Agar Narapidana Tidak Stres, Sebuah Lapas di Inggris Beri Bola dan Krayon

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 25 Januari 2021 | 14:35 WIB
Agar Narapidana Tidak Stres, Sebuah Lapas di Inggris Beri Bola dan Krayon
Ilustrasi bola mainan.[Unsplash/Mel Elías]

Suara.com - Narapidana di Inggris diberi bola busa oleh polisi untuk meredam stres ketika menjalani kurungan sebagai keringanan hukuman.

Menyadur The Sun, Senin (25/1/2021) tahanan di Kantor Polisi Wembley, London Utara, diberi bola busa untuk dimainkan saat berada dalam tahanan polisi.

Narapidana tersebut juga diberikan krayon, bantal goyang, dan teka-teki jigsaw Tetris agar mereka tidak stres di dalam sel.

Kebijakan tersebut akan dicoba selama empat bulan dan akan diluncurkan di lapas lain seiring dengan perkembangan.

Namun sejumlah pengamat memberikan kritik dan mengecam kebijakan tersebut sebagai "keadilan kepingan salju".

"Polisi terlalu fokus pada pelanggar, sementara para korban melihat terlalu banyak perampokan, perampokan dan kejahatan dengan kekerasan tidak terpecahkan," buka Mick Neville, mantan kepala inspektur detektif The Met.

"Barang-barang ini masih bisa digunakan untuk dilempar ke staf tahanan untuk mengalihkan perhatian atau melukai mereka - hampir tidak bermanfaat bagi polisi.

"Para petinggi The Met harus duduk di bantal goyangan mereka sendiri dan memutuskan apakah prioritas mereka adalah memerangi kejahatan atau mempromosikan skema yang benar secara politis." jelasnya.

Petugas mengatakan barang-barang tersebut diberikan sebagai dukungan kepada narapidana yang berada dalam kondisi stres atau sangat cemas.

baca juga

"Alat-alat ini dimaksudkan untuk menenangkan seseorang dan mencegah mereka melukai diri sendiri atau staf." ujar seorang juru bicara lapas.

Kepala Inspektur Russell Hughes berkata: "Setelah uji coba selesai, kami akan sepenuhnya meninjau tanggapan dari staf dan praktisi kesehatan untuk memahami manfaatnya."

Kebijakan tersebut mengikuti kritik pada tahun 2019 tentang grafiti yang dilukis di dinding untuk menenangkan narapidana di pusat tahanan di London Pusat.

Petugas tahanan di lapas Hertfordshire juga memberikan bola kepada narapidana di sel untuk menghilangkan stres.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Manchester United Singkirkan Liverpool dari Piala FA

Manchester United Singkirkan Liverpool dari Piala FA

Foto | Senin, 25 Januari 2021 | 07:55 WIB

Klopp Bantah Mohamed Salah Jadi Biang Keladi Jebloknya Liverpool

Klopp Bantah Mohamed Salah Jadi Biang Keladi Jebloknya Liverpool

Bola | Minggu, 24 Januari 2021 | 19:40 WIB

Waduh! Varian Baru Virus Corona Inggris Disebut 70 Persen Mudah Menular

Waduh! Varian Baru Virus Corona Inggris Disebut 70 Persen Mudah Menular

Tekno | Minggu, 24 Januari 2021 | 09:00 WIB

Terkini

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

News | Senin, 06 Juli 2026 | 22:15 WIB

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:40 WIB

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:35 WIB

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:27 WIB

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:55 WIB

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:48 WIB

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:42 WIB

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:58 WIB

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:42 WIB

×