KPK Gelar Rekontruksi Kasus Bansos Juliari

Erick Tanjung, Welly Hidayat

Senin, 01 Februari 2021 | 14:05 WIB
KPK Gelar Rekontruksi Kasus Bansos Juliari
Penyidik KPK menggelar rekontruksi perkara dugaan korupsi yang menjerat eks Menteri Sosial Juliari P. Batubara di gedung lama KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (1/2/2021). [Suara.com/Welly]

Suara.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menggelar rekontruksi perkara dugaan korupsi yang menjerat eks Menteri Sosial Juliari P. Batubara.

Adapun rekontruksi kasus korupsi penyaluran bantuan sosial paket sembako se-Jabodetabek digelar di Gedung KPK Lama C-1, pada Senin (1/2/2021).

Para tersangka yang ikut dalam rekontruksi diantaranya pejabat pembuat komitmen (PPK) dari Kementerian Sosial Matheus Joko Santoso MJS) dan Adi Wahyono (AW). Sedangkan, dari pemberi suap yakni Harry Sidabuke.

Sedangkan, Juliari P. Batubara belum terlihat dalam rekontruksi bersama satu pemberi suap lainnya dari pihak swasta Ardian IM.

Hal tersebut dibenarkan langsung oleh Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. Bahwa penyidik antirasuah tengah melakukan rekontruksi kasus bansos.

"Iya, benar. Perkembangannya nanti kami informasikan lebih lanjut," kata Ali Fikri dikonfirmasi, Senin (1/2/2021).

Dari pantauan, adegan rekontruksi dilakukan di ruangan Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos, M Syafi'i Nasution yang duduk bersama Anggota DPR RI Komisi II Ihsan Yunus. Keduanya diperagakan dengan peran pengganti.

Sedangkan, Matheus Joko berdiri mendengar percakapan keduanya. Matheus nampak memakai rompi oranye tahanan KPK.

Dari peragaan rekontruksi itu, tak dijelaskan adakah pembicaraan antara ketiganya. Dalam kasus ini, Juliari diduga mendapatkan jatah atau fee sebesar Rp10 ribu per paket bansos.

baca juga

Dari program bansos Covid-19, Juliari dan beberapa pegawai Kementerian Sosial mendapatkan Rp17 miliar. Sebanyak Rp8,1 miliar diduga telah mengalir ke kantong politisi PDI Perjuangan itu.

Juliari juga dijanjikan akan mendapatkan jatah selanjutnya sebesar Rp8,8 miliar pada pengadaan bansos periode kedua.

Selain Juliari, KPK turut menetapkan dua pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kementerian Sosial, yakni Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW), sebagai tersangka penerima suap.

Sedangkan pemberi suap adalah pihak swasta bernama Ardian I M (AIM) dan Harry Sidabuke.

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan barang bukti berupa uang mencapai Rp14,5 miliar berupa mata uang rupiah dan mata uang asing.

Masing-masing sejumlah ekitar Rp11, 9 miliar, sekitar USD 171,085 atau setara Rp2,420 miliar dan sekitar SGD 23.000 atau setara Rp243 juta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amien Rais: Kalau Dana Bansos Jadi Bancakan, Cepat Lambat Rezim Bisa Runtuh

Amien Rais: Kalau Dana Bansos Jadi Bancakan, Cepat Lambat Rezim Bisa Runtuh

Hits | Senin, 01 Februari 2021 | 12:05 WIB

Pukul Petugas Rutan KPK, Nurhadi Resmi Dilaporkan Ke Polisi

Pukul Petugas Rutan KPK, Nurhadi Resmi Dilaporkan Ke Polisi

News | Sabtu, 30 Januari 2021 | 14:37 WIB

Tak Ada yang Lolos Jadi Jubir KPK, Seleksi Bakal Dibuka Kembali

Tak Ada yang Lolos Jadi Jubir KPK, Seleksi Bakal Dibuka Kembali

Riau | Sabtu, 30 Januari 2021 | 09:27 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×