah berwaspada dengan kelompok JI, tanpa mengesampingkan kelompok yang berafiliasi dengan ISIS.

"Saya kira perlu waspada terhadap JI, tentu saja, karena mereka tetap ingin gulingkan pemerintah Indonesia dan ganti dengan satu negara Islam. Kemungkinan besar kelompok sempalan generasi baru bisa muncul lagi.

"Tidak berarti pemimpin JI akan mengganti strateginya dalam waktu dekat... yang lebih jadi pertanyaan, apa kelompok generasi muda akan bersabar menunggu bertahun-tahun lagi, padahal mereka sekarang ini punya keterampilan baru dan mereka pasti ingin menerapkan," kata Sidney.

Sementara itu, terkait jumlah anggota kelompok yang berafiliasi pada ISIS, Sidney mengatakan dia tidak mempunyai datanya karena organisasi itu tak terstruktur seperti JI.

Bagaimana pengawasan di ponpes?

Terkait dengan perekrutan anggota JI dari ponpes, sebagaimana diungkap polisi, Direktur Jenderal Pendidikan Islam kementerian agama, Ali Ramdhani mengatakan pengawasan dilakukan walaupun secara informal.

"Prinsipnya bahwa pesantren itu diawasi semua pihak, tapi mekanismenya tidak formal. Kalau pesantren, saya mohon namanya, pesantren apa itu? Karena sejauh yang saya tahu pesantren itu aman."

"Kalau orang agamanya mendalam, dia hadir dengan wajah yang ramah, penuh senyum," kata Ali Ramdhani.

Ali Ramdhani mengatakan perekrutan bisa jadi terjadi pada pesantren-pesantren tanpa izin.

Maka itu, Ali Ramdhani meminta kerja sama semua pihak untuk mengawasi kegiatan keagamaan di luar kebiasaan dan yang mengajarkan kebencian.

Senada dengan itu, Direktur Pendidikan Dhiniyah dan Pondok Pesantren, Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghofur mengatakan pesantren yang diincar bukan pesantren yang memiliki relasi dengan kemenag.

"Saya boleh memastikan bahwa pesantren yang diincar pasti bukan pesantren yang memiliki relasi dengan Kemenag dan ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah.

"Kita punya program moderasi beragama. Kita juga monitor kurikulum dan referensi yang digunakan pesantren," kata Waryono.  November lalu, sejumlah anggota JI ditangkap di Lampung, sementara petinggi kelompok itu Para Wijayanto, ditangkap tahun lalu.


Apa yang membuat sejumlah orang tertarik pada JI?

Peneliti Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) Sidney Jones mengatakan sejumlah orang tertarik pada visi yang diusung JI untuk mendirikan negara Islam.

"JI terkenal sebagai organisai yang bisa lihat 25 tahun ke depan, tidak ada organisasi yang punya visi seperti itu kecuali JI.

"Saya pikir ini menarik orang-orang yang direkrut," katanya.

Selain itu, kata Sidney ada orang-orang yang tertarik dengan petinggi-petinggi JI yang dianggap "memiliki ilmu agama yang sangat mendalam".

Sementara, Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian wilayah Yogyakarta, Muhammad In'am mengatakan ada orang-orang yang menganggap JI menarik karena paham yang mereka miliki yang berbeda dengan ISIS.

"ISIS memiliki ideologi takfiri (mengkafirkan selain kelompoknya) dan tahliluddam (menghalalkan darah selain kelompoknya), sedangkan JI tidak," kata Muhammad In'am.


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dari Puncak JI ke Pangkuan Ibu Pertiwi: Kisah Abu Rusydan dan Komitmen Deradikalisasi Negara

Dari Puncak JI ke Pangkuan Ibu Pertiwi: Kisah Abu Rusydan dan Komitmen Deradikalisasi Negara

News | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 13:27 WIB

Yusril Sebut Pemerintah Pertimbangkan Pengampunan untuk 1.200 Anggota Jemaah Islamiyah

Yusril Sebut Pemerintah Pertimbangkan Pengampunan untuk 1.200 Anggota Jemaah Islamiyah

News | Kamis, 02 Januari 2025 | 13:23 WIB

Serangan Teroris di Moskow Tewaskan Banyak Warga Sipil, Vladimir Putin Kirim Pesan Ini

Serangan Teroris di Moskow Tewaskan Banyak Warga Sipil, Vladimir Putin Kirim Pesan Ini

News | Sabtu, 23 Maret 2024 | 11:34 WIB

Brutal! Detik-detik Serangan Teroris di Rusia, 60 Orang Lebih Dilaporkan Tewas

Brutal! Detik-detik Serangan Teroris di Rusia, 60 Orang Lebih Dilaporkan Tewas

News | Sabtu, 23 Maret 2024 | 09:06 WIB

Tragis! Pemilu di Pakistan Diwarnai Serangan Teroris, 25 Orang Tewas dan Puluhan Luka-luka

Tragis! Pemilu di Pakistan Diwarnai Serangan Teroris, 25 Orang Tewas dan Puluhan Luka-luka

News | Rabu, 07 Februari 2024 | 19:32 WIB

Densus 88 Tangkap Sembilan Teroris Jaringan JI di Jateng, Ini Barang Bukti yang Disita Selain Senpi

Densus 88 Tangkap Sembilan Teroris Jaringan JI di Jateng, Ini Barang Bukti yang Disita Selain Senpi

News | Kamis, 14 Desember 2023 | 16:33 WIB

Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris di Jawa Timur, Terafiliasi Jaringan JI dan JAD

Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris di Jawa Timur, Terafiliasi Jaringan JI dan JAD

News | Kamis, 25 Mei 2023 | 13:57 WIB

6 Fakta Baku Tembak Densus 88 vs Teroris di Lampung, 2 Tewas dan 1 Aparat Luka Berat

6 Fakta Baku Tembak Densus 88 vs Teroris di Lampung, 2 Tewas dan 1 Aparat Luka Berat

News | Kamis, 13 April 2023 | 16:58 WIB

Satu Anggota Densus 88 Terluka Dalam Baku Tembak Dengan Teroris JI Di Lampung

Satu Anggota Densus 88 Terluka Dalam Baku Tembak Dengan Teroris JI Di Lampung

News | Kamis, 13 April 2023 | 13:14 WIB

Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar dari Kelompok JAD atau JI? BNPT Belum Bisa Pastikan

Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar dari Kelompok JAD atau JI? BNPT Belum Bisa Pastikan

News | Rabu, 07 Desember 2022 | 13:11 WIB

Terkini

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 22:38 WIB

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:31 WIB

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:19 WIB

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:12 WIB

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

Video | Kamis, 10 September 2026 | 22:05 WIB

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Entertainment | Kamis, 10 September 2026 | 22:00 WIB

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:56 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Sumsel | Kamis, 10 September 2026 | 21:46 WIB

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:43 WIB

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Bri | Kamis, 10 September 2026 | 21:29 WIB

×