alexametrics
Cek Fakta

Cek Fakta adalah bagian dari produk jurnalistik yang dikerjakan khusus oleh tim redaksi Suara.com dengan metode tersendiri. Selangkapnya di sini

CEK FAKTA: Benarkah 90 Persen Anggota FPI yang Ditangkap Itu Preman Bertato

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara
CEK FAKTA: Benarkah 90 Persen Anggota FPI yang Ditangkap Itu Preman Bertato
Fakta anggota FPI preman bertato (ist)

Beredar kabar 90 persen anggota FPI yang ditangkap merupakan preman bertato, benarkah? Simak penjelasan faktanya berikut!

Suara.com - Beredar narasi yang menyebutkan sebagian besar atau sekitar 90 persen anggota FPI yang ditangkap merupakan preman bertato.

Narasi tersebut diunggah oleh akun Facebook dalam sebuah grup bernama Pecinta dan Pembela Islam pada 6 Desember 2020.

Akun tersebut mengunggah foto Habib Bahar bin Smith bersama puluhan orang bertato dan mengenakan peci.

Akun itu juga menambahkan narasi sebagai berikut:

Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Mensos Risma akan Hapus Semua BLT untuk Kedepannya?

"Anggota FPI yang Tertangkap 90% preman kriminal bertato".

Benarkah klaim tersebut?

Fakta anggota FPI preman bertato (ist)
Fakta anggota FPI preman bertato (ist)

Penjelasan

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta UMN -- jaringan Suara.com, Selasa (29/12/2020), klaim yang menyebut 90 persen anggota FPI yang ditangkap merupakan preman bertato adalah klaim yang keliru.

Faktanya, foto yang diunggah oleh akun itu bukanlah anggota FPI.

Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Haikal Hassan Dijemput Allah?

Foto tersebut merupakan momen saat Habib Bahar bin Smith berfoto bersama para narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Komentar