Suara.com - Puluhan mobil di Strasbourg, Prancis dibakar oleh sekelompok pengacau yang melanggar aturan jam malam saat mendekati detik-detik pergantian tahun.
Menyadur Russian Today, Jumat (1/1/2021) insiden tersebut terjadi pada Kamis malam oleh sekelompok pengacau melanggar perintah jam malam pukul 20.00 waktu setempat, turun ke jalan untuk merayakan Malam Tahun Baru di Kota Strasbourg.
Setidaknya 30 mobil hancur dam terbakar dalam serangan pada Kamis malam, menurut sumber polisi yang dikutip oleh harian Prancis Le Figaro.
"Kami sudah berada di sejumlah kendaraan yang terbakar," jelas Josiane Chevalier, Kepala Kepolisian prefek wilayah Bas-Rhin.
Pihak kepolisian menambahkan bahwa pihaknya sudah menangkap sejumlah pelaku yang terlibat dalam insiden pembakaran tersebut.
Detik-detik saat si jago merah melalap puluhan mobil tersebut kemudian dibagikan di media sosial Twitter dan langsung viral.
Sebelumnya pada hari Kamis polisi setempat sudah mengeluarkan peringatan bahwa tidak akan ada "konsesi" bagi para pengacau.
Chevalier mengatakan bahwa pihak berwenang telah melakukan segala daya mereka untuk mengurangi insiden yang menimbulkan kekacauan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Pada tahun 2019, sekitar 220 mobil di kota itu dibakar dalam serangkaian vandalisme yang tiada henti pada Malam Tahun Baru.
Selain jam malam nasional mulai pukul 08.00 malam dan sejumlah penutupan jalan di Strasbourg, perayaan kembang api juga dilarang di bulan Desember.
Polisi lokal juga mendirikan "pasukan bergerak" di "lokasi-lokasi strategis" di seluruh kota, menurut Annie Bregal, direktur keamanan publik Bas-Rhin.
Sebanyak 100.000 petugas dan polisi ditempatkan di seluruh Prancis untuk menegakkan pembatasan, dan penjualan bahan bakar secara ecer untuk sementara dilarang.
Strasbourg bukan satu-satunya kota yang mengalami pembakaran saat malam Tahun Baru, dengan rekor 1.457 mobil dibakar tahun lalu di Prancis secara keseluruhan, menurut laporan media lokal. Tahun sebelumnya tercatat 1.290 kendaraan dibakar.