Janggal, Pengamat Asing: Sriwijaya Air Naik 10.900 Kaki dan 4 Menit Menukik

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Jum'at, 15 Januari 2021 | 13:45 WIB
Janggal, Pengamat Asing: Sriwijaya Air Naik 10.900 Kaki dan 4 Menit Menukik
ILUSTRASI: Sriwijaya Air Boeing 737-500 at Jakarta airport (CGK) in Indonesia. ANTARA/Shutterstock/pri. (ANTARA/Shutterstock)

Suara.com - Sejumlah pihak dari pakar dan pengamat penerbangan dunia ikut menyoroti jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 dari ketinggian 10.000 kaki.

Menyadur Channel News Asia, Senin (11/1/2021), jatuhnya pesawat Sriwijaya Boeing 737-500 menjadi catatan bagi dunia penerbangan Indonesia dan pihak Boeing, menyusul hilangnya Lion Air 737 MAX pada Oktober 2018.

Kecelakaan Lion Air, yang menewaskan 189 orang, merupakan kejadian luar biasa karena mengungkapkan masalah mendasar dan memicu krisis keselamatan di seluruh dunia untuk Boeing, menurut para ahli.

Dari 2007 hingga 2018, Uni Eropa melarang maskapai penerbangan Indonesia menyusul serangkaian kecelakaan dan laporan pengawasan dan pemeliharaan yang memburuk.

Amerika Serikat juga menurunkan evaluasi keselamatan Indonesia ke Kategori 2, yang berarti sistem peraturannya tidak memadai, antara tahun 2007 dan 2016.

Rekor keselamatan udara Indonesia meningkat dalam beberapa tahun terakhir, menerima evaluasi yang baik dari badan penerbangan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2018.

Namun menurut para ahli, budaya keselamatan berjuang melawan pola pikir yang membuat beberapa kecelakaan tidak terelakkan terjadi, di negara dengan jumlah korban tewas akibat kecelakaan kendaraan dan feri cukup besar.

"Kecelakaan hari Sabtu tidak ada hubungannya dengan MAX, tetapi Boeing sebaiknya memandu Indonesia - yang memiliki catatan keselamatan udara - untuk memulihkan kepercayaan pada industri penerbangannya," kata Shukor Yusof, kepala konsultan penerbangan yang berbasis di Malaysia, Endau Analytics.

Pihak berwenang menemukan perekam data penerbangan pesawat Sriwijaya dan perekam suara kokpit pada hari Minggu, tetapi para ahli mengatakan masih terlalu dini untuk menentukan faktor-faktor yang bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat berusia hampir 27 tahun itu.

baca juga

Pesawat yang lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta sesuai jadwal akan terbang ke Pontianak, Kalimantan Barat.

Pesawat Sriwijaya Air SJ182 naik ke ketinggian 10.900 kaki dalam waktu empat menit tetapi lantas mulai turun tajam dan berhenti mengirimkan data 21 detik kemudian, menurut situs pelacakan FlightRadar24.

"Ada banyak suara yang dibuat tentang kecepatan penurunan terakhirnya," kata Geoff Dell, pakar investigasi kecelakaan udara yang berbasis di Australia.

"Ini adalah indikasi dari apa yang terjadi, tetapi mengapa itu terjadi masih menjadi tebakan. Ada banyak cara untuk membuat pesawat turun dengan kecepatan seperti itu," sambungnya.

Dell mengatakan penyelidik akan melihat faktor-faktor termasuk kegagalan mekanis, tindakan pilot, catatan perawatan, kondisi cuaca, dan apakah ada gangguan yang melanggar hukum.

Sebagian besar kecelakaan udara disebabkan oleh kombinasi faktor-faktor yang perlu waktu berbulan-bulan untuk ditetapkan.

Catatan operasi Sriwijaya Air juga akan diawasi. "Catatan keamanannya beragam," kata Greg Waldron, editor pelaksana Asia di publikasi industri FlightGlobal.

Waldron mengatakan, pihak maskapai telah menghapus empat Boing 737 antara 2008 dan 2017 karena pendaratan yang buruk dan mengakibatkan runway overruns, termasuk satu pada 2008 yang menyebabkan satu kematian dan 14 cedera.

Sriwijaya Air pada akhir 2019 mengakhiri kemitraan selama setahun dengan maskapai nasional Garuda Indonesia dan telah beroperasi secara independen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kakak Sepupu Kenang Capt Afwan: Alhamdulillah Aa Diapit Dua Bidadari Surga

Kakak Sepupu Kenang Capt Afwan: Alhamdulillah Aa Diapit Dua Bidadari Surga

Bogor | Senin, 11 Januari 2021 | 17:27 WIB

Polisi Cari 2 Penumpang Sriwijaya Air Jatuh Pakai Identitas Palsu

Polisi Cari 2 Penumpang Sriwijaya Air Jatuh Pakai Identitas Palsu

Kalbar | Senin, 11 Januari 2021 | 17:22 WIB

Black Box Sriwijaya Air Telah Ditemukan, Tapi Kenapa Warnanya Oranye?

Black Box Sriwijaya Air Telah Ditemukan, Tapi Kenapa Warnanya Oranye?

Lifestyle | Senin, 11 Januari 2021 | 17:25 WIB

Terkini

Penipuan Online hingga Hoaks Bansos, Ini Disinformasi yang Banyak Menyasar Warga Jakarta

Penipuan Online hingga Hoaks Bansos, Ini Disinformasi yang Banyak Menyasar Warga Jakarta

News | Senin, 02 November 2026 | 14:34 WIB

Rekonstruksi Pembunuhan Bayi di Kebayoran Lama, Pelaku Celupkan Kepala Korban ke Ember

Rekonstruksi Pembunuhan Bayi di Kebayoran Lama, Pelaku Celupkan Kepala Korban ke Ember

News | Senin, 02 November 2026 | 14:34 WIB

Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun melalui Pertumbuhan 4 Segmen Bisnis Utama

Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun melalui Pertumbuhan 4 Segmen Bisnis Utama

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 14:32 WIB

Jelang FIFA Matchday November 2026, John Herdman Coret Ole Romeny dari Skuad Timnas Indonesia?

Jelang FIFA Matchday November 2026, John Herdman Coret Ole Romeny dari Skuad Timnas Indonesia?

Bola | Senin, 02 November 2026 | 14:32 WIB

Anggota Wantimpres: Secara Hukum, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah

Anggota Wantimpres: Secara Hukum, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah

News | Senin, 02 November 2026 | 14:32 WIB

Ketika 'Mayat' Bangkit Demi Rp2 Miliar: MD Pictures Rilis Film Komedi Segar Gak Ada Matinya

Ketika 'Mayat' Bangkit Demi Rp2 Miliar: MD Pictures Rilis Film Komedi Segar Gak Ada Matinya

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 14:30 WIB

Review Buku Little Women: Perjalanan Empat Saudari Menemukan Arti Kedewasaan

Review Buku Little Women: Perjalanan Empat Saudari Menemukan Arti Kedewasaan

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 14:30 WIB

Gandeng Komdigi, Pemprov DKI Siapkan Duta Antihoaks di Sekolah-Sekolah Jakarta

Gandeng Komdigi, Pemprov DKI Siapkan Duta Antihoaks di Sekolah-Sekolah Jakarta

News | Senin, 02 November 2026 | 14:29 WIB

Prabowo Panggil Tim Ekonomi ke Istana, Ada Menkeu hingga Gubernur BI

Prabowo Panggil Tim Ekonomi ke Istana, Ada Menkeu hingga Gubernur BI

News | Senin, 02 November 2026 | 14:28 WIB

Hujan Mulai Guyur Sejumlah Wilayah, BNPB Pertimbangkan Pindahkan Armada Modifikasi Cuaca

Hujan Mulai Guyur Sejumlah Wilayah, BNPB Pertimbangkan Pindahkan Armada Modifikasi Cuaca

News | Senin, 02 November 2026 | 14:21 WIB

×